
Karena ucapan Ruksa yang begitu tiba-tiba membuat otak Ruslan menjadi sulit untuk mencerna dengan apa yang di katakan oleh wanita di depannya, hingga Putrinya, Dania datang dan menyadarkannya.
Tentunya, Dania mendukung penuh hubungan keduanya dan menerima Ruksa sebagai ibu sambungnya. Begitu pula dengan Aldan yang tak peduli dengan semua hal itu selama itu baik maka ia akan menerimanya.
Sebulan kemudian setelah Ruksa di nyatakan sehat dan diperbolehkan pulang oleh dokter pribadinya.
Kedua belah pihak keluarga pun membuat pertemuan antara keluarga untuk menentukan tanggal pernikahan, setelah berdiskusi cukup panjang, kedua belak pihak memutuskan akan melangsungkan pernikahan bulan depan.
Karena dokter pribadi Ruksa mengatakan padanya untuk tidak banyak bergerak terlebih dahulu, membuat Alexa maupun Ruslan dan yang lainnya sepakat untuk tidak membuatnya pergi dari rumah meski hanya satu langkah saja.
Sebagai antisipasi, mereka bahkan menyuruh anak buah terkuat untuk menjaga Ruksa agar tidak kabur dari rumahnya.
Ruksa yang merasa telah menjadi tahanan rumah, terus-terusan menggerutu dan meminta Alexa untuk mencabut mereka dari rumahnya.
Namun, ibu dari anak satu itu tak mendengarkannya sama sekali, ia bahkan mengancam akan menambah personil jika dia ketahuan keluar dari rumahnya.
__ADS_1
" Bukankah ini sama saja dengan membunuhku secara perlahan?! " gerutunya setiap hari, bahkan untuk fitting baju pernikahannya pun ia hanya perlu duduk di rumah dan desainer akan datang dengan membawa puluhan model gaun pengantin.
Rasanya, Ruksa lebih menyukai rumah sakit di bandingkan rumahnya sendiri yang terasa seperti sebuah penjara. Setidaknya di sana ia bisa pergi diam-diam bersama Dania untuk mencari keseruan, berbeda dengan rumahnya yang sangat di jaga ketat, bahkan ia tak bisa melarikan diri dari rumahnya sendiri.
Hari terus berganti hari dengan begitu lambat, hingga membuat Ruksa jatuh bosan seharian hanya berdiam diri di dalam rumah.
Namun, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Dahinya mengernyit heran, tak seperti biasanya. Meski begitu ia berjalan dengan langkah kaki gontai menuju pintu depan.
Setibanya di depan pintu , Ruksa mengernyitkan dahinya kembali ketika tak mendapati satu pun orang yang menjaga pintunya kecuali seorang kurir yang memberinya sebuah amplop misterius, kemudian pergi begitu saja.
Tanpa membuang waktu, Ruksa langsung membuka amplop itu, di dalam amplop tersebut terdapat sebuah surat yang menyuruhnya untuk pergi seorang diri ke parkiran yang terletak di basemen apartemen miliknya.
Sembari meningkatkan kewaspadaannya, Ruksa memutuskan untuk mengikuti semua perintah yang terdapat di dalam surat tersebut sembari mencari tahu siapa dalang di balik amplop di tangannya
Setibanya di parkiran ia menemukan seseorang dengan sepeda motor sportnya tengah menunggu kedatangannya.
__ADS_1
Seakan menyadari keberadaanya, orang itu turun dari sepeda motornya, kemudian berjalan menghampiri Ruksa dengan helm yang masih menempel di kepalanya.
Setelah jarak mereka hanya menyisakan beberapa langkah saja, tanpa aba-aba Ruksa menyerang orang itu dengan pisau yang ia sembunyikan di balik baju lengannya.
Namun, orang itu bukanlah orang biasa, sebab dia berhasil menangkis semua serangan yang di layangkan oleh Ruksa.
Meski orang itu berhasil menangkis semua serangannya, namun Ruksa memiliki teknik baru yang belum pernah ia coba pada siapapun.
Pada akhirnya orang itu berhasil ditumbangkan oleh Ruksa, bahkan pisaunya berada tepat di bawah leher orang itu, bergerak sedikit saja orang itu akan mati di tangannya.
Namun, di detik berikutnya, bola mata Ruksa terbeliak ketika orang itu membuka kaca helmnya, orang itu tak lain dan tak bukan calon suaminya sendiri, Ruslan.
" Apa kamu ingin menjanda di hari pernikahan mu? " tanya Ruslan dengan sedikit ketus.
Ruksa pun beranjak dari tubuh orang itu lalu membuang pisau di tangannya kemudian bertingkah pura-pura tak tahu dengan memalingkan wajahnya sembari bersiul.
__ADS_1
" Ikut aku. " ucap Ruslan mutlak.
Kepala Ruksa menunduk bersalah, ia dengan patuh mengikuti Ruslan dari belakang layaknya seorang anak kecil.