Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
105


__ADS_3

Setelah dirinya di beri tahu bahwa, putranya telah lahir dengan selamat, Arga hanya terdiam tak tahu harus bereaksi seperti apa? Pasalnya dia tak begitu menginginkan seorang anak, terlebih lagi, anak itu bukan hasil dari perasaan cinta tapi melainkan dari kecelakaan.


Akan tetapi, terlepas dari sengaja atau tidak sengaja, anak itu tetaplah berasal dari darah dagingnya sendiri. Terlebih lagi, gadis itu meninggal karena melahirkan bayinya. Ada perasaan salah yang menyelusup masuk ke dalam hatinya.


Jika saja, malam itu dirinya tak tertipu oleh temannya, mungkin hal ini tak akan pernah terjadi. Tapi Nasi sudah menjadi bubur.


Hal yang paling disesalinya adalah dirinya tak pernah ada untuk gadis itu bahkan ia tak pernah berusaha menerima kehadiran dari wanita itu di hidupnya.


Karena Ayahnya masih tak menerima akan kondisinya, maka dari itu, pria tua itu menggunakan anaknya sebagai senjata agar dirinya kembali normal sekaligus menyuruhnya untuk mengambil posisinya di perusahaan. Tentunya Arga menolak hal tersebut.


Akan tetapi, Ayahnya tak menyerah begitu saja, di bahkan beberapa kali berbohong, mengatakan bahwa putranya masuk rumah sakit, dan memintanya untuk pulang.


Namun, Arga tahu maksud dari tujuan Ayahnya, pria itu berniat mengurungnya kembali, supaya dirinya kembali normal dan mau menggantikan posisinya di perusahaan.


Beruntung, saat itu dirinya masih bisa meloloskan diri, maka dari itu, dirinya tak lagi percaya dengan perkataan Ayahnya.

__ADS_1


Akan tetapi, tak hanya Ayahnya saja yang mengharap dirinya kembali, ibu nya pun sama menginginkannya kembali, tentunya dengan satu alasan, yaitu karena uang.


Padahal sebelum pergi, dirinya sudah memberi uang jatah yang terbilang cukup untuk menyambung hidupnya. Arga menduga bahwa wanita itu pasti menghabiskan uangnya dengan berjudi, hal itu di yakini karena dirinya di beritahu oleh temannya. Termasuk tentang ledakan itu. Ia juga baru tahu bahwa serpihan kaca itu bukanlah karena ledakan, melainkan karena di tusuk secara sengaja oleh ibunya alias nenek dari anaknya.


" Keamanan! Bawa wanita ini keluar dari kantor ku. " ucap Arga dengan nada marah.


Tak lama kemudian, beberapa pria dari keamanan muncul, lalu menyeret ibu Arga keluar dari dalam kantornya.


" Arga, dengarkan penjelasan ibu mu. " pinta wanita itu.


Seketika, suasana begitu sunyi, damai dan tentram, ia pun kemudian teringat akan perkataan kasarnya pada Ruksa. Ia kemudian beranjak dari kursi, berniat menghampiri saudarinya itu, namun wanita itu sudah pergi dari kantornya entah kemana.


Di tempat lain, Ruksa yang merasa ada yang tak beres, langsung menghubungi Dania untuk menemuinya di tempat biasa.


" Ada apa kak? " tanya Dania.

__ADS_1


Ruksa mendongakkan kepalanya, dahinya mengernyit melihat penampilan gadis di depannya.


" Ada apa dengan wajah lo? Kenapa sembab gitu? Apa karena ulah Bismo? " terkanya


" Bukan apa-apa, tadi aku habis nonton film sedih, jadinya gini. Maaf. " tutur Dania dengan menyesal. " Oh iya, ada hal mendesak apa sih kak? "


" Oh, gue kira apa.. . Lo tahu nggak? Ke mana bokap gue menjalankan bisnis? "


" Nggak tahu, memangnya kenapa? "


Ruksa terdiam, menyadari bahwa firasatnya ada benarnya, ia yakin, telah terjadi sesuatu pada Ayahnya.


" Pokoknya, lo suruh Ismail dan Mia buat cari tahu kemana perginya bokap gue. " Ucap Ruksa, tangannya tak berhenti bergerak gelisah.


Meski tak mengerti sama sekali, namun Dania menurut dengan patuh, dan menghubungi Ismail.

__ADS_1


__ADS_2