Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
Eps. 9


__ADS_3

Dengan keadaan Olivia yang sekarang, mereka berdua pergi ke taman rahasia yang hanya mereka berdua lah yang tahu.


" Ah rasanya aku menjadi baru, tubuh ini yang baru, eh? ada apa Ash?" Ash menatap Olivia lekat-lekat.


" Tidak apa-apa," Olivia berpikir wajah merah itu tersebab matahari atau mungkin juga karena merona.


" Kamu terpesona denganku?" Godanya


" Iya, kamu cantik..." Senyum polos


" Wah sangat jujur sekali ya" senyum tipis


" Yeah, kalau kamu tidak tahu perasaanku, apa aku akan punya kesempatan untuk membuatmu merenungkannya, jika...jika saja suatu saat pertunangan mu...." Sedih, Olivia masih duduk di kursi taman itu.


"..." Olivia membisu


" Melihat mu yang sekarang, aku benar-benar tidak rela..." Senyum pasrah


" Huh? Ya sepertinya aku akan dijodohkan dengan pangeran-pangeran pilihan ayah dan ibu, mungkin pilihan saudara ku... entahlah?" Senyum meremehkan


" Bisa kamu pertimbangankan itu? untuk memilih..." Entah kenapa dadanya merasa sesak jika mengenai kemungkinan perjodohan Olivia.


" Aku sejak kecil selalu menyukaimu," tambahnya, Olivia hanya tersenyum.


" Kamu tidak pantas bersamaku," senyum manis, Ash membulatkan matanya karena terkejut dengan yang dikatakan Olivia, Ash mengepalkan tangan karena kecewa.


" Kena..."


" Kalau kamu tidak berjuang!" Tambah nya


" Hah?" Gagal fokus


" Tidak ada yang pantas bersanding denganku kalau dia tidak berjuang, paham? Tapi ahh rasanya aneh membicarakan itu, aku belum juga remaja, sudah...huh dasar wajah cantik ini!" Senyum manis, Ash balas tersenyum, senyumnya mengembang, ia memetik bunga yang paling cantik dintara bunga lainnya, bunga cantik dan mungil seumpama Olivia kecil yang cantik dengan warna rambut pirang bersinar bak mentari baginya.

__ADS_1


" Baleh aku pakaikan?" Olivia mengangguk


" Tidak ada pelukan seperti biasa okey!"


" Iya, aku juga tidak berani, haha..."


" Dasar! Haha"


" Ingin sekali waktu berhenti berputar didetik ini..." Gumam Ash


" Oh iya, kapan aku bisa kesana??" Ceria


" Ah merusak suasana saja..." Malas bahas itu


" Hei kamu sudah janji Ash!"


" Hah iya nyesel, besok saja..." Mencibir


" Baiklah," senyum puas


" Heh ada apa dengan wajahmu Ash?!" Tidak suka


" kesal!" Mendekat, mencium pipi.


" Apa?!" Kaget, Ash sama kagetnya


" Mmm aku, aku kelepasan..." Dalam hatinya berbunga-bunga


" Bodoh! Aku kan bukan anak kecil sekarang, bodoh! bodoh!! Ash bodoh!!!" Memukul kepala


" Ah iya maaf, sakit! Kamu bukan anak kecil lagi sekarang tau! pu pukulanmu terasa haih..." Tapi Ash malah tersenyum


" Kamu mentertawakan aku hah?" Mencubit pipi

__ADS_1


" Hehe hentikan wiwirku mewebar!"


" Tapi jadi lucu, hihi" nyengir


"..." Membeku melihat senyum nakalnya Olivia, 'Dewi! Iya, dia bukan manusia!!' batin Ash. Sementara itu Dira terus mencoba menghindar bertemu sang pembuli, tapi ya, tidak semudah itu, Dira lebih tepatnya Olivia telah berurusan dengan mereka.


" Ah aku seperti digerayangi hantu saja, sulit di hentikan, ughh..." Gigit jari


" Akhir-akhir ini aku merasa aneh..." Kata Luis yang di sebelahnya, mereka berdua sedang menuju kelas masing-masing.


" Aneh? Kenapa?" Tegang


" Rasanya sikapmu suka berubah-ubah, yahhh yang aku rasakan begitu..." Menggaruk kepala, merasa tidak begitu yakin dengan pernyataannya, karena saat ini Dira tampak normal saja.


" Kakak itu hanya perasaanmu saja, atau mungkin aku selalu berganti mood," nyengir


" Ah, iya mungkin saja..." Lalu berlalu begitu saja


" Aku...ini benar-benar konyol..." Ucap Zain, Jack mengangguk.


" Yahh, aku juga tidak begitu paham, kenapa? Kenapa ya?" Gerand tersenyum, membuat temannya kaget, senyum itu biasa ditandakan kemarahan yang teramat sangat, ya biasanya begitu.


" Err sebentar lagi masuk..." Kata Jack


" Hmmm? Bukannya kalian selalu bolos..." mengernyitkan alisnya


" Eh itu...kami juga sesekali mengejar pelajaran"


"Yup..." Wajah serius mereka tampak meyakinkan, Gerand juga ikut masuk kelas.


Setibanya, guru menerangkan pelajaran mengenai sejarah. Beberapa menit kemudianJack dan Zain mulai menguap.


" Wahh kalian benar-benar belajar ya..." Singgung Gerand

__ADS_1


" Haha, suara pak guru itu seperti pil tidur paling ampuh pada jam-jam segini..." Bisik Zain, Jack mengangguk setuju.


" Cih, alasan, bahkan ini masih pagi dasar bodoh..." gumam Gerand, kedua temannya yang mendengarnya dengan sigap memasang wajah serius untuk mendengarkan penjelasan gurunya, dan Gerand tersenyum melihat kebodohan temannya itu.


__ADS_2