Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
50


__ADS_3

Di sebuah salah satu kediaman keluarga Wisesa.


Seorang wanita dengan seorang pria paruh baya tengah bergelung di balik selimut. Keduanya saling memeluk satu sama lain dengan intim, bahkan terlihat enggan untuk berpisah barang sedetikpun, seakan takut, dunia akan memisahkan keduanya.


Akan tetapi sebuah ketukan di pintu yang terus berulang, membuat keduanya harus terpaksa melepas pelukan itu.


Pria itu, Bagaskara Wisesa ayah dari Ruksa mendesah, dirinya begitu malas untuk beranjak, namun, ketukan di pintu itu membuatnya tak bisa mengabaikannya. Karena pastinya, itu adalah sebuah masalah penting.


Dengan perasaan malas, ia beranjak turun dari atas ranjangnya lalu memakaikan kimono untuk menutupi bagian tubuh telanjang bulatnya.


Meski umurnya sudah berkepala lima dan hampir mendekati kepala enam, tapi wajah serta bentuk tubuhnya jauh dari kata tua, tubuhnya yang kekar dengan tinggi yang proposional serta wajahnya yang masih segar berkharisma, membuatnya tampak seperti berusia awal empat puluh tahunan.


Pria paruh baya itu berjalan dengan gagah menghampiri pintu itu.


Tangannya memutar kenop pintu itu dan memperlihatkan seorang pria yang memakai setelan jas dengan rupa serta usia yang berada di ahir empat puluhan.


Pria itu adalah Gantari, sekretaris pribadi sekaligus orang kepercayaan Bagaskara Wisesa yang sudah bekerja di keluarga Wisesa kurang lebih Tiga puluh tahun.


Sama halnya dengan Bagaskara, meski sudah terbilang tua, namun pria itu masih terlihat muda dan segar.


Dia begitu setia, bahkan mengabdikan diri pada keluarga Wisesa hingga akhir hayatnya, ia bahkan rela melepaskan keluarga kecilnya demi melayani keluarga Wisesa.


Kendati begitu, meski sang mantan istri sudah memiliki pasangan lagi, tapi ia masih rajin mengirim uang bulanan pada mantan istrinya, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari putranya yang sudah beranjak remaja. Kini, putranya tengah duduk di bangku kelas tiga SMP.


Sesekali, dirinya akan mengambil cuti untuk menghabiskan waktunya dengan sang putra.


Di balik tampangnya yang begitu dingin dan cuek, Gantari merupakan seorang ayah yang begitu lembut serta penyayang.


" Ada apa? " tanya Bagaskara dengan nada dingin.


Gantari pun mendekatkan tubuhnya lalu membisikkan sesuatu ke daun telinga milik Bagaskara, membuat perempuan bernama Alexa, sekaligus calon ibu Ruksa menjadi penasaran.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan segera ke sana. " timpal Bagaskara.


Tanpa bertanya kembali, Gantari menganggukkan kepalanya lalu undur diri dari hadapan bosnya.


" Ada apa sayang? " tanya Alexa penasaran.


Bagaskara menoleh, tangannya menutup kembali pintu itu, ia membawa kedua kakinya berjalan mendekati calon istrinya dengan kedua sudut bibir yang terangkat ke atas.


Tangannya yang besar itu membelai wajah mungil nan mulus milik Alexa, lalu mencium bibir ranum itu dengan lembut.


" Maaf, hari ini aku tak bisa menemanimu memilih gaun pengantin. " ujarnya dengan perasaan sesal.


Seketika Alexa pun mencebikkan bibirnya seraya melipat kedua tangannya di dada lalu membuang mukanya ke samping.


Pria paruh baya itu terkekeh geli, menarik muka sang kekasih itu lalu mencubit kedua pipinya dengan gemas, ia pun kembali mengecup kilat bibit itu, seraya mengatakan permohonan maaf.


Sebagai ganti akan ketidakhadirannya, Bagaskara pun mengambil dompet berwarna hitam yang berada di dalam nakas, di ambilnya sebuah Black Card dan menyerahkannya pada wanita itu


Kedua bola mata Alexa seketika bersinar melihat benda kecil itu di raihnya benda itu dengan antusias, ia kemudian menghamburkan diri ke dalam pelukan pria itu seraya mengecup kilat bibir itu. " Baiklah, terima kasih sayang. Kalau begitu pergilah. " ucapnya.


Bagaskara pun kembali terkekeh, tangannya mengusak kepala wanita itu lalu kembali beranjak dari atas ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, ia kemudian berjalan keluar di temani sang calon istri menuju di mana Gantari menunggunya.


" Hati-hati, jangan lupa makan, jaga kesehatan. Dan juga aku mencintaimu. " Ungkap Alexa seraya memeluk pria itu dengan hangat.


" Aku juga mencintai mu, kalau begitu aku pergi. " ucapnya lalu mengecup kening wanita itu dengan mesra.


Akan tetapi, meski keduanya sudah saling mengucapkan kata perpisahan, namun pasangan itu masih saling menempelkan diri.


Layaknya pasangan yang tengah di mabuk asmara, keduanya terlihat enggan berpisah.

__ADS_1


Gantari yang melihat adegan tersebut hanya berdiri seraya menatap netral pada pasangan yang berbeda usia itu, sudah bukan hal aneh dirinya melihat adegan romantis itu.


Namun dirinya tak pernah melayangkan protesnya atau pun terlihat risih sama sekali, pria itu bagaikan boneka kayu yang tak berperasaan.


" Bagaimana perkembangan bisnis kita? " tanya Bagaskara yang berhasil berpisah dengan sang pujaan hatinya.


" Seperti yang saya katakan sebelumnya, harga saham kita, sampai sekarang belum kunjung naik. Membuat para investor marah, dan meminta kita untuk segera menanganinya. Jika dalam satu minggu ini harga saham kita belum naik, mereka mengancam akan menarik saham dari semua perusahan kita. " Terang Gantari sembari mengemudi.


Salah satu alis Bagaskara terangkat ke atas, dirinya merasa bahwa Investor itu sangat membuatnya kesal.


Setiap hari melayangkan protes terhadapnya, padahal saham yang mereka miliki tidaklah seberapa.


" Kalau begitu, kembalikan saham yang paling berisik. Aku tidak membutuhkan dana mereka di dalam perusahaan ku. " ungkap Bagaskara sembari melihat layar tablet yang menunjukkan data perusahaannya yang sedang turun.


Baginya, masalah yang terjadi di salah satu yayasan miliknya bukanlah suatu besar atau pun sesuatu yang perlu di permasalahkan secara besar-besaran. Karena baginya hal itu masih belum seberapa dengan pemasukan yang terus mengalir ke dalam dompetnya.


" Lalu bagaimana dengan putri ku? " tanya Bagaskara kembali.


Tanpa menjawab, Gantari pun memberikan sebuah amplop berisikan amplop yang memperlihatkan kedekatan Ruksa dengan seorang gadis SMA.


Kedua alis Bagaskara mengernyit tak mengerti dengan sikap aneh dari putrinya akhir-akhir ini, setelah dirinya menyatakan akan menikahi Alexa, putrinya itu langsung marah besar hingga kecelakaan itu pun terjadi.


Dan setelah itu sikapnya menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Sering bolos kerja, hampir mati di kubur lalu mundur dari rapat pemegang saham secara tiba-tiba setelah mendapat banyak dukungan termasuk dari dirinya. Dan malah bermain-main dengan seorang anak SMA, yang bahkan menjadi penyebab harga sahamnya menjadi turun.


Apa ini sebagai bentuk pemberontakan terhadapnya?! Dan sebagai deklarasi bahwa dirinya menolak memberikan restu pada dirinya dengan sang kekasih?


Kepala Bagaskara pun berdenyut nyeri seketika, ia memijat pelipisnya melihat kelakuan putrinya yang sulit di tebak. Salahnya karena terlalu memanjakannya.


" Tapi tuan, berkat tindakan yang di lakukan nona Ruksa dan gadis itu, kita bisa menemukan beberapa tikus yang sudah lama bersembunyi di balik layar. "


Bagaskara pun terdiam sejenak, dirinya bingung antara harus bersyukur atau harus kesal, di sisi lain dirinya bersyukur karena bisa membuat para tikus itu keluar, tapi di sisi lain dirinya merasa kesal pada sikap putrinya yang bertindak sesuka hatinya. Dan membuatnya harus bertanggung jawab atas sikapnya itu.

__ADS_1


Salah satunya adalah sekarang, dirinya harus menenangkan para investor menyebalkan itu.


__ADS_2