Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
98


__ADS_3

Sejak saat itu, setiap pulang sekolah, Ruksa akan menemui Rusdi untuk makan es krim bersama, tentunya mereka harus pandai mengatur waktu agar Ruslan tak curiga.


" Rasanya paman ingin menghabiskan banyak waktu dengan mu, kamu tahu? Jika ibu ku tahu kalau dia punya cucu seimut dan secantik kamu, paman yakin, dia pasti akan memanjakan mu, sebab, dari dulu, ibu ku selalu menginginkan anak perempuan, Bahkan sebelum aku lahir, dia berharap bahwa aku terlahir sebagai perempuan, tapi sayangnya, aku malah terlahir sebagai pria, kamu harus tahu bagaimana ekspresinya ketika dia tahu bahwa anak yang ia kira perempuan ternyata laki-laki hahahah " tutur Rusdi setengah bercanda.


Ruksa yang mendengar hal tersebut hanya terkekeh geli, ternyata Rusdi orang yang sangat menyenangkan dan humoris berbanding balik dengan kakaknya, Ruslan yang menurutnya Kolot, tapi anehnya dia menyukai sisi itu.


Awalnya ia berpikir bahwa sikap Rusdi itu sebelas dua belas dengan kakaknya, tapi dugaannya salah, wajahnya saja yang mirip, namun dari sikap mereka jelas bertolak belakang.


" Ayah mu tidak curiga kan? "


" Tidak, jangan khawatir, aku mengatakan bahwa aku memiliki seorang kucing yang harus di jaga. "


" Apa paman mu terlalu imut hingga di sandingkan dengan seekor kucing? "


Ruksa kembali terkekeh, meski narsis, tapi entah kenapa di telinganya terdengar sangat lucu, apa karena usia tubuhnya yang masih muda.


Tutit Tutit.


Tiba-tiba ponsel Ruksa bergetar berbunyi, menandakan bahwa waktu kebersamaan mereka sudah habis.


Entah kenapa, Ruksa merasa bahwa dirinya seperti tengah berselingkuh dari Ruslan karena menemui Rusdi secara diam-diam.

__ADS_1


Ia kemudian di antar oleh Rusdi sampai di depan gang.


Sembari berjalan seorang diri, entah kenapa ada perasaan yang mengganjal di hatinya, akhir-akhir ini dirinya mulai kehilangan fokus, tapi ia tak tahu alasannya kenapa.


Apa mungkin karena Aldan belum sadar juga? Tapi rasanya bukan.


Di detik berikutnya, ia tiba-tiba terbesit sosok Ayahnya, entah kenapa ia merasa ada yang tidak beres dengan pria itu.


Ia kemudian mencoba menghubungi Dania dan menanyakannya, namun gadis itu mengatakan bahwa Ayah Ruksa sedang pergi menjalankan bisnis yang ia sendiri tidak tahu bisnis apa itu. Sebab, baik Ismail maupun Alexa, keduanya sama-sama tak tahu keberadaan dari Bagaskara. Yang mereka tahu bahwa pria itu hanya pergi menjalankan bisnis seperti biasanya.


Namun, bukan itu, jawaban yang diinginkannya. ia kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar, mencoba menghilangkan pikiran negatif di dalam pikirannya. Mungkin saja Ayahnya memang sedang menjalankan bisnis rahasianya.


*


Setelah cedera di kakinya sembuh, Dania kembali ke perusahaan, namun ia melihat seorang pria asing yang duduk di bangku Chandra Wisesa, alias paman Ruksa.


Karena penasaran ia berjalan masuk ke dalam ruangan itu, dan menanyakan siapa sosok pria itu.


" Maaf, apa Anda karyawan baru di sini? " Tanya Dania dengan sopan.


Kepala pria itu mendongkak, kedua matanya menatap tepat di kedua bola mata Dania, seketika gadis itu merasakan getaran yang tak biasanya, tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja.

__ADS_1


" Apa lo sebahagia itu yah, liat gue. "tutur Arga.


Tubuh Dania tersentak, lalu menghapus air matanya, berjalan meninggalkan Arga begitu saja menuju ruangan kantornya, entah kenapa ia merasa tak bisa bersikap dingin seperti biasanya.


" Hei, ko lo pergi sih! " seru Arga yang kemudian menyusul Dania ke ruangannya.


" Lo serius, nggak kenal sama gue.? " tanya Arga kembali.


Dania tak menjawab, ia memilih menghidupkan komputernya dan fokus pada layar. Menganggap pria itu sebagai hantu yang tak kasat mata.


Akan tetapi, Arga tetap mencoba menarik perhatiannya dengan cara berjalan mondar mandir, membuat Dania akhirnya jengah dan memukul meja dengan cukup keras.


Ia kemudian memanggil Ismail untuk mengusirnya. Tapi pria itu tidak berani.


" Kenapa? Apa ada yang salah? "


" Maafkan saya Nona tapi dia adalah direktur baru, pengganti posisi paman anda yang artinya, dia berada di atas level anda. "


Tubuh Dania membeku dengan kedua bola mata yang terbeliak, " Kenapa tidak bilang? " ucapnya setengah berbisik pada Ismail.


" Saya ingin bilang, tapi. . .

__ADS_1


" Lo serius nggak inget gue?! Padahal dulu kita suka mandi dan tidur bareng loh, sampai SMP. "


Dania hanya terdiam mengerjapkan kedua matanya, pasalnya ia bukanlah Ruksa yang sesungguhnya. Jadi dirinya hanya bisa terdiam kebingungan.


__ADS_2