Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
91


__ADS_3

Sejak turun dari sepeda motor milik Ruslan tepat di depan gerbang sekolah, entah kenapa Ruksa sudah merasa ada yang tidak beres dengan sekolah ini, namun ia masih belum menyadarinya sama sekali, dan memilih untuk bersikap acuh tak acuh.


Hingga dirinya telah sampai di kelas dan menyadari bahwa dirinya tak melihat Aldan di bangkunya, biasanya pria itu sudah ada di tempatnya dengan wajah tanpa dosanya.


Jika di ingat kembali, ia tak melihat Mikael yang biasanya menyapanya di depan gerbang sekolah.


' Kemana perginya mereka? Apa jangan-jangan mereka tak selamat dari ledakan itu? pikirnya.


" Gue denger lo adalah salah satu korban yang selamat dari ledakan itu. "


Ruksa langsung menoleh ke arah sumber suara itu dan mendapati seorang gadis dengan dua orang di belakang yang sama-sama memasang wajah jutek Padanya.


Salah satu alis Ruksa terangkat sebelah, menatap wajah gadis itu yang terasa familiar. Ia terdiam sejenak, mencoba mengingat siapa gerangan sosok gadis itu.


Hingga, beberapa detik kemudian, ia pun teringat siapa gadis di depannya ini, dia adalah Kayla, salah satu teman Queensha, yang memang, sejak mendapat hukuman dari sekolah, gadis itu tampak jarang bergaul dengan Queensha bahkan terkesan menjaga jarak. Terlebih lagi kehadiran Laila membuatnya semakin tersingkir dan terasingkan dari Queensha


Lalu, apa yang membuatnya tiba-tiba menggertak pada Ruksa?

__ADS_1


" Kenapa? Heran? " tanya Kayla dengan tatapan meremehkan.


Entah kenapa? Melihatnya bersikap atas ketiadaan Queensha dan Laila membuat Ruksa terkekeh geli, ia menebak, bahwa gadis itu ingin menggantikan posisi Queensha.


Tanpa menghiraukan perkataan gadis itu, Ruksa pun mengeluarkan buku pelajaran dari tasnya.


Akan tetapi. . .


Brak!


Kayla tiba-tiba memukul meja Ruksa dengan cukup keras, membuat seisi kelas memperhatikan mereka.


Keduanya saling bertatapan, hingga Kayla tiba-tiba mendekatkan wajahnya lalu berbisik tepat di samping kuping Ruksa, membuat tubuhnya sedikit tersentak.


Tak lama kemudian, bel masuk pun berbunyi, gadis itu menjauhkan bibirnya dari telinga Ruksa sembari menyunggingkan bibirnya, namun senyum itu luntur ketika melihat reaksi Ruksa yang masih sama seperti sebelumnya. Membuat gadis itu jengkel lalu memutuskan untuk kembali ke tempat duduknya dengan perasaan dongkol.


Di detik berikutnya, seorang guru pelajaran pun masuk ke dalam kelas dan memulai aktivitas belajar mengajarnya.

__ADS_1


Semua siswa dan siswi pun langsung membuka buku kecuali Ruksa yang terdiam dengan pandangan yang lurus ke depan.


Sebelumnya ia tak terlalu banyak bertanya tentang kejadian itu, sebab saat itu, dirinya hanya ingin tahu kondisi Dania dan juga Ayahnya. Selain itu dirinya tidak peduli sama sekali


Namun, berkat perkataan Kayla yang di bisikkan ke telinganya membuat Ruksa baru mengetahui, bahwa Queensha dan Laila telah dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan mobil, meski sebenarnya Ruksa tahu bahwa berita bohong, sebab, kedua wanita itu meninggal akibat ledakan itu yang membuat jasad mereka tidak utuh sama sekali.


Ia kemudian melirik ke arah bangku Queensha dan Laila yang telah di penuhi oleh bunga bela mawar berwarna putih, kepalanya kemudian menoleh ke samping, tempat di mana Aldan terduduk.


Menurut perkataan gadis itu, Aldan yang terkena serpihan kaca pasca ledakan itu, harus mendapat perawatan intensif, di tambah luka yang di terimanya waktu lalu belum sembuh, membuat kondisi laki-laki itu jatuh pada kondisi kritis lagi.


Sedangkan Mikael? Sampai sekarang keberadaan laki-laki itu masih belum di temukan, baik itu berupa jasad mau pun dalam keadaan hidup, namun yang pasti, bahwa pria itu telah di yakini telah meninggal dunia.


Pantas saja, Kayla mengatakan bahwa sekarang tak ada lagi yang melindunginya, sebab, semuanya telah pergi meninggalkannya.


Ruksa kemudian menatap ke arah Kayla, dari mana gadis itu tahu? Bukankah hanya segelintir orang saja yang tahu tentang ledakan itu, sebab Ayahnya tak akan membuat keluarganya menjadi sorotan publik.


Dan juga, dirinya tak melihat berita dimana pun, baik itu berubah digital atau pun media cetak.

__ADS_1


Sepertinya, Kayla bukanlah orang biasa. Membuat Ruksa menjadi penasaran.


__ADS_2