Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
117


__ADS_3

Ruslan pov.


Setelah menyadari bahwa putrinya hilang, perasaan Ruslan pun menjadi kacau tak karuan, terlebih lagi, dirinya tak bisa menemukan putrinya di mana pun, bahkan pihak sekolah pun tidak tahu menahu atas hilangnya putrinya dan membuatnya semakin gelisah.


Andai saja, dirinya menyadari hal itu dari awal, mungkin kejadiannya tak akan menjadi seperti ini.


Awalnya, ia mengira bahwa putrinya mungkin sedang pergi merajuk, dan memutuskan tinggal di kediaman adiknya atau pun di kediaman Ruksa.


Tapi sayangnya, ia harus menelan pil pahit, sebab putrinya tidak ada di tempat mereka berdua.


Perasaannya kemudian berubah menjadi semakin tak karuan, ia kemudian pergi lagi ke sekolah, memastikan, siapa tahu putrinya berada di sana, tapi sama seperti sebelumnya, dia tak ada di sana.


Dengan perasaan campur aduk, Ruslan pun memutuskan untuk mengunjungi kantor adiknya, memintanya untuk mencari keberadaan putrinya yang menghilang.


Rusdi yang mendengar berita tersebut, antara terkejut dan juga bahagia, terkejut, bahwa keponakannya telah hilang, pantas saja dia tak bisa di hubungi, tapi di sisi lain dirinya sangat bahagia bukan main, karena ternyata kakaknya masih mengingat akan keberadaan dirinya, dan tanpa membuang waktu lagi, ia langsung mengerahkan semua bawahannya untuk mencari keponakannya itu.


Tak hanya itu saja, ia bahkan terjun ke lapangan untuk mencarinya sendiri dengan menempelkan poster wajah keponakannya di setiap dinding yang di temuinya, baik itu dinding di jalan maupun dinding rumah orang lain.


" Bukankah, lebih baik kita meminta bantuan polisi? Setidaknya mereka mungkin bisa menemukannya lebih cepat dari kita berdua, seperti kata pepatah, semakin banyak orang maka semakin mudah pekerjaan kita. " ungkap Rusdi, di sela-selanya menempelkan poster wajah keponakannya di sebuah dinding.


Namun, Ruslan tak menanggapinya, ia begitu fokus, menempelkan selembaran poto itu ke dinding. Meski di abaikan, tapi Rusdi tak ambil hati sebab dirinya sudah terbiasa di abaikan sepeti itu oleh kakaknya.

__ADS_1


Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya memiliki kenalan seorang detektif genius yang mampu memecahkan kasus-kasus sulit, bahkan namanya sudah mendunia.


" Jika mau, aku bisa mengenalkannya pada kakak? "


Akan tetapi, Ruslan masih tak memperdulikan perkataan adiknya sama sekali. Hingga tak lama kemudian, seseorang yang tengah dibicarakan oleh Rusdi pun datang.


" Putri mu juga Hilang? " tanya Rajendra.


" Tunggu, kalian sudah saling mengenal? " sela Rusdi, dahinya mengernyit heran


" Iya, kami sudah saling mengenal sebelumnya? " Timpal Rajendra.


" Sejak kapan? "


" Apa itu penting sekarang?! Huh?! " sela Ruslan yang terlihat jengkel melihat Zaiden, entah kenapa, setiap kali melihat wajah pria itu, dia merasa jengkel sendiri. Ia kemudian merampas poster yang berada di tangan adiknya lalu pergi.


Akan tetapi langkahnya terhenti, ketika Zaiden tiba-tiba mengatakan bahwa dirinya tahu di mana putrinya.


Ruslan pun langsung mendengus. "Benarkah? Dimana? " tanyanya.


" Wisesa, kamu bisa menanyakan pada mereka. " timpal Zaiden.

__ADS_1


" Kenapa mereka? Lagi pula, apa hubungan mereka dengan menghilangnya putri ku? "


" Tentu saja ada, kamu tahu, sekarang, keluarga Wisesa sedang dalam keadaan krisis, pasalnya, Bagaskara dan putrinya menghilang bak di telan bumi. '" terangnya Zaiden panjang lebar.


" Lalu apa hubungannya dengan putri ku? " Tanya Ruslan yang mulai jengah dengan perkataan Zaiden yang terus berputar-putar itu


" Tentu saja ada hubungannya, coba kamu pikirkan, setelah Bagaskara menghilang tanpa jejak, kemudian putrinya, Ruksa ikut menghilang juga, lalu esok paginya, putri mu juga ikut menghilang,." ungkap Zaiden. " Dan juga, bukankah, putri mu berteman baik dengan Ruksa? '


Ruslan terdiam, mendengar penuturan pria di depannya, ia sendiri sebenarnya tidak tahu bahwa Ruksa menghilang, pasalnya, saat menghampiri kediaman wanita itu, ia langsung di cegat oleh para pengawal yang berjaga di sana. lalu menyuruhnya untuk pergi.


" Tahu dari mana kamu kalau mereka telah hilang? "


Zaiden pun langsung memasang wajah sombongnya, ia memajukan langkahnya, mempersempit jarak di antara mereka. Namun, saat hendak membuka mulutnya, tiba-tiba Rajendra angkat bicara dan mengatakan bahwa mereka mengetahuinya secara tak sengaja saat menjenguk cucu Chandra Wisesa yang merupakan korban dari kasus mereka.


Ruslan pun kembali terdiam, mendengar penuturan dari Rajendra, entah kenapa perasaannya menjadi semakin tak enak, ia merasa bahwa putrinya berada di dalam masalah yang besar yang tidak seharusnya di hadapinya.


Di tempat lain, Tubuh Ruksa tergelak lemas di atas sebuah ranjang, Jika pada saat itu, Mikael tidak datang menyelamatkannya, mungkin semua kuku di jarinya telah hilang dicabuti oleh dua gadis tak berperasaan itu.


Namun, sebagai hasilnya, ia tak tidur sepanjang malam, bukan karena luka yang di deritanya tapi melainkan berkat perkataan Mikael yang mengatakan bahwa Dania dan Aldan adalah saudara kembar, dia juga mengatakan, bahwa itulah alasannya mendekatinya selama ini.


Namun, karena Ruksa sudah terlalu tahu banyak tempat ini, maka Mikael tak bisa mengeluarkannya, maka dari itu, dirinya hanya memberikannya ranjang, selimut dan juga bantal yang nyaman untuk digunakannya.

__ADS_1


Ruksa pun hanya terdiam tak bisa berkata-kata, tentunya ia sangat terkejut mendengar hal itu, tapi rasa terkejutnya mungkin tak sebanding dengan Dania yang mendengarkan semuanya secara langsung, sebab, selnya berada tepat di sampingnya


__ADS_2