Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
125


__ADS_3

" Maaf, saya menolaknya menjadi ketua, karena bagi saya Ruksa tetap pilihan yang terbaik untuk mengganti Ketua. " ucap salah satu pria di sana.


" Saya juga, meski dia perempuan, tapi dia banyak berjasa untuk membangun keluarga Wisesa hingga sebesar ini. "


" Saya juga setuju, mari kita tunggu dia kembali, saya yakin dia masih hidup. Bukan begitu, tuan Bagaskara. " timpal seseorang yang merupakan salah satu pemegang saham di keluarga Wisesa, dan orang itu adalah Rusdi.


Sebelumnya, ia tak sengaja mendengar percakapan antara Ruksa dan Dania yang ingin memasuki rapat direksi keluarga Wisesa. Tentunya, sebagai paman yang baik, ia harus menolong keponakannya, dengan menawarkan diri untuk mengulur waktu sampai Ruksa dan keponakannya datang dan membawa orang yang bernama Ismail itu.


*Back to the story.


Arga hanya terdiam, mendengar argumen yang menentang keberadaan dirinya, begitu pula dengan ayahnya yang masih sakit itu.


" Tuan, bisakah aku mempertimbangkannya kembali? Anda ini masih muda, bagi saya, anda masih mampu memimpin keluarga ini hingga sepuluh tahun ke depan. "

__ADS_1


" Benar tuan ku, lagi pula Ruksa belum kembali, tak bisakah kita menunggunya? "


" Betul. "


" Kenapa memangnya jika aku, lagi pula Ruksa itu hanya seorang perempuan, meski aku akui dia memang hebat, tapi bukankah kalian pernah mengeluh akan sikapnya yang berubah drastis? Dan juga dia sudah kehilangan dukungan terbesarnya, yaitu keluarga Kusuma, jadi kalian hanya ada satu pilihan yaitu aku. " terang Arga sembari menunjuk dirinya sendiri, ia juga menambahkan kualifikasi atas kelayakannya sebagai ketua baru dengan mengumumkan pernikahannya dengan Alexa yang merupakan ketua gang dunia bawah.


Semua orang yang berada di sana pun langsung terdiam, mereka cukup terkejut dengan identitas wanita yang sejak tadi duduk manis di samping Arga itu, awalnya mereka hanya mengira bahwa wanita itu hanyalah seorang wanita murahan. Tapi siapa sangka, bahwa wanita itu ternyata memiliki identitas yang cukup mengejutkan, karena sebagian orang yang berada di sana, termasuk Rusdi tak pernah melihat sosok ketua geng dunia bawah. Yang mereka tahu hanyalah bahwa geng tersebut di pimpin oleh seorang wanita.


" Bagiku, Ruksa adalah kandidat yang sempurna, maka dari itu aku memilih menunggunya kembali. "


Sebuah peluru mendarat tepat di dahi pria itu, hingga membuatnya tewas seketika. Membuat keadaan di sana semakin menegang. Tak lama kemudian setelah penembakan itu, seseorang berjas hitam masuk ke dalam dan membisikkan sesuatu di telinga Arga. Di detik berikutnya, pria itu menyunggingkan bibirnya lalu tertawa terbahak-bahak.


" Baiklah, karena kalian sangat terobsesi dengan wanita itu, maka akan ku bawakan kepalanya kepada kalian. "

__ADS_1


" Arga!!! Bukankah kamu sudah berjanji untuk tidak menyentuh putriku?! "


" Paman tenang saja, aku tak akan menyentuhnya, aku hanya akan menembak kepala, tentunya bukan aku yang memenggal kepalanya, karena aku sudah berjanji untuk tidak menyentuhnya. "


" Arga! Kamu bajingan! Bagaimana bisa kamu membunuh saudari mu sendiri. "


" Sayangnya, aku tidak peduli, lagi pula aku tidak memiliki darah Wisesa sedikit pun karena pria yang ada di samping mu itu bukan adik mu, tapi melainkan seseorang yang sangat terobsesi dengan dirimu. Dia bahkan melakukan operasi plastik untuk merubah wajahnya agar persis menyerupai wajah adik mu itu setelah membunuhnya lalu membunuh istrinya. Apa paman tahu, betapa tersiksa aku harus hidup dengan pembunuh sepertinya? Aku bahkan rela menjadi mesin penghasil uang untuk ibuku yang matre lalu menjadi seorang gay, agar bisa menghindari pembunuh itu. " ungkap Arga yang kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


" Apa semua itu benar? Jawab aku! " tanya Bagaskara yang mencengkram kerah baju Chandra Wisesa.


" Iya. "


" Lalu kamu siapa?! Kenapa kamu membunuh adikku? "

__ADS_1


" Karena dia yang telah membunuh sahabat ku beserta istrinya, awalnya aku ingin membunuh mu juga dengan wajah adikmu, tapi aneh nya rasa benci itu hilang begitu saja dan malah berganti dengan rasa kekaguman ku terhadap mu. "


" Bajingan!!! "


__ADS_2