Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
35


__ADS_3

Dania Pov


Saat mendengar bahwa Ruksa akan datang, Dania pun langsung menatap Aldan yang masih terbaring tertidur di atas ranjang, meski ia tahu, laki-laki itu hanya berpura-pura tidur.


Dania sangat mengerti perasaan itu, ia pun berjalan masuk kembali ke dalam kamar, mengambil tas yang tersimpan di atas meja. " Aku ada urusan sebentar, jika ada perlu sesuatu kamu jangan sungkan meminta bantuan pengawal yang berada di luar. "


Hening tak ada jawaban sama sekali.


" Kalau begitu aku pergi. " Dania pun pergi dari kamar itu dan bergegas menemui Ruksa di sebuah kafe yang sebelumnya mereka gunakan sebagai tempat pertemuan.


Setelah kepergian Dania, Aldan pun perlahan membuka kelopak matanya. Menatap ke arah pintu dengan tatapan yang sulit di artikan.


Setibanya di kafe, Ruksa sudah menunggu di tempat duduk yang sama serta segelas cangkir es krim yang sama.


Dania pun berjalan menghampiri Ruksa.


" Bagaimana keadaannya? " Tanya Ruksa.


" Kata dokter, kondisinya sudah agak membaik dari sebelumnya, dan dia harus menjalani pengobatan secara rutin agar bisa sembuh seperti dulu, tapi sayangnya dia menolak pengobatan, tak peduli siapa yang membujuknya, dia tetap menolak. Bahkan dia memarahi ku karena sudah membantunya hidup. Kini dia tak ingin berbicara dengan siapa pun termasuk pada kakeknya sendiri. " terang Dania panjang lebar


Ruksa pun mengangguk-anggukan kepalanya mengerti, meski tidak pernah dekat, namun tampak jelas anak itu mewarisi sifat keras kepala dari ayahnya.


Bahkan pria itu enggan pulang, meski putranya sendiri masuk rumah sakit bahkan sampai di rawat inap. Terkadang Ia tak mengerti dengan pemikiran pria itu, kenapa dia bisa tak tergerak sedikit pun hati nya untuk melihat putranya sendiri?


Tangan Ruksa tiba-tiba terhenti memasukkan es krim itu ke dalam mulutnya, ia meletakkan sendok es krim itu lalu menatap intens pada Dania.


Di tatap seperti itu tentu membuat Dania tak nyaman, ia pun menjadi salah tingkah. " Kenapa menatap ku seperti itu? Apa ada yang salah? "


" Maaf, dan juga bantuin gue. "


" Huh? "


Tubuh Dania tertegun, ia begitu terkejut dengan sikap Ruksa yang tiba-tiba seperti itu, membuat bulu kuduknya berdiri. Untuk pertama kalinya dirinya melihat wanita bersikap memelas.


Dia tak seperti dia yang biasanya.

__ADS_1


" Bantuin gue, please. "


" Ada apa? Apa ada masalah? "


Tanpa menjawab pertanyaan dari Dania, Ruksa malah membenturkan kepalanya ke atas meja dengan begitu cukup keras, ia pun mendesah frustasi.


Ia pun mengangkat kepalanya, tampak jelas di wajahnya yang terlihat sangat frustasi.


" Ada apa? Apa mereka mencoba membalas dendam? "


" Bukan. "


" Lantas apa yang terjadi. "


" Ayah lo marah sama gue. " lirihnya dengan suara pelan.


Kendati begitu, Dania masih bisa mendengarnya dengan jelas, ia pun mencoba membujuk wanita yang sedang bertransformasi menjadi seorang anak kecil berumur lima tahun.


Dania tak pernah menyangka akan melihat sisi lain dari wanita itu.


Apakah dia bisa hidup normal seperti sebelumnya? Jawaban adalah tidak, karena wanita itu sudah merubah seluruh hidupnya menjadi seratus delapan pulih derajat.


Bukankah mereka hanya bertukar tubuh untuk sementara waktu?


Lantas apa yang akan terjadi selanjutnya jika dirinya kembali ke tubuhnya? Pastinya akan sulit.


Meski Ruksa selalu memberitahukan semua tindakannya tanpa meninggalkan satu pun. Namun Dania tak yakin bisa mengikuti alur yang di buat wanita itu . Bahkan hidup sebagai dia pun terasa seperti neraka.


Bagaimana tidak? Dania yang suka ngeri melihat ayam yang di bunuh dan di potong. Lalu bagaimana jika itu seorang manusia yang sengaja di cincang untuk di berikan pada hewan buas untuk menghilangkan jejak?


Entah sudah berapa kali dirinya harus melihat mayat dengan tubuh yang sudah tak lengkap atau pun dengan kondisi tubuh yang mengenaskan.


Namun karena jiwanya sedang berada di dalam seorang wanita Mafia, mau tak mau Ia harus berusaha sebisa mungkin untuk tidak memuntahkan seluruh isi di dalam perutnya.


Rasanya ia ingin segera kembali ke tubuhnya, tenyata hidup sebagai Ruksa Wisesa tak seindah yang ia kira pada awalnya.

__ADS_1


Bahkan sang malaikat maut beberapa kali mendatanginya dan memarahinya karena tak pandai menjaga tubuh sementaranya dengan baik.


Pernah suatu hari dirinya tak sadarkan diri setelah makan di sebuah restoran bersama dengan seorang kolega untuk mendapat sah.


Namun siapa sangka, kolega yang awalnya bersedia berada di pihaknya, malah menusuknya dari belakang.


Kebetulan saat itu Ismail tak ikut karena mengurus urusan lain, ia dengan sifat naif nya, memutuskan menemui kolega itu yang merupakan seorang wanita cantik berbadan subur.


Tak ada rasa kecurigaan yang muncul dalam benak Dania, keduanya saling bertukar kata, hingga kepala Dania tiba-tiba terasa berat, penglihatannya tiba-tiba menjadi buram. Hingga ia pun jatuh pingsan tak sadarkan diri.


Saat tersadar, seluruh tubuhnya sudah terikat oleh sebuah tali yang melilit di seluruh tubuhnya, tempat itu begitu gelap, sempit dan juga pengap, kedua bola matanya menyusuri setiap sudut tempat itu, dan mengamati rinci tempat yang ternyata terbuat dari kayu.


Dania pun mencoba melepaskan ikatan itu, namun ikatan itu begitu kuat membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.


Tak lama kemudian, terdengar suara ribut yang berasal dari luar.


Ia pun mencoba membuat suara menggunakan kakinya, namun sayangnya usahanya sia-sia.


Setelah cukup lama berpikir , Dania pun menyadari bahwa dirinya tengah di kubur hidup-hidup. Ia pun semakin meronta dan memukul pasak kayu itu, namun seberapa keras ia memukul benda itu dengan cukup keras, tak ada satu pun dari luar sana yang mau membantunya.


Apa aku akan mati? Tidak! Aku tak ingin mati, aku masih ingin bertemu dengan ayah. Tuhan tolong selamatkan nyawaku ini, aku berjanji saat aku kembali ke tubuhku, aku akan menjadi anak yang baik. batinnya seraya menitikkan air mata.


Dania pun mulai kesulitan untuk bernafas, keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuhnya.


Ayah maafkan Dania.


Dor! Dor! Dor!


Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah luar, Dania yang sudah putus asa kembali menemukan cahaya, sebisa mungkin ia membuat suara lagi dengan kedua kakinya.


Tak lama kemudian, ia pun melihat siluet cahaya.


" Nona, maafkan atas keterlambatan saya. "


Meski penglihatannya masih buram akibat menerima cahaya yang begitu banyak secara tiba-tiba, tapi ia menyakini bahwa suara itu adalah milik Ismail, ingin rasanya Dania memeluk pria itu, namun sayangnya sudah tak ada lagi tenaga yang tersisa di tubuhnya, ia pun langsung terkulai lemas lalu tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2