
Ruksa hanya terdiam mendengarkan ucapan Mia, tak ada yang salah dengan ucapan wanita itu, hanya saja ia tak bisa membiarkan mereka begitu saja. Sebab apa yang anak-anak itu sudah melebihi batas wajar untuk ukuran anak SMA.
Bahkan ia yang sudah menjalani pekerjaan kotor, tak akan membuat mereka masuk ke rumah sakit tanpa adanya pertanggung jawaban.
Dan satu lagi, Ruksa tak pernah memaksa siapapun untuk mengikuti acara itu. Sangat berbeda dengan anak-anak itu lakukan yang memaksa pesertanya untuk ikut serta.
Maka dari itu, Ruksa harus turun tangan dan memberi mereka sebuah pelajaran, agar mereka tahu apa yang mereka lakukan itu salah. Lagi pula dirinya juga sudah memutuskan untuk menyelesaikan semuanya sebelum jiwanya kembali ke tubuhnya.
" Terserah padamu yang penting, aku sudah memperingatkan mu. " ujar Mia seraya mengirimkan semua file yang berada di tabletnya pada Ruksa.
File itu berisi semua data-data siapa saja yang terlibat dalam judi sambung manusia itu, selain Roland selaku penyedia tempat sekaligus bandar.
Ada pula sekelompok anak yang merupakan dari sekolah lain yang jaraknya cukup jauh dari Sky Dream High School, dan peran mereka adalah sebagai penyedia orang untuk mereka adu. dengan pemimpin mereka yang bernama Alvaro.
Cara pemilihan orang mereka cukup unik, yaitu dengan menipu akan memberi kertas jawaban jika si korban mau menuruti semua permintaan mereka.
Tak sedikit dari korbannya yang tak percaya dengan hal tersebut, tapi tak sedikit pula yang percaya, sebab mereka di perlihatkan langsung dengan kertas ujian tersebut.
Kebanyakan korban mereka merupakan siswa kelas tiga yang berasal dari kalangan bawah.
Ketatnya persaingan untuk memasuki universitas ternama, membuat mereka tak banyak pilihan dan akhirnya menyetujui permintaan tersebut
Namun sayangnya, para korban harus menelan pil pahit, sebab mereka hanya di jadikan alat saja. Dan kunci jawaban itu bukan lah kunci jawaban yang mereka inginkan.
Alhasil, tubuh mereka menjadi korba, namun tak berani melapor. Sebab ganjarannya adalah nyawa.
Ruksa baru tahu, ternyata mereka merupakan salah satu anak geng 12 Zodiak.
" Tapi kenapa hanya ketua Sagitarius saja yang tak memiliki wajah? "
" Itulah uniknya dia, dari awal pembentukan geng 12 Zodiak ini. Hanya dia seorang yang belum pernah menampakkan wajahnya. Pada siapapun dan hanya beberapa orang saja yang bisa menemuinya. Dia juga digadang-gadangkan sebagai ketua 12 Zodiak itu sendiri. " terang Mia. " Bahkan, dengan keterampilan ku, aku tak bisa mengungkap wajahnya. " tambahnya.
Meski geng Zodiak ini baru terbentuk tiga tahun yang lalu. Namun kekuasaannya sudah setara dengan seorang Mafia sungguhan.
__ADS_1
Ruksa pun mengangguk-anggukan kepalanya, di tangannya ia menatap layar yang memperlihatkan data dari seorang Alvaro Rodrigo yang merupakan ketua dari Scorpio.
Anak laki-laki itu merupakan seorang siswa nakal tapi berbakat yang berasal dari sekolah elit Cloud High School yang merupakan sekolah terbaik no satu di negeri A, yang sebelumnya di pegang oleh Sky Dream High School.
Namun karena dua video kekerasan yang tersebar di jejaring sosial. Membuat pamor sekolah itu turun menjadi no dua.
Latar belakang Alvaro sendiri tidak berbeda dengan keluarga Roland yang sama-sama memiliki latar belakang seorang pengusaha. Dia juga memiliki IQ yang cukup tinggi.
Jika di bandingkan keluarga Roland yang terlihat harmonis namun hancur dalam yang di sebabkan oleh sang ayah yang memilih meninggalkan keluarganya demi seorang wanita yang berasal dari kalangan bawah.
Kedua sudut Ruksa terangkat, tak sia-sia dirinya meminta bantuan dari wanita itu, karena hanya butuh hitungan menit ia bisa memiliki semua informasi yang di butuhkan. Memang wanita itu adalah yang terbaik.
Namanya adalah Mia, seorang wanita hacker berbakat yang belum pernah Ruksa miliki. Meski wanita itu tak pernah mendudukkan pantatnya di bangku sekolah. Namun karena kejeniusan alami yang di milikinya membuatnya berbeda, dan Ruksa menyukainya..
Pertemuan pertama mereka tidaklah baik, sebab Mia di tangkap karen usahanya yang ingin mencuri data perusahaannya yang akan ia jual pada seseorang..
Usianya sendiri saat itu masih sangatlah muda, kurang lebih sekitar empat belas tahun, sedangkan Ruksa saat itu sudah berumur dua puluh tahun yang sedang merintis karirnya yang baru.
Bukan Ruksa namanya jika langsung menyerah begitu saja, sebab ia bisa melihat adanya potensi bagus Mia untuk perusahaannya.
Bagaimana pun caranya? Entah itu dengan cara halus atau pun kasar. Dirinya harus mendapatkan perempuan itu dan berada di dalam genggamannya.
Suatu hari, Ruksa pergi untuk mengunjungi kakeknya. Namun tak sengaja dirinya menangkap siluet Mia yang keluar dari salah satu kamar pasien.
Saat di hampiri, wajah Mia terlihat sangat kacau, tersirat jelas bahwa perempuan itu sudah lelah dengan kondisi ibunya yang tak kunjung membaik. Sedangkan ida sendiri sudah tak sanggup untuk membayar tagihan rumah sakit yang membludak itu.
" Makanan manis bisa membuat mu tenang. " Ujar Ruksa seraya mengulurkan satu batang permen pelangi pada Mia
" Tidak butuh. " ujar Mia dengan nada ketus, akan tetapi perutnya berkata lain.
Ruksa pun terkekeh geli melihat sikapnya yang malu-malu. Ia pun bangkit dari kursi itu seraya meninggalkan permen pelangi di samping Mia.
Ia kemudian menawarkan pekerjaan pada Mia dengan gajih tinggi, ia juga menambahkan akan membayar semua hutang yang dimilikinya serta memberikan perawatan terbaik untuk ibunya yang menderita kanker Ovarium. yang sudah di deritanya selama empat tahun.
__ADS_1
" Jika kamu bersedia, datanglah padaku kapan pun kamu mau. " Ruksa berkata seraya meninggalkan kartu pengenalnya.
Ia pun berjalan meninggalkan Mia
" Apa tidak apa-apa meninggalkannya seperti itu. " kata Ismail.
" Tidak apa, lagi pula dia sama seperti pasir, terlalu menggenggamnya di akan pergi, biar kan dia sendiri yang datang. "
Dan benar saja, seminggu kemudian. Mia datang dan setuju bergabung dengan Ruksa.
Sejak saat itu, tak ada lagi data yang tercuri tanpa permisi sebab wanita akan dengan sadis membantai musuhnya tanpa ampun.
Jika di ingat kembali, perusahaannya tak akan berjalan lancar tanpa bantuan dari campur tangan Mia.
Empat tahun telah berlalu dengan begitu cepat namun bentuk tubuh perempuan itu tak pernah berubah sejak dulu.
Fisiknya yang kecil sert dandanannya yang seperti anak kecil itu membuat orang salah paham dengan mengira bahwa dia adalah anak SMP.
" Kalau begitu terima kasih yah. " Ruksa berkata serata berkemas mengemasi tas sekolahnya
" Eits, mau kemana? Ingat tak ada yang gratis di dunia ini. "
" Kenapa? "
" Bayar. "
" Huh? Sorry tapi gue nggak bawa uang. "
" Aku nggak tertarik sama uang kamu. "
" Jadi? "
" Jawab pertanyaan ku. Ada hubungan apa kamu dengan Nona Ruksa? "
__ADS_1