Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
56


__ADS_3

Menjelang bangku SMA, keduanya memutuskan untuk memilih jalan masing-masing, meski sempat satu sekolah, namun keduanya mengambil jurusan berbeda. Membuat keduanya jarang saling bertatap muka.


Lalu secara tiba-tiba Ruslan memutuskan untuk pindah sekolah yang membuat seisi sekolah gempar. Pasalnya dia di kenal sebagai pria paling populer dengan image baik yang melekat di dalam dirinya.


Meskipun semuanya adalah sebuah kebohongan, sebab Nisya tahu, bahwa pria itu tak sebaik yang banyak orang kira.


Tanpa sepengetahuan banyak orang, Ruslan itu suka sering terlibat sebuah tawuran antar Komplek sebelah. Dan dia merupakan orang paling bar bar dan gila yang pernah Nisya kenal.


Kepindahannya yang tiba-tiba itu, membuat para perempuan sedih karena tak dapat melihatnya lagi, tapi tidak dengan laki-laki yang merasa lega karena kepergiannya, karena tak ada lagi saingan cinta bagi mereka.


Sebelum tahu alasan dari kepindahan dari Ruslan, Nisya tak mengerti sama sekali, pasalnya dirinya tak pernah terlibat masalah apapun. Lantas apa yang membuatnya pindah?


Namun kecemasan dan keheranan Nisya pun akhirnya terbayar lunas setelah pulang sekolah, tat kala laki-laki itu mengatakannya secara langsung bahwa dirinya sudah menemukan orang yang selama ini di carinya.


Karena ingin mengenal dan lebih dekat, Ruslan pun memutuskan untuk pindah sekolah saja.


Mendengar pernyataan yang keluar sari mulut Ruslan membuat Nisya pun hanya bisa memutar bola matanya dengan malas.


Dasar bucin!


Tapi apa boleh buat, lagi pula itu bukan urusan Nisya, sebab dirinya pun sama-sama tengah mengejar tambatan hatinya yang merupakan seorang kakak kelas.


" Kalau begitu, semoga beruntung. " ucap Nisya.


Ruslan pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya seraya tersenyum.


Untuk pertama kalinya Nisya melihat pria itu tersenyum seperti itu, membuatnya berpikir apakah dirinya juga tampak konyol juga seperti itu.


Sejak saat itu keduanya pun menjadi jarang saling bertemu karena kesibukan masing-masing. Terutama Ruslan yang memiliki kegiatan ekstrem bersama gebetannya Ruksa.


Sesekali, pria itu akan berkunjung ke rumah Nisya dan meminta pendapatnya tentang hal apa saja yang di sukai dan di lakukan oleh seorang perempuan.


Awalnya, Nisya tak keberatan sama sekali, namun lama kelamaan ia pun mulai jenuh, terlebih lagi pria itu tak kenal waktu sama sekali. Pasalnya, Ruslan selalu datang pada jam dua belas malam ke atas.


Di mana, di waktu-waktu itu, Nisya tengah asyik-asyiknya tertidur, terlebih lagi dirinya Tengah mengikuti sebuah lomba matematika Nasional yang akan di adakan bulan depan.


Maka dari itu dirinya harus lebih fokus dari biasanya. Tapi sayang nya, Ruslan selalu datang dan membuatnya naik pitam. Ia pun memutuskan untuk melemparkan sebuah buku tebal tepat ke wajah laki-laki itu, berharap bisa membuat efek jera.


Dan cara ini berhasil, keesokkan paginya , Ruslan pun akhirnya menyerah dan berhenti mengunjungi temannya itu. Sebab dirinya tak ingin mendapat lemparan buku di wajahnya lagi.


Masih mending, jika lemparan itu tak meninggalkan bekas, tapi sayangnya setiap buku itu melayang ke wajahnya. Pasti akan meninggalkan bekas luka memar.


Setelah itu, Ruslan pun memutuskan untuk tidak datang berkunjung lagi. Ia tak ingin wajahnya itu menjadi korban terus menerus.

__ADS_1


Setiap Ruslan mendapat luka di wajahnya, membuat Ruksa pun menjadi penasaran, karena pasalnya, luka itu akan bertambah setiap harinya, ia pun berniat membalas dendam.


Namun sebagai seorang laki-laki yang harus menjaga martabatnya, Ruslan pun hanya bisa membuat kebohongan, dengan mengatakan bahwa luka. di wajahnya adalah hasil dari perkelahiannya dengan sekolah sebelah.


Ruksa yang mendengar hal tersebut, tentu tak terima, ia pun bangkit dari posisi duduknya seraya mengepalkan tinjunya dan siap balas dendam kapan saja.


Namun hal itu langsung di cegah oleh Ruslan, ia mengatakan bahwa dirinya bisa mengatasinya sendiri.


" Beneran nih? " tanya Ruksa memastikan.


" Iya Benarlah masa gue bohong sih sama lo. " timpal Ruslan.


Akan tetapi, Ruksa tak langsung percaya begitu saja. Kedua matanya menatap lekat pada wajahn laki-laki itu.


Sadar tengah di perhatikan, Ruslan pun menatap balik Ruksa, dan melihat ekspresi tidak percaya dalam wajah wanita itu, ia pun mendesah seraya menggaruk kepalanya. " Lo masih nggak percaya sama gue?! "


" Lo itu bukan Tuhan, ngapain coba gue percaya sama lo. " timpal Ruksa yang menohok hati.


Tapi Ruslan tak ambil hati sama sekali ia malah memutar kedua bola matanya dengan malas, di detik berikutnya, sebelum percakapan ini semakin menjauh, ia pun merogoh sesuatu di balik saku celananya dan mengambil sesuatu di sana.


Ia pun bangkit dari posisi duduknya, lalu berjalan ke arah Ruksa.


" Tunjukkin telapak tangan lo. "


" Udah, sini kasih liat gue. "


Ruksa pun berdecak sembari menuruti permintaan pria itu, ia pun mengulurkan tangannya pada Ruslan.


Awalnya Ruksa tak mengerti apa yang di inginkan pria itu, hingga sebuah gelang hitam dengan 2 buah gantungan melingkar di tangan kirinya.


" Ini apa? "


" Gelang, masa lo nggak tahu. "


Plak! Ruksa memukul bahu Ruslan dengan cukup keras.


" Orang buta juga tahu kalau ini tuh gelang! "


" Masa sih, kan buta, emang bisa lihat?. "


" Lama-lama gue bogem juga lo yah. " ucap Ruksa yang mulai kesal.


" Jangan dong, ntar nggak ada lagi yang naksir dong. "

__ADS_1


" Bodo. "


" Selamat ulang tahun dan happy anniversary, gelang itu adalah hadiah ulang tahun lo sekaligus perayaan untuk satu tahun pertemanan kita." ungkap Ruslan tiba-tiba seraya memperlihatkan gelang yang sama dengan apa yang ada di tangan Ruksa.


" Dih apaan lebay banget. " ucap Ruksa seraya menyembunyikan senyuman kecil di wajahnya.


Meski senyum itu tak bisa di lihat oleh Ruslan secara jelas, namun laki-laki itu ikut merasa senang.


*Drrrtt drrrrt.


Tiba-tiba* ponsel Ruslan bergetar di balik sakunya, ia pun mengernyitkan kedua alisnya ketika melihat nama yang tertera di layarnya.


Tanpa membuang waktu, Ruslan pun menekan tombol hijau, lalu mendekatkan benda itu ke daun telinganya


" Ada apa? "


" Lan, tolongin gue. "


" Lo kenapa? "


" Gue takut. "


" Okeh gue ngerti, untuk sementara waktu lo tenangin diri dulu,. gue bakalan ke sana secepat mungkin, lo sms-in aja tempatnya di mana ok? " Ruslan berkata seraya memutuskan penggilan itu secara sepihak.


" Ada apa? " tanya Ruksa.


" Sorry, Sa, gue ada keperluan mendadak, tadinya gue mau ngajak lo makan, tapi . . "


" Ok, gue ngerti, pergi sana. "


Ruslan pun menganggukkan kepalanya, seraya berjalan lalu menaiki sepeda motor Rx king miliknya, tanpa menyia-nyiakan waktu ia pun langsung ancap gas menuju dimana Nisya berada.


Setibanya di lokasi, di sebuah warnet. Ruslan pun mencari keberadaan wanita itu. Namun sayangnya ia kesulitan sebab ada banyak orang di sana. Hingga kedua matanya jatuh pada seorang wanita yang memakai pakaian aneh.


Penasaran, Ruslan pun berjalan mendekati sosok itu.


Setibanya di belakang sosok itu, ia pun menepuk bahu wanita itu hingga sang empu terlonjak kaget.


" Lo ngapain di sini. "


" Ruslan~ Gue takut~ " Nisya berkata menangis seraya memeluk tubuh Ruslan dengan erat.


" Ok gue tau lo takut, tapi please jangan nangis kayak gini dong, "

__ADS_1


__ADS_2