
Darian merupakan salah satu petinggi osis di sekolah. Pria itu merupakan seorang anggota osis yang sangat taat akan aturan sekolah, dirinya bahkan tak akan memberi ampun bagi siapa pun yang melanggar aturan sekolah. Tak peduli dia berasal dari keluarga mana, aturan tetap lah aturan.
Tak hanya itu saja, pria itu juga seorang pengagum no satu Mikael Lewis, baginya EL merupakan sosok yang patut di jadikan panutan.
Meski usianya satu tahun lebih tua dari Mikael, namun pria itu sangat mematuhi apa yang keluar dari mulut EL.
Baginya perintah EL adalah hal mutlak yang tak bisa di ganggu gugat.
Akan tetapi untuk pertama kalinya dirinya menyimpan rasa kecewa terhadap sosok yang sangat dikaguminya. Lantaran keputusannya yang membuatnya berakhir dengan penghinaan seperti ini.
Padahal sebelumnya Daria sudah mengingatkannya untuk tidak ikut campur tangan dengan urusan siswa lain dan biarkan saja dirinya yang akan mengurusnya.
Namun seakan terkena sihir, Mikael tak pernah mendengar pendapatnya. Dan sekarang lihat sendiri hasilnya.
Tak hanya tak tahu terima kasih, perempuan itu bahkan menyalahkan EL, akibat perbuatan dirinya sendiri.
Bagaimana bisa ada seorang perempuan yang menyia-nyiakan ketulusan EL yang merupakan sesuatu hal yang langka untuk di dapatkan siapa pun termasuk dirinya.
Sungguh Darian tak habis pikir dan tak mengerti cara berpikir perempuan itu, seharusnya dia bersyukur karena mendapatkan perhatian dari seorang Mikael Lewis.
Argh perempuan itu sungguh membuatnya marah. Darian yakin bahwa apa yang di katakan Roland waktu itu adalah sebuah kebenaran. Sebab perempuan ini tak ada rasa takut-takut terhadap dirinya. Bahkan perempuan itu terlihat sedang menantang dirinya. Ingin sekali rasanya ia melayangkan tinjunya namun ia harus menjaga martabatnya di depan Mikael.
" Senior, tolong hentikan. " Setelah cukup lama terdiam EL pun akhirnya membuka suaranya, ia pun meminta kedua perempuan itu untuk menjauh dari hadapannya. Ia berjalan menghampiri Ruksa dan menarik tubuh Darian untuk menjauh dari perempuan itu.
" Dania maafkan salah satu senior ku ini, dia memang agak sensitif dan juga agak berlebihan, dan juga kamu tenang saja mulai hari ini aku tak akan mendekati mu lagi. Maaf sudah membuat hari mu jadi semakin sulit." tambahnya dengan perasaan penuh sesal.
" EL!! Kami gila yah kenapa. . .
" Senior, aku bilang hentikan. Ini adalah urusan ku dengan Dania, mohon pengertiannya. " ujar EL.
Meski kata-katanya terdengar sangat sopan. Namun Ruksa merasa ada penuh tekanan dalam nada berbicaranya membuat siapapun yang mendengarnya akan merinding, termasuk dirinya sendiri.
Pantas dia diangkat sebagai ketua osis di tahun pertamanya. Selain memiliki wibawa ia juga mampu menertibkan bawahannya yang usianya berada di bawahnya.
__ADS_1
" Karena urusan kita sudah selesai, maka tak alasan untuk aku berada di sini. Kalau begitu aku pamit, maaf sudah merepotkan. " Ungkapnya seraya berjalan meninggalkan ruangan itu.
" Dania! " Seru EL.
Langkah kaki Ruksa pun terhenti, ia berbalik menatap pria itu. " Ada apa? "
" Meski aku di larang untuk mendekatimu, tapi jika kamu mendapat masalah lagi. Maka pintu osis ini akan selalu terbuka untuk mu. "
" Baiklah, terima kasih. " Timpalnya lalu benar-benar pergi dari tempat itu.
Sepeninggalan Ruksa. Darian pun menatap Mikael dengan tatapan kebingungannya. Ia tak mengerti kenapa ketuanya itu sangat perhatian pada perempuan itu. Memang apa bagusnya dia? Cantik tidak. Baik, tidak, jelek iya. Satu-satunya yang di miliki perempuan itu hanyalah ukuran dadanya saja yang memiliki ukuran E cup.
Namun, keputusan Mikael adalah hal yang mutlak, dirinya sungguh ingin melindungi perempuan itu. Sebab dirinya merasa tak berguna karena sudah gagal melindungi perempuan itu untuk kedua kalinya. Maka dari itu dia berinisiatif untuk selalu di sampingnya. Tapi ternyata keberadaanya malah semakin menambah beban saja.
Darian yang mendengar penuturan tersebut merasa tersentuh dan juga rasa hormatnya semakin bertambah berkali-kali lipat. Akan tetapi ia masih tak terima dengan sikap perempuan itu yang menurutnya sangat kurang ajar.
Ia pun memutuskan untuk mengajarinya secara langsung untuk berlatih bela diri. Agar perempuan itu tak lagi menjadi beban sekolah maupun Mikael.
Kesal karena sudah di abaikan. Darian pun mengejar Ruksa dan meraih tangan perempuan itu.
Ruksa pun membelalakkan matanya karena kaget di tarik begitu saja, bahkan tubuhnya tak sengaja menabrak dada bidang pria itu. Di detik berikutnya ia menjauhkan diri dari dekapan pria itu.
" Lo tuh yah, di panggil dari tadi juga. Nggak denger apa? Makanya kalau punya kuping itu di pake bukan di buat pajangan doang? "
" Emang kapan manggil? "
" Dari Lo brojol! Iya dari tadi lah. Lo budeg yah? "
" Emang lo manggilnya gimana? "
" Buruk rupa. "
" Please yah, Gue itu punya nama. Dan Nama gue Dania. D-A-N-I-A okeh?. "
__ADS_1
" Nggak peduli, intinya lo harus belajar mandiri supaya nggak mengganggu EL lagi. "
" Bukankah tadi sudah jelas . . .
" Terserah, pokoknya hari besok, surat pendaftaran lo harus sudah ada di tangan gue. " selanya.
" Kalau nggak mau? "
" Terpaksa harus pakai kekerasan. "
' Ini anak maksa banget sih, kayak ketuanya. Apa jangan-jangan mereka saudara? Tapi mukanya jauh beda. ' batin Ruksa.
Tanpa mendengar penjelasan dari Ruksa, Darian pun pergi begitu saja.
Ruksa pun hanya berdiri mematung memandangi punggung Roland yang perlahan menjauh lalu menghilang.
Kedua tangannya terlipat di dada. Memikirkan bahwa ternyata EL cukup menarik, selain menjadi sosok panutan sekolah. Dia juga mampu membuat siapa pun tunduk seperti itu.
Namun Ruksa harus berhenti memikirkan pria itu, karena yang terpenting sekarang adalah mencari tahu siapa dalang dari sambung manusia tersebut. Sebab ia tak ingin jika sekolah itu sudah jatuh di tangannya. Takutnya permasalahan ini akan membuatnya terjatuh.
Maka dari itu ia harus segera membereskan masalah ini secepat mungkin sebelum rapat pemegang saham itu jatuh ke tangannya.
Tapi siapa dalang semua ini. Ruksa yakin bahwa Roland bukanlah dalangnya, sebab ia tahu betul bahwa pria itu tak pandai menggunakan otaknya untuk membuat hal tersebut.
Dan langkah pertama yang harus di lakukan nya adalah membuat daftar nama , siapa saja yang terlibat dengan judi manusia itu.
Tapi masalahnya ia tak tahu siapa nama mereka, jika bertanya pada Dania pun, ia ragu bahwa gadis itu akan mengetahuinya
Satu-satunya cara untuk membuat daftar nama itu adalah dengan melihat data pribadi siswa sekolah ini,
Namun sayang nya ia tak memilikinya. Seketika ia menyesal karena telah berkata kasar pada Mikael, seharusnya ia memanfaatkannya terlebih dahulu.
" Ruksa kenapa otak lo bodoh banget sih?! " runtuknya.
__ADS_1