Bodyguard Tuan Muda

Bodyguard Tuan Muda
Happily Ever After [END]


__ADS_3

Hari berganti hari, siang berganti malam, senin berganti selasa dan begitu juga seterusnya. Roda waktu terus berputar.


Menuju akhir tahun, Ryo dan Gavin melaksanakan prosesi wisuda. Kegiatan yang terlaksana di Ruang Serbaguna Lantai Lima Rektorat Universitas. 


Toga berwarna hitam berada di kepala, samir dengan bandul kuningan melingkar di leher, dan mengenakan pakaian serba hitam.


Sungguh momentum penting dalam perjalanan hidup. Inilah yang ditunggu-tunggu selama masa perkuliahan.


Terlihat Rektor dan jajarannya memasuki ruangan dan diiringi dengan instrumen, membuat hati seluruh wisudawan dan wisudawati bergetar dengan wajah yang berseri-seri. Semua tampak telah siap mengikuti ceremony wisuda.


Dan inilah saatnya, mulainya acara simbolis berupa penggeseran kuncir Toga oleh Rektor atau Dekan masing-masing yang disertai penyerahan Ijazah.


Acara simbolis berupa penggeseran kuncir ini di mulai dengan memanggil satu persatu.


Dalam memasuki acara inti inilah rasa haru dalam benak Ryo muncul. Ketika masih di tempat duduk menunggu giliran maju penggeseran kuncir, dia sempat menoleh ke arah tribun kanan atas di mana Xavier dan Jelita berada. Seketika itu pun rasa haru dalam benaknya semakin kuat.


Jelita yang sejak tadi melihat Ryo segera tersenyum manis sembari mengepalkan salah satu tangannya, dan menggerakkan bibirnya seolah mengatakan.


"Jangan kepleset."


Ryo terkekeh dibuatnya. Rasa gugup dan deg-degan sekejap sirna. Jelita-nya yang paling imut sungguh bisa menenangkan hatinya setiap saat.


Memang akan tidak lucu jika saat jalan menuju ke depan tiba-tiba Ryo kepleset, tersungkur, jatuh lunglai tidak berdaya. Bisa hancur reputasinya di depan orang banyak.


Kini tibalah saatnya Ryo berjabat tangan dengan Bapak Dekan, dan tentunya dalam keadaan selamat tanpa terpeleset.


Setelah acara selesai para wisudawan bersama orang tua, saudara, teman, suami/isteri atau dengan pasangannya melakukan foto bersama. Senang, haru dan bangga rasa yang nampak pada raut wajah wisudawan dan keluarganya.


"Selamat wisuda. Sungguh pencapaian yang mengesankan! Ayah sangat bangga padamu, Ryo!" ucap Xavier seraya memeluk putra semata wayangnya itu, air mata lolos dari pelupuk mata yang sudah mengeriput.


Ryo membalas pelukan sang Ayah.


Memang sempat tidak bisa dipercaya, hari ini Ryo benar-benar wisuda. Tapi, rasanya ini bukan mimpi, dia wisuda dan gagah dengan toga di atas kepala.


Kemudian Ryo beralih memeluk istri tercintanya.


"Selamat, Sayang. Aku juga bangga dengan keberhasilanmu. Aku selalu percaya padamu," ucap Jelita.


Wisuda merupakan euforia yang sangat membahagiakan bagi Ryo. Setelah ini, dirinya akan lebih bisa bertanggung jawab dengan menjadi suami yang baik untuk Jelita, dan Ayah yang baik untuk anak-anak mereka.


"Hmm," suara dehaman menginterupsi acara haru itu.


Ryo menatap Gavin si pelaku dehaman itu, ada Sachi di sebelahnya. Si jomblo sudah mempunyai gandengan. Ryo ikut senang dengan terlepasnya status jones temannya itu.


"Halo, Nona Jelita," sapa Sachi pada Jelita.


Sejak kejadian di mall saat itu dia sungguh mengagumi sosok wanita yang sedang hamil tua itu. Bagi Sachi, Jelita sungguh sangat keren. Dia agak terkejut karena baru tahu jika Jelita adalah istri Ryo.


"Halo, Sachi," sapa Jelita balik.


Jelita menatap tangan Gavin dan Sachi yang bergandengan. Lalu tersenyum.

__ADS_1


Sepertinya si gadis penakut sudah berhasil melawan rasa takutnya itu.


"Ayo kita foto bareng," ujar Gavin pada Ryo.


"Tunggu!" teriak seseorang.


Terlihat Renata dan Jefra yang sedang berlari ke arah mereka.


"Jangan lari-lari, sayang," ucap Jefra dengan raut yang terlihat khawatir. Tentu saja dia khawatir dengan sang istri yang sedang lari-lari dengan perut yang membuncit.


Tidak sadarkan Renata kalau dirinya sedang hamil? Kenapa sangat hiperaktif sekali?


"Tunggu! Kami juga ingin ikut foto!" seru Renata.


Siapa yang menyangka jika Renata dan Jefra akan datang ke acara wisuda ini. Mungkin mereka memiliki waktu luang untuk itu.


Kemudian ke tiga pasangan itu segera berfoto bersama. Bahkan Ayah Xavier sampai rela menjadi tukang fotonya. Mereka berpose dengan senyum yang membuat orang lain yang melihatnya pun ikut tersenyum.


Kebahagian akan datang seperti gelombang, akan menghampiri tanpa harus dikejar. Jika mengejarnya tidak akan pernah menemukannya. Yang perlu dilakukan adalah menciptakan kebahagiaan itu sendiri.


Sebenarnya kebahagiaan begitu sederhana, jika kita sudah menemukan seseorang yang tepat.


"Jelita, aku mencintaimu," bisik Ryo telah di pucuk kepala Jelita.


Jelita mendongak untuk melihat wajah tampan suaminya, "Aku juga mencintaimu."


**


"Daddy!"


"Dad!"


Sebuah seruan dari dua bocah kecil menyambut kepulangan Ryo, tepat ketika dirinya membuka pintu kediamannya yang begitu terasa hangat.


Wajah yang tadinya terlihat letih dan kusut menjadi cerah seketika, karena masing-masing kakinya dipeluk oleh dua jagoan kecil.


Leon Victor Januartha dan Leonard Friory Januartha. Putra dari Ryo dan Jelita. Mereka memiliki bentuk wajah yang sempurna, alis tebal, iris mata hazel, bulu mata lentik, benar-benar replika sang Ayah. Dan tentunya Leon dan Leonard sangatlah mirip satu sama lain.


Ryo segera menggendong ke dua anaknya itu.


"Aduh, kalian bertambah berat," kekeh Ryo ketika merasakan berat badan dari masing-masing putranya bertambah.


"Kalena masakan Mommy sangat enyak!" seru Leon dengan aksen cadelnya.


Leon memang sangat ceria dari pada Leonard yang kalem seperti Jelita. Setidaknya sifat salah satu bocah laki-laki itu mirip dengan sang Ibu. Jika tidak, Jelita akan merasa dicurangi dengan gen Ryo yang mendominasi putra-putra mereka.


"Oh ya? Kalian memang harus makan yang banyak supaya bisa menjaga Mommy dan adik bayi," ujar Ryo pada ke dua putranya.


"Aku pasti akan menjaga Mommy dan adik bayi," ucap Leonard dengan sungguh-sungguh.


"Leyon juga!" timpal Leon.

__ADS_1


"Kamu sudah pulang?"


Jelita berjalan dari arah dapur, menghampiri tiga laki-laki tercintanya. Terlihat perutnya yang buncit. Wanita cantik itu sedang mengandung.


Ya, perkataan Ryo yang ingin membuat Jelita mengandung lagi benar-benar kenyataan. Tapi, tentunya Jelita tidak mau memiliki sebelas anak, dia menuruti keinginan suaminya hanya karena menginginkan anak perempuan yang lucu. Saat ini Jelita memang sedang mengandung anak perempuan.


"Ya," jawab Ryo dengan tersenyum lembut.


Ryo menurunkan Leon dan Leonard.


"Kalian main berdua dulu, ya," ujar Ryo kemudian.


"Yeah!" jawab si kembar serempak, lalu berlari ke arah ruang tamu, tempat di mana banyak mainan berserakan.


"Kalian jangan lari-lari!" seru Jelita pada putra-putranya.


"Ya, Mom!" jawab si kembar serempak lagi.


Kemudian Ryo memberikan kecupan pada kening Jelita, "Habis ngapain?" tanyanya.


"Aku habis masak makan malam," jawab Jelita.


Lalu diraihnya tas kerja milik suaminya.


Ryo merangkul pundak Jelita seraya berjalan ke arah kamar mereka, "Rajin sekali, padahal kamu nggak perlu melakukan itu," ujarnya.


"Nggak apa, kamu kan tahu sendiri kalau aku sangat suka memasak untukmu dan si kembar. Lagi pula aku bosan kalau nggak melakukan apa-apa di rumah."


Seperti sebelumnya saat mengandung si kembar, Ryo melarang Jelita untuk bekerja. Sebenarnya Jelita tidak sepenuhnya bosan, karena ada Leon dan Leonard dengan keberisikan mereka.


Jelita membantu Ryo untuk melepas jas setelah mereka sampai di dalam kamar.


"Istriku, memang yang terbaik," ucap Ryo, lalu memberikan kecupan pada bibir milik Jelita.


Jelita tersipu malu dibuatnya, dia tetap malu-malu seperti biasa. Istri Ramaryo itu memang sungguh menggemaskan.


Ryo menarik Jelita dalam pelukannya.


"Terima kasih, karena kamu selalu memberikan yang terbaik untuk membahagiakanku dan anak-anak kita," ucap Ryo dengan memberikan banyak kecupan pada pucuk kepala Jelita.


Jelita membalas pelukan Ryo, "Terima kasih juga, karena sudah menjadi suami sekaligus Ayah yang selalu mencintai keluarganya. Keluarga ini adalah harta terbesar bagiku."


Happily ever after. Mereka berharap jika kebahagiaan itu akan berlangsung selamanya, tidak akan tergoyahkan oleh apapun.


...NOVELTOON...


..."Bodyguard Tuan Muda"...


...──────End──────...


Nanti ada ekstra bab untuk pernikahan Gavin dan Sachi yaaa

__ADS_1


__ADS_2