
Sudah empat tahun Sachi menjalin hubungan dengan Gavin, itu adalah waktu yang cukup lama untuk Gavin menunggu Sachi, tetapi pemuda itu begitu sabar.
Terkadang cinta akan datang tanpa ada alasan yang jelas, hal itu tidak berlaku pada Sachi yang memiliki penyakit yang menghalanginya untuk berbagi cinta dengan orang lain. Namun, ketulusan cinta serta perilaku atau kata-kata cinta yang memiliki makna mendalam dapat membuat Sachi melupakan masa lalu kelam yang kerap menghantuinya. Sachi benar-benar sudah bisa melawan rasa takutnya.
Sachi bahkan sudah memiliki keberanian untuk mengunjungi Ayahnya yang mendekam di penjara, tapi dia belum bisa memaafkan perlakuan sang Ayah.
Perjuangan mereka berdua pun sempat mengalami halangan karean rasa tidak percaya diri Sachi pada keluarga Gavin, karena dia hanyalah anak dari seorang nara pidana dan memiliki ibu yang mengalami gangguan jiwa. Namun, hal itu bukanlah halangan besar. Keluarga Gavin mendukung hubungan mereka.
Keluarga Gavin justru sangat mengagumi ketangguhan Sachi dalam menghadapi kehidupan menyakitkannya. Tidak semua orang bisa setangguh gadis itu.
Bukankah Gavin sangat beruntung mendapat Sachi?
And finally.
Di sebuah gedung dengan dekorasi yang tampak bak negeri dongeng. Didominasi warna putih dan nude, dekorasi terlihat cantik, elegan, dan mewah, yang menjadi saksi bisu pernikahan Sachi dan Gavin.
Kesabaran Gavin telah menuai hari bahagia ini.
Sachi terlihat cantik saat memakai gaun panjang berwarna putih dan bertabur payet yang mewah, sedangkan Gavin memakai tuxedo hitam dengan paduan dasi kupu-kupu. Mereka berdua menjadi pusat perhatian karena begitu menawan, belum lagi pancaran kebahagiaan yang terlihat jelas.
Terlihat keduanya sedang melakukan sesi puncak yaitu ijab kabul dengan penghulu. Sedangkan wali nikah dari Sachi adalah seseorang yang memiliki wewenang untuk mengantikan Ayah Sachi yang sedang di penjara.
Kemudian suasana syahdu menjadi kebahagiaan yang tiada tara tatkala sebuah kata 'Sah' terucapkan.
Bagi Sachi, Gavin telah mengganti mimpi buruknya dengan mimpi indah, kekhawatirannya dengan kebahagiaan, dan ketakutannya dengan cinta. Sedangkan bagi Gavin, mencintai Sachi adalah sebuah hal yang istimewa. Karena ketika dua orang sudah memantapkan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, keduanya berarti sudah yakin satu sama lain.
"Apakah ini rasanya ketika melepas seorang anak perempuan untuk menikah?" Renata berkaca-kaca saat melihat raut kebahagiaan Sachi.
Jefra merangkul pinggang istrinya, "Dia itu Pasienmu, lagi pula anak kita laki-laki."
"Itu perumpamaan. Kamu tidak akan pernah tahu tentang ikatan antara Dokter dan Pasiennya," ucap Renata merengut sebal.
"Kalau begitu, jadikan aku Pasienmu, hmm."
Renata menyikut pinggang Jefra dengan wajah yang merona, "Jangan mulai."
Jefra terkekeh, lalu berbisik tepat di telinga Renata, "Nanti malam kamu bisa menjadikan aku Pasienmu."
Semakin merona saja wajah Ranata, suaminya itu memang sungguh tidak tahu tempat.
"Ngomong-ngomong di mana Radion?" tanya Renata ketika menyadari jika putranya tidak ada.
"Renata, apa kamu melihat kedua putraku?" tanya Jelita yang datang bersama Ryo.
"Nggak, putraku juga nggak ada," jawab Renata.
__ADS_1
"Sudahlah, sayang. Kamu nggak usah khawatir. Leon dan Leonard nggak mungkin hilang," ujar Ryo mencoba menenangkan Jelita.
"Aku nggak khawatir soal itu, tapi──"
Renata memotong perkataan Jelita, "Jangan bilang kalau mereka..."
Di sisi lain.
"Menyingkil dalinya, Ladion!" Leon mendorong bocah laki-laki berambut hitam kelam.
Radion Isireilov──putra Renata dan Jefra.
"Kamulah yang menjauh dalinya!" Radion menarik tangan seorang anak perempuan berambut pendek.
"Nggak, dia itu temanku!" Leon menarik tangan si anak perempuan yang satunya lagi.
"Kamu itu sudah punya Leonald, jangan selakah!"
"Kamu ambil sama Leonald aku sudah nggak butuh dia!"
Sedangkan Leonard terlihat tidak perduli dengan Leon dan Radion yang sedang merebutkan seorang anak perempuan. Bahkan sampai melakukan tarik-tarikan, tanpa memperdulikan si anak perempuan yang sudah ingin menangis itu.
"Huaaaa, Mama!" pada akhirnya si anak perempuan menangis memanggil orang tuanya.
"Leon!"
Jelita dan Renata datang setelah mendengar keributan yang dilakukan putra mereka. Leon dan Radion seketika melepaskan tangan si anak perempuan yang sudah menangis sesenggukan.
"Apa yang sedang kamu lakukan, anak nakal!" omel Renata seraya menjewer telinga Radion.
Berbeda dengan Jelita yang hanya menatap tajam Leon, tapi itu cukup membuat bocah laki-laki itu menciut. Bagi Leon si Mommy sangatlah menyeramkan jika berekspresi seperti itu.
Leon segera bersembunyi dibalik punggung Leonard.
"Aku hanya ingin belteman dengan anak cantik itu saja, Mom. Tapi Ladion menghalangi," cicit Leon.
Jelita mendelik mendengarnya, bisa-bisanya putranya sudah mengetahui seseorang yang cantik. Oh, ayolah, Leon itu masih kecil. Sebenarnya siapa yang mengajari putranya soal itu?
"Daddy," ucap Leonard seraya menunjuk Ryo.
Leonard memang anak yang cerdas, jadi dia tahu apa yang sedang dipikirkan sang Mommy.
Jelita melongo dibuatnya. Ternyata suaminya lah yang telah mengajari hal yang tidak-tidak pada putranya.
"Ryo!"
__ADS_1
Bukankah anak adalah peniru terbaik? Jadi berikanlah mereka sesuatu yang hebat untuk ditiru. Oh, seperti Ryo akan mendapatkan hukuman karena ajaran sesatnya itu.
...Ekstra Bab Fin~...
...────────────────────────...
Beberapa tahun kemudian.
Hal inilah yang dialami Renata Carissa, putri dari seorang Panglima TNI sekaligus Psikiater cantik. Wanita mandiri yang tidak pernah mengetahui bila sang suami──Jefra Annefall, bekerja sebagai Intelijen Negara.
Keduanya sudah menikah selama 25 tahun. Namun, Renata baru mengetahui pekerjaan Jefra sebagai mata-mata setelah sang suami meninggal dunia. Pria yang sangat dicintainya sepenuh hati.
Ini memang kebodohannya yang tidak pernah memperhatikan bahwa Jefra sering pergi untuk waktu lama, karena bekerja jauh dari rumah. Dan itu cukup membuktikan kebenaran yang begitu mengejutkan tentang indentitas sebenarnya Jefra.
Renata awalnya hanya mengenal Jefra sebagai seorang Bodyguard dari suami sepupunya. Lalu mereka jatuh cinta dengan cara yang begitu manis dan akhirnya menikah. Mereka telah memiliki satu anak laki-laki yang begitu tampan, yang bernama Radion Isireilov.
Renata meneteskan kristal bening yang begitu banyak saat membaca surat-surat pengakuan Jefra, serta rasa menyesal karena telah membohonginya selama ini. Renata baru mengetahui jika sang suami adalah pria yang hebat melebihi apa yang dia kira. Kisah mengenai kehidupan Jefra telah membuat Renata terkagum-kagum.
Renata melihat kebelakang dan berpikir tentang kehidupan macam apa yang dimiliki suaminya. Namun, Jefra tetap bertahan dengan dirinya.
Sepeninggal suami tercintanya, Renata pun meninggal karena mengalami sakit keras.
"Aku berharap bisa bertanya kepadanya, mengapa aku tidak pernah tahu?"
"Apakah aku bisa bertemu dengan Jefra-ku lagi?"
Itulah harapan terakhir Renata.
"Radion, maafkan Mama yang meninggalkan kamu untuk menyusul Ayahmu."
Renata dapat melihat putranya yang menangis tersedu-sedu sebelum dirinya menuju kegelapan, menghembuskan napas terakhirnya.
Namun.
Bukannya ke akhirat dan bertemu dengan suami tercintanya. Renata justru secara misterius berubah menjadi tokoh antagonis yang berperan menjadi pelakor. Nasib tokoh yang menyedihkan, hidup dalam penderitaan, dan berakhir bunuh diri.
Ya, dia masuk ke dalam novel!
Tidak ingin nasibnya berakhir tragis, Renata memutuskan untuk mengubah alur cerita yang sudah tertulis itu.
Dan takdir mempertemukannya kembali dengan Jefra, suaminya.
Lanjutan kisah Renata dan Jefra bisa baca ☞☞ ''Transmigrasi Psikiater Cantik'
#Edisi Lomba Genre Pengembangan Diri
__ADS_1