Bodyguard Tuan Muda

Bodyguard Tuan Muda
Diliburkan


__ADS_3

"Karena dengan menjadi Bodyguardmu aku bisa berada di sisimu terus."


Deg


'Apa ini? Apa aku tiba-tiba memiliki kelainan jantung? Kenapa jantungku meletup-letup seperti popcorn yang sedang dimasak?' pikir Ryo.


"Tapi, kamu akan terluka lagi," ucap Ryo setelah mengendalikan jantungnya.


"Tenang saja, aku ini kuat, aku nggak akan mudah terluka. Luka ini juga bukan apa-apa bagiku," kata Jelita menyombongkan diri.


Jika dia berhenti menjadi Bodyguard misinya akan gagal, dia sudah sampai sejauh ini, bahkan dia sudah memberikan hatinya untuk Ryo, bagaimana bisa dia berhenti di tengah jalan? Big no!


"Luka ini bukan apa-apa katamu?" Ryo menatap Jelita tidak percaya, "Jangan keras kepala, orang yang keras kepala banyak mendapat masalah," ucapnya.


"Dan semua masalah akan aku selesaikan dengan sikap keras kepalaku, kamu nggak perlu khawatir tentang hal itu, tuan muda," kata Jelita dengan percaya diri.


Ryo jadi geregetan sendiri, bisa-bisanya Jelita menjawab perkataan dengan begitu keren, dia kan jadi tidak bisa berkata-kata, "Terserah kamu saja lah," melengos ke samping.


"Kamu marah?"


"Nggak," jawab Ryo dengan acuh tak acuh.


"Jadi apakah kamu mengizinkan aku untuk terus menjadi Bodyguard kamu?" tanya Jelita.


"Asal kamu tahu batasan buat nggak melindungiku dengan mengorbankan nyawamu sendiri," jawab Ryo seraya memberikan syarat.


"Tapi-"


Ryo memotong perkataan Jelita, "Nggak ada kata tapi," ucapnya tidak terbantahkan.


"Ya," jawab Jelita pada akhirnya.


"Apa kamu berjanji?" Ryo menuntut kesungguhan dari jawaban Jelita.


"Aku janji," sahut Jelita.


"Berikan jari kelingking kamu," titah Ryo sambil menyodorkan jari kelingkingnya sendiri, "Kita buat janji."


Jelita menatap jari kelingking Ryo dan siempunya bergantian, lalu dia menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Ryo.


Setelahnya Ryo mengecup jari mereka yang bertaut, "Oke, kamu boleh menjadi Bodyguardku."


Wajah Jelita merona. Oh, ayolah, Ryo memang si perayu wanita yang handal, 'You make my heart melt,' batinnya.


"Kalau begitu kamu istirahatlah, aku akan memberikan libur karena kamu sedang sakit," ucap Ryo yang beranjak dari posisi duduknya.


"Libur? Aku nggak mau," tolak Jelita.

__ADS_1


"Menurutlah, Jelita. Syaraf tulang belakangmu sedang cedera, kamu harus menjalani perawatan," ujar Ryo.


Jelita yang baru tahu dengan keadaannya sedikit terkejut, pantas saja punggungnya masih terasa sakit sekali.


"Jangan paksakan dirimu, aku tahu kamu kuat tapi kamu jugalah manusia."


"Ya, aku akan libur," ucap Jelita menurut.


"Hmm, aku suka cewek penurut," kata Ryo sebelum keluar dari ruang rawat Jelita.


Blam


"Apa yang tadi dia katakan? Apa aku salah dengar?" gumam Jelita dengan menepuk pelan kedua pipinya.


**


Esoknya.


Tidak seperti hari-hari biasanya, Ryo tidak datang bersama Jelita, namun dengan pemuda berpostur tinggi besar, Jefra-lah yang menjadi Bodyguard sementara Ryo. Seantero kampus digegerkan karena itu, pasalnya gosip tentang kedekatan Ryo dengan Jelita sudah tersebar luas, tapi hari ini justru Jelita tidak terlihat batang hidungnya, dan gosip baru pun muncul. Gosip tentang Ryo yang sudah mencampakkan Jelita, Ryo memang terkenal dengan image Casanova yang tidak betah dengan satu wanita, jadi tidak heran jika mereka menyangka Jelita dicampakkan Ryo, apalagi Jelita sangatlah jelek.


"Yo, ke mana, Jelita?" tanya Gavin.


"Kamu kayak nggak tahu Ryo saja, Jelita pasti sudah dibuang setelah dipakai," celetuk Kavin.


"Breng-sek! Jaga perkataan kamu, Kavin!" bentak Ryo yang menahan emosinya.


"Jangan sampai aku membuatmu babak belur, Kavin," sengit Ryo.


"Stop! Kalian berhentilah bertengkar hanya karena cewek jelek yang nggak pantas diperdebatkan itu," lerai Reva.


"Apa katamu?" Ryo memincingkan mata menatap Reva.


Reva menciut, "Me-memangnya apa?"


"Sudahlah, Ryo. Tahan emosi," ucap Gavin menenangkan Ryo.


"Cih," Ryo berbalik pergi, berbicara dengan Kavin dan Reva sungguh membuatnya kesal. Gavin dan Jefra ikut pergi mengikuti Ryo dari belakang.


Reva menatap punggung Ryo dengan tatapan penuh arti, "Kenapa Ryo selalu membela cewek jelek itu?"


"Itu nggak akan bertahan lama, Reva. Buktinya dia sudah membuang cewek itu sekarang," kata Kavin.


"Apa itu benar? Kalau Jelita memang sudah dibuang Ryo nggak mungkin sampai marah seperti itu," ucap Reva ragu dengan apa yang dikatakan Kavin.


"Mungkin Ryo sedang dalam mood yang buruk, kamu nggak usah khawatir tentang itu," ujar Kavin seraya merangkul pundak Reva.


"Ya," ucap Reva, "Setelah ini Ryo pasti akan kembali padaku."

__ADS_1


Di sisi lain.


"Itu nggak benar, kan?" tanya Gavin yang sudah berhasil menyamakan langkahnya di sebelah Ryo, "Kamu nggak mungkin membuang Jelita, kan?"


"Jelita sedang dirawat, dia mengalami cedera syaraf tulang belakang karena melindungiku," Jawab Ryo pada Gavin.


Gavin terlihat terkejut, dia memang tidak percaya begitu saja dengan gosip tentang Ryo yang sudah membuang Jelita, karena itu dia bertanya langsung dengan orang yang bersangkutan, "Terus bagaimana keadaannya sekarang?" tanyanya.


"Dia baik-baik saja."


"Jelita memang cewek yang kuat, jadi nggak heran kalau dia baik-baik saja."


Ryo menatap tidak suka Gavin, memangnya setahu apa Gavin tentang Jelita-nya? Ya, Jelita-nya, Bodyguardnya. Dia memang sudah mengeklaim Jelita sebagai miliknya, "Jangan sok tahu," ucapnya.


Gavin mengeryitkan dahi, dia heran dengan perubahan Ryo yang terlihat marah padanya, memangnya dia salah apa? Sepertinya Ryo sedang PMS makannya marah-marah sejak tadi, 'Tapi, memangnya cowok bisa PMS, ya?' batin Gavin mempertanyakan pemikiran ngawurnya.


Kemudin mereka berdua memasuki kelas. Sedangkan Jefra berdiri di depan pintu kelas, dia tidak mungkin ikut masuk ke dalam kelas karena akan menggangu konsentrasi mahasiswa yang sedang belajar.


"Halo, tuan," Jefra berbicara pada ponsel yang dia tempelkan di telinga kanannya.


[Ada laporan apa lagi, Jefra? Apa Ryo membuat masalah?]


"Tuan muda tidak membuat masalah, dia benaran sudah berubah."


[Bagus kalau seperti itu, calon menantuku memang bisa diandalkan.]


"Dan sepertinya hubungan tuan muda dan nona Jelita sudah cukup dekat."


[Benarkah? Lalu kenapa Ryo ingin mengganti Bodyguard?]


"Kalau soal itu saya kurang tahu, tuan."


[Baiklah, terus awasi Ryo.]


"Baik, tuan."


[Lalu bagaimana dengan putra keluarga Delaney yang lolos?]


"Masih di dalam pengejaran."


Keluarga Delaney adalah musuh terbesar dari keluarga Januartha. Ke dua keluarga yang saling berperang untuk bisa menjadi posisi puncak karena perusahaan ke duanya bergerak di bidang yang sama, maka tidak heran jika mereka saling menjatuhkan satu sama lain. Keluarga Delaney pula yang sudah menyabotase kecelakaan mobil 13 tahun yang lalu, kecelakaan yang menyebabkan istri dari Xavier meninggal dan Ryo yang mengalami trauma. Tidak hanya itu, keluarga Delaney jugalah yang selalu mengincar nyawa Ryo.


Dengan rencana yang sudah di susun sejak lama Xavier dapat meringkus keluarga Delaney, dendam atas kematian sang istri sudah terbalaskan dengan pembantaian habis keluarga Delaney sebulan yang lalu. Namun, putra bungsu dari keluarga itu berhasil lolos.


[Tangkap dia, jangan biarkan satupun keluarga Delaney yang hidup. Dia pasti berniat untuk membalas dendam atas kematian keluarganya.]


"Baik, tuan."

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2