Bungsu Yang Tak Dianggap

Bungsu Yang Tak Dianggap
BAB 10 Mendapat dua kejutan


__ADS_3

Sepulang dari warung makan aku melewati rumah Eva. Dia sedang duduk di teras rumahnya.


Ia pun memanggilku " Aira. ! Ini ada undangan dari ketua Pemuda. Ada kumpulan remaja. "


Eva menyodorkan secarik kertas padaku. Aku menerima dan membaca sekilas. Undangan dari ketua karang taruna. Kami menyebutnya Ketua Pemuda. " Oke makasih. Nanti kita berangkat bareng. " Kataku. Eva mengangguk dan masuk ke rumahnya.


Kebetulan ini hari Sabtu malam Minggu. Biasanya acara rapat atau semacamnya memang diambil hari Sabtu atau Minggu. Acara ketemuan para remaja di kampungku ini sudah lama ngga diadakan. Setelah ada yang memegang jabatan sebagai ketua Pemuda baru mulai aktif.


Malam ini aku dan Eva sudah siap berangkat ke balai RW. Mas Bayu dan Mbak Nia juga sudah siap. Tentunya dengan teman-teman yang sebaya dengan mereka. Ngga pernah mau bareng sama aku.


Tapi untungnya aku sudah ada Eva jadi aku ngga perlu merengek sama kedua kakakku minta diajak bareng.


Di perjalanan aku ngobrol sama Eva.


" Bestie. Besuk hari Senin aku diajak temannya Mb Rina kerja di TK.. "


"Haaah ! Serius kamu.? Jadi guru TK gitu ! " Eva terkejut.. Dia menghentikan langkahnya.


" Ya enggak langsung jadi guru lah. Paling cuma mendampingi murid atau membantu menyiapkan peraga." Jawabku. Eva kemudian tersenyum dan menepuk pundakku.


" Ngga papa. Anggap aja cari pengalaman. Daripada kamu tiap hari di warung makan. Nanti kamu punya gelar Bunga Warung Pinggir Jalan hahahaaa! "


" Sialan kamu. Eeh itu warung makan juga hasilnya buat nyekolahin aku sama kakakku tau ! " Aku pura-pura marah tapi akhirnya ikut tertawa.


Hahahaaa !


Di balai RW sudah banyak yang datang. Karena baru pertama ikut kegiatan ini jadi ngga semua remaja di RW ini aku kenal. Maklumlah kami jarang komunikasi kalau ngga ada pertemuan .Seperti kali ini sebagian yang datang terasa asing bagiku. Paling yang aku tahu hanya yang di sekitar rumahku. Apalagi aku memang jarang bergaul dengan tetangga karena sehari-hari hanya di pasar..


"Hallo adek-adek. Sini masuk jangan duduk dekat pintu nanti dingin lho."


Tiba-tiba seorang cowok yang sudah agak dewasa tersenyum menghampiri aku dan Eva. Dia menyalami kami berdua. Namanya Kak Agus. Rumahnya agak jauh dari rumahku, beda RT. Dia sahabat Kak Vicky ketua Pemuda di sini.

__ADS_1


"Makasih, Kak. Di sini aja soalnya masih gerah." Eva menolak halus ajakan Kak Agus.


"Ya sudah saya masuk dulu ya. Acara akan dimulai sebentar lagi." Kak Agus berlalu masuk ke dalam dan duduk di dekat Kak Vicky.


Tak berapa lama acara rapat remaja dimulai..Kami membahas acara yang akan diadakan di RW sini, untuk menyambut hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan RI. Karena ini sudah bulan Juli maka kita sudah harus ada persiapan. Rencananya kita akan mengadakan panggung hiburan, yang akan menampilkan tari-tarian dan lagu.


Salah satunya band dari remaja RW kita. Aku dan Eva dapat tugas untuk ikut menyumbang lagu. Bukan kami berdua saja tapi ada juga anak lain. Termasuk siapa saja yang akan memegang alat musik. Selain menyanyi aku juga dapat tugas melatih dance untuk anak-anak.


___________


Hari ini aku minta ijin pada ibuku untuk latihan band nanti malam. Dan menjelaskan juga kalau aku akan melatih dance anak-anak di siang hari. Ternyata Ibu pun tak keberatan. Yach ! Mungkin besuk ibu akan cerita sama Mbak Wiwit dan yang lainnya kalau aku akan pentas di panggung. Dan jadi pelatih dance. Begitu lah ibu. Kalau ada yang dipamerkan barulah aku dipuji.


Seperti dulu waktu aku bisa masuk ke SMP favorit.


Tempat latihan di rumah Kak Agus Yang memegang alat musik semua dari anak-anak remaja kita sendiri. Tapi karena jarang ketemu jadi kita masih agak canggung dan belum begitu akrab.


"Hai. Kenalin aku Widi." ujar seorang cowok yang memegang gitar. Dia mendekati aku dan Eva sambil mengulurkan tangan.


Untung saja Kak Vicky datang dan latihan dimulai.


"Aira ! Besok kamu nyanyi 2 lagu ya." Kata Kak Vicky padaku. "Lagu pertama kamu sebagai pembuka untuk menarik penonton." Lanjutnya.


"Iya Kak. " Jawabku mengiyakan permintaanya. Aku sih ngga masalah disuruh nyanyi berapa lagu. Karena aku memang hobi menyanyi.


Untuk pentas bulan depan aku memilih lagu dari Anggun C Sasmi dan dari band Slank.


Eva memilih lagu barat yang sedang ngetop tahun ini. Setiap malam kita akan latihan karena waktunya hanya tinggal sebulan lebih beberapa hari. Sehabis latihan ada 2 orang cowok yang ditugaskan mengantar pulang anak cewek. Pada saat latihan memang yang datang bukan cuma yang ikut band. Ada anak2 lain yang ikut membantu atau sekedar menonton . Kebanyakan cowok sih. Biasa lah cowok suka ngga betah di rumah. He.. he.. he..


Dan yang mengantarkan aku dan Eva pulang malam ini adalah Widi. Ia ditemani satu anak lain . Aku sendiri ngga berpikiran yang aneh-aneh karena aku pikir ini hanya kebetulan. Yang penting aku dan Eva ada yang menemani pulang.


_____

__ADS_1


Senin pagi aku sudah siap menunggu Mbak Murni.


Aku duduk di teras sambil membuka HP. Ada WA dari Yana menanyakan kabar. Aku balas dan sekalian aku cerita tentang pekerjaanku.


Tak lama Mbak Murni pun datang dengan motor maticnya. Aku segera membonceng dan Mbak Murni pun melajukan motornya menuju sekolahan.


Tiba di sekolahan ternyata suasananya tak seperti yang kukira. Anak-anak itu begitu lucu. Mereka menyalami Mbak Murni dan juga aku. Wali murid yang mengantarkan anaknya pun ikut menyalami kami berdua. Maklum saja ini tahun ajaran baru jadi sebagian dari mereka ngga tahu kalau aku guru baru.


Ketika jam pelajaran dimulai Ibu Kepsek yang bernama Bu Diyah memperkenalkan ku pada murid TK A dan TK B.


" Anak-anak , perkenalkan ini ibu guru baru kalian namanya Bu Aira." kata Bu Diyah


Dan reaksi anak-anak pun menyenangkan.


"Hai Bu Aira. " Teriak anak lelaki yang duduk di depan. Badannya gendut. Lucu bangeet.


"Assalamu'alaikum Bu Aira. " Ada lagi anak yang menyapaku. Anak perempuan cantik putih. Ia tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi.


Yang lain pun ikutan menyapaku. Kelihatannya mereka senang dengan kehadiranku.


Mungkin karena aku guru yang paling muda jadi mereka menganggap aku seperti seorang kakak.


Ya Allah ! Terima kasih karena dalam dua hari ini aku dapat dua kejutan. Pertama kemarin waktu aku minta ijin ibu untuk ikut kegiatan remaja dan ibu tak keberatan. Itu kejutan buatku karena ngga biasanya ibu bersikap begitu.


Kejutan kedua hari ini. Aku dipertemukan dengan mahluk-mahluk kecil yang mencintaiku. Dan orang-orang yang menghargaiku, para orang tua dari anak-anak yang lucu dan pintar ini.


Aku tersenyum melihat tingkah polah mereka.


_____&&&&&_____


Masih bersambung ya.

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya.


__ADS_2