
Tak terasa sudah hampir sebulan aku ngga ketemu teman-teman sekolah. Paling ketemu sama Eva jika malam hari. Ia sudah selesai test PTN jadi tinggal menunggu hasil. Sesekali kita keluar jika malam minggu.
Seperti biasa aku tetap membantu ibuku di warung makan. Siang ini sehabis makan dan sholat dzuhur aku membereskan piring2 kotor. Masuklah seorang wanita berjilbab. " Assalamualaikum, Bu Wahyu. "
Tumben ada pembeli yang mengucap salam dan memanggil nama ibu .
Ibu yang baru saja duduk kemudian berdiri lagi dan menjawab ' Wa'alaikumussalam. " Mau makan apa Mbak? " tanya ibu.
" Ibu lupa ya sama saya? " lanjut wanita itu. Ia tersenyum dan memandangi ibu.
" Siapa ya. Ibu lupa. " Ibu seperti sedang mengingat sesuatu. Tiba-tiba " Ooh ! Ini nak Murni ya? " Ibu menebak dengan sedikit berteriak.. Wanita itu tertawa. Ekspresinya seperti senang dan lega ibu masih mengenalinya.
" Iya buk. Ini Murni. ". Ibu gimana kabarnya? Sehat kan. " Wanita itu mendekat dan menyalami tangan ibu serta menciumnya.
" Alhamdulilah sehat. Kamu sendiri gimana kabarnya. Kok sejak Rina menikah sudah ngga pernah mampir ke sini. Mentang2 ngga ada Rina terus ibu dilupakan. " Ibu pura2 cemberut tapi kemudian tersenyum.
Ibu mengajak wanita itu ke dalam. Mereka pun asyik mengobrol. Ibu bicara panjang lebar dengan wanita itu. Sepertinya dia temannya Mbak Rina. Soalnya ibu menyebut nama Mbak Rina tadi.
" Aira. Bikinkan teh buat Mbak Murni "
Aku pun masuk ke dalam dan membuat teh manis untuk Mbak Murni.
" Mbak Murni ini sahabatnya Mbak Rina. Dulu sering main ke sini. Tapi sudah lama ngga pernah lagi mampir. " Ibu menjelaskan padaku.
" Iya Bu, maaf. Setelah Rina nikah saya melamar kerja. Alhamdulilah saya diterima jadi guru TK di tempat saya tinggal. " Mbak Murni menimpali.
" Dan setahun kemudian saya menikah. Setelah itu saya sibuk terus karena saya harus mengajar dan juga mengurus suami. " Lanjutnya lagi.
__ADS_1
Mbak Murni menoleh ke arahku. " Ini Aira, ya Bu. " Tanyanya pada ibu. " Iya. Baru lulus tahun ini. "
Mbak Murni meneguk tehnya. Kemudian berkata lagi " Kalau Nia sekarang di mana, buk. "
" Nia ikut kursus rias pengantin. Hampir selesai. "
Biasanya juga ke sini. Tapi hari ini dia lagi diajak pacarnya ketemu orang tuanya. " Ibu menjelaskan.
Ternyata Mbak Murni sudah kenal baik dengan keluargaku. Buktinya ia bertanya tentang aku dan kakakku. Tapi aku ngga begitu kenal dengannya. Mungkin karena dulu aku masih kecil jadi jarang ketemu. Soalnya dari keterangan ibu Mbak Murni kalau lagi sama Mbak Rina selalu mampir ke warung makan, bukan di rumah. Tentu saja karena Mbak Rina kan harus membantu ibu. Dan Mbak Murni tak segan ikut membantu juga. Makanya jadi akrab sama ibu. Sama Mbak Tika juga.
Waktu itu aku dan Mbak Nia masih SD dan belum diharuskan membantu di warung. Jadi ngga kenal sama Mbak Murni.
" Kalau Aira daftar kuliah di mana? " tanya Mbak Murni padaku. " Eemm... Aku.. eemm.." Aku bingung mau berkata apa. "Aira belum mau kuliah. Pingin kerja saja katanya." Belum sempat aku menjawab Ibu buru2 menjelaskan pada Mbak Murni.
Tapi tak disangka Mb Murni tiba-tiba memberitahu
Ibu terlihat senang mendengar yang dikatakan Mb Murni. " Oh ya.? Kalau gitu ikut aja kamu Ra. Ibu ngga papa kalau kamu mau kerja." Saran ibu.
" Tapi aku belum bisa mengajar Mbak. Aku kan baru lulus SMA. "
" Ya kalau baru masuk ngga harus langsung ngajar juga. Kamu bisa bantu2 menyiapkan perlengkapan yang akan digunakan anak-anak. Atau mengawasi mereka bermain. Menemani ke kamar mandi untuk cuci tangan dll. Banyak kok yang bisa dikerjakan. "
Mbak Murni menerangkan padaku. "Sudah ikut saja. Ngga papa yang penting dicoba dulu. "
Ibu terus saja membujukku. Aku agak ragu. Masa ngga punya ijasah guru bisa kerja jadi guru. Mbak Murni bisa jadi guru karena dulu sekolah di SPG. Dia bersahabat sama Mb Rina karena waktu SMP satu sekolahan. Dan berlanjut sampai SMA. Meskipun tidak lagi satu sekolah.
Sekarang sudah ngga ada SPG. Kalau jadi guru kan harus sarjana pendidikan. Atau minimal ijazah D2. Setahuku begitu. Jadi aku agak ragu juga ikut Mb Murni kerja di sekolah TK itu.. Meskipun ngga langsung ngajar kata Mb Murni tadi.
__ADS_1
Tapi sepertinya Mb Murni tahu yang kupikirkan.
" Meskipun ijazah kamu SMA tapi kamu bisa kok kerja di TK. Ngga harus jadi guru. Tadi udah aku jelasin kan. Nanti aku yang akan bicara sama KepSek. Orangnya baik kok. Dan dia sudah percaya sama aku." Mbak Murni terus saja meyakinkan ku.
"Nanti kalau kamu pingin ngelanjutin kuliah juga bisa sambil kerja. Yang penting ini buat cari pengalaman. Jarang lho yg lulus SMA bisa langsung dapat kerja." Bujuk Mb Murni. " Kalau mau besok Senin kamu aku jemput." Tambahnya.
Aku masih diam. Belum bisa memutuskan. Nggak bisa membayangkan aku yang notabene masih kekanakan harus menghadapi anak-anak.
Ya Tuhan. Di satu sisi aku senang bisa dengan mudah dapat pekerjaan. Padahal aku baru lulus SMA. Tapi di sisi lain aku belum siap karena nanti pasti akan dipanggil dengan sebutan ' Bu Aira '
Hehehe.... kok kaya lucu ya.
" Sudah. Pokoknya besuk Senin kamu siap-siap berangkat sama Mb Murni." Kata ibu memutuskan.
Selalu begitu. Apapun yang ibu mau aku harus turuti. "Sudah beruntung ada yang nawari kerja kok ngga mau." Lanjut ibu lagi.
"Ya udah aku mau." Akhirnya aku menyetujui saran ibu. Aku terima tawaran Mbak Murni.
Percuma juga aku tolak karena nanti ibu pasti akan terus menyindirku jika aku ngga mau menuruti perintahnya. Yang dibilang aku ini sulit diatur lah.. keras kepala lah. Inilah. Itulah.
Semoga saja pekerjaan ini bisa membuat perubahan dalam hidupku dan bisa menambah pengalamanku.
Positif thingking aja. Bismillah !
***********"""""
Bersambung lagi yaa.
__ADS_1