Bungsu Yang Tak Dianggap

Bungsu Yang Tak Dianggap
BAB 11 Itu Ayahnya Atau Kakaknya, Dek ?


__ADS_3

Setelah acara perkenalan selesai anak-anak pun diajak menyanyi oleh Bu Diyah.. Walaupun Bu Diyah itu KepSek tetapi masih tetap ikut mengajar.


Kata Mbak Murni biasanya beliau mengajar kelas B pada jam pertama. Hanya sebagai pembukaan.


Selanjutnya akan diteruskan oleh Mbak Murni.


Oh ya ! Sekarang aku harus mulai menyebutnya Bu Murni bukan Mbak lagi.


Selain Bu Diyah dan Bu Murni , ada 2 orang guru lagi yaitu Bu Riris dan Bu Heni. Mereka mengajar kelas A. Dan ada lagi Pak Yanto sebagai tenaga kebersihan. Kadangkala ia juga membantu urusan lain jika suatu saat dibutuhkan.


Karena ini hari pertama masuk maka para murid pulang lebih awal. Setelah mereka semua pulang tinggal kami berlima di dalam kelas. Pak Yanto menyapu halaman dan membereskan yang lainnya.


" Gimana Bu Aira ? Apakah betah berada di sekolah ini ? " tanya Bu Diyah padaku.


" Insya Allah betah Bu.," jawabku . Bu Diyah berjalan keluar kemudian memanggil Pak Yanto dan menyuruhnya duduk bersama kami.


" Oh iya., karena sekarang sudah ada Bu Aira maka Pak Yanto ngga akan kerepotan lagi seperti sebelumnya. Tugas Pak Yanto hanya membersihkan sekolah ini saja dari depan sampai belakang. Sekaligus menjaga keamanan. Untuk pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan belajar nanti Bu Aira yang membantu.


Bukan begitu, Bu Murni ?" Bu Diyah menjelaskan semuanya dan meminta pendapat Bu Murni.


"Saya menuruti Ibu saja." Bu Murni menjawab seraya mengangguk.


" Terima kasih Bu." Pak Yanto juga menjawab.


" Baiklah. Dan untuk selanjutnya Bu Aira bisa menemani Bu Murni di kelas B . Karena saya hanya mengajar sesekali saja. Hanya untuk memberi semangat pada anak-anak," lanjut Bu Diyah lagi.


" Baik Bu. Terima kasih atas kesempatan yang ibu berikan pada saya. "


Bu Diyah pun berdiri dan berpamitan hendak pulang. Ketika sudah sampai pintu beliau berbalik..


" Oya, Besok ijazah sekolah dibawa ya Bu Aira. Sama fotocopy KTP dan Kartu Keluarga," pintanya.


" Ya Bu. Besok akan saya bawa,"jawabku sambil menghampiri beliau dan menyalami nya. Bagaimana pun aku sangat berterima kasih pada beliau. Sama Mbak Murni juga tentunya.


Begitu mudah aku masuk ke sekolah ini. Tanpa persyaratan apapun. Allah Maha Baik.


Bu Diyah pun melangkah meninggalkan halaman sekolah. Di luar gerbang terlihat beliau dijemput suaminya menaiki mobil.

__ADS_1


Aku segera masuk kembali ke kelas untuk membereskan mainan yang tadi digunakan anak2.


Pak Yanto juga kembali meneruskan pekerjaannya.


Sembari mengerjakan tugas aku mengobrol dengan Bu Riris dan Bu Heni supaya lebih akrab.


Jam setengah 12 kami bersiap untuk pulang. Terlebih dulu aku mengecek semua ruangan dan menguncinya.. Kami pun berjalan keluar dari halaman.


" Pak Yanto, kita pulang ya. " Kami pamit sama Pak Yanto yang sedang istirahat sambil minum kopi di kantin. Dia mengangguk dan tersenyum ke arah kami. Pak Yanto menempati kamar di belakang sekolah ini bersama istrinya. Sedangkan istrinya berjualan di kantin di samping kantor KepSek.


Sampai di rumah Ayah sedang membaca koran di teras. "Gimana tadi di sekolahan ? ada kesulitan ? "


Ayah meletakkan korannya dan menanyakan keadaanku.


"Menyenangkan ,Yah. Anaknya lucu-lucu. Kepala Sekolah juga orangnya baik. Teman-temannya Mbak Murni juga baik. " Aku menjelaskan ke Ayah.


Aku langsung masuk kamar dan membaringkan tubuh terlentang dengan menghadap ke langit-langit kamar. Semilir angin dari jendela kamar membuat mataku terpejam.


_____________


Hari kedua di sekolah TK.. Aku berdiri di depan pintu masuk menyambut anak-anak yang baru datang. Mereka diantar oleh ayah atau ibunya.


"Assalamualaikum." Aku pun tersenyum dan membalas, "waalaikum salam." . Kadang wali murid yang mengantar juga ada yang menyalamiku.


Pagi ini ada murid yang datang bersama ayahnya. Dia anak gendut yang kemarin menyapaku. Sambil menggandeng tangan ayahnya ia mendekatiku. Tapi kok ayahnya masih muda amat.


Kalau dilihat-lihat sepertinya baru berusia 25 th nan.


"Assalamualaikum Bu Aira." Si Gendut menyalamiku.


"Kenalkan ini Oom aku namanya Oom Raffi," lanjutnya lagi. Ia menarik laki-laki yang kukira Ayahnya.


" Wa'alaikum salam anak ganteng. Siapa namanya? "


" Adit Bu. Dan ini Oom Raffi." Si gendut menyebut namanya dan masih mengulangi memperkenalkan pamannya. Aku tersenyum. Cowok yang bernama Raffi mengulurkan tangannya.


"Selamat pagi. Maaf kalau ponakan saya nakal."

__ADS_1


"Ngga apa-apa namanya juga anak kecil, " kataku.


"Kemaren sepulang sekolah Adit bilang sama saya. Katanya ada ibu guru baru cantik. Ia juga minta saya mengantarnya sekolah hari ini supaya bisa ketemu sama ibu guru cantik, katanya."


Cowok ini menjelaskan alasannya mengantarkan keponakannya ke sekolah.


Mendengar keterangan darinya aku jadi tersipu malu. Aku menoleh ke kanan kiri khawatir ada yang melihatku.


Untung guru-guru lain sedang mengobrol di dalam kelas. Adit sudah berlari menyusul temannya.


"Eemm, kalau gitu saya permisi dulu Bu." Raffi pun berpamitan hendak pulang.


" Iya silahkan," jawabku singkat. Raffi keluar dari gerbang dan berlalu dengan motornya.


Aku hanya geleng-geleng kepala. Ada-ada saja tingkah anak kecil. Segala Oomnya dikenalin sama ibu gurunya lagi.


Aku pun masuk ke dalam kelas. Bu Murni melihatku.


"Kok senyum-senyum sendiri ada apa Bu Aira? " tanya Bu Murni heran. Kalau di sekolah ia memanggilku Bu Aira. Begitu juga aku menyebut Bu Murni, supaya kelihatan formal di depan murid dan juga wali murid.


" Itu tadi Adit diantar Oomnya. Eeh dia ngenalin si Oom sama saya," kataku.


"Ciyee...sudah punya penggemar nih." Bu Riris dan Bu Heni tiba-tiba muncul dari ruang belakang dan meledekku sambil tertawa. Mereka baru dari kamar mandi menyiapkan air yang akan digunakan para murid untuk cuci tangan ketika istirahat nanti.


" Ssssttt... jangan keras-keras nanti kedengaran murid-murid. " Bu Murni mengingatkan.


Untung Bu Diyah datang. Aku ngga jadi bahan ledekan Bu Riris dan Bu Heni lagi.


Pelajaran pun dimulai. Kali ini kelas sudah dibagi 2.


Bu Riris dan Bu Heni mengajar kelas A.


Bu Murni mengajar kelas B bersama aku dan Bu Diyah. Setelah menyapa murid-murid dan mengajak bernyanyi Bu Diyah keluar dan masuk ruangannya.


Pelajaran selanjutnya diteruskan Bu Murni.


Aku mengambil fotocopy ijazah dan Kartu Keluarga dari dalam tas dan menyerahkan pada Bu Diyah.

__ADS_1


--++&&&&&-----


masih bersambung ya. silahkan vote like dan komentar agar penulis bisa lebih baik lagi.


__ADS_2