Bungsu Yang Tak Dianggap

Bungsu Yang Tak Dianggap
BAB 102 Ketemu Mantan


__ADS_3

Sabtu sore, pulang dari warung makan. Ernest tengah mengajak main Arkana yang sedang disuapin sama mbak Nia. Bocil itu nampak senang banget bila ada yang menemaninya bermain.


" Hai Mbak, baru pulang ! " sapanya sambil memeluk bola milik keponakanku.


Arkana berusaha meraihnya tapi Ernest masih saja menggodanya dengan menaik turunkan bolanya. Bukannya menangis, Arkana malah tertawa-tawa meskipun berulang kali gagal menangkap bola yang dibawa Ernest.


" Ini siapa yang anak kecil, siapa yang anak SMA. Kok bolanya malah didekepin yg gede," tegurku.


" Hahaha, Arkana malah seneng lho Mbak. Nih lihat aja ! " Ernest memainkan bolanya dan si bocil mengejarnya sambil tertawa. Mbak Nia masuk seusai menyuapi Arkana.


Aku hanya tersenyum menyaksikan tingkah mereka berdua. Kucubit pipi embul ponakanku dan hendak masuk rumah. Ernest memanggilku. " Mbak jangan masuk dulu dong, temani aku di sini, hihi ! "


" Apaan sih kamu, kayak anak kecil minta ditemani. Oh iya memang lagi main sama Arkana kok ya, terus ikutan jadi bocil, haha ! " Aku tergelak.Ernest langsung cemberut.


Aku masuk meletakkan keranjang di ruang makan lalu masuk ke kamar. Tas selempang kutaruh di meja. Saat kembali ke teras ternyata Ernest sudah nggak ada.


" Mbak, ini tadi ada yang nitip undangan. Aku juga udah dikasih tadi." Diulurkannya secarik kertas padaku.


Rupanya dia masuk buat mengambil kertas undanganku yang dititipkan padanya.


" Nanti kita bareng ya Mbak. Aku kan belum tahu rumahnya mas Agus," pintanya. Aku mengangguk.


Malam harinya sehabis sholat Isya aku bersiap ke rumah kak Agus. Setelah mematut diri di cermin aku menyambar handphone di meja dan keluar. Ernest sudah menungguku di teras.


Begitu aku muncul di pintu ia langsung berseri-seri. " Sudah siap Mbak, yuk berangkat ! " ajaknya.


Ketika baru keluar gerbang datang si Jerry cowok tetanggaku, lebih muda 2 tahun dariku.


" Mbak, aku disuruh mas Vicky menjemput Mbak Aira," ujarnya seraya melirik ke Ernest.


" Oh ya, aku juga mau berangkat sekarang. Yuk Dek ! " sahutku serta mengajak Ernest juga.


Kami berjalan bertiga. Ernest menampakkan wajah tak suka pada Jerry.


Sampai di rumah kak Agus ternyata yang datang baru para senior. Yang masih junior belum semua hadir. Aku masuk dan duduk di bagian cewek. Kulihat Ernest juga telah bergabung dengan teman sesama junior.


" Oke teman-teman kita mulai saja ! " Kak Vicky memulai acara setelah anak-anak sudah datang semua.


Diawali dengan sambutan dari kak Agus sebagai tuan rumah. Kemudian kak Vicky membagi jadwal tugas per kelompok. Acaranya dua hari, Sabtu di rumah dan Minggu. resepsi di Gedung Serba Guna.

__ADS_1


Seperti biasa untuk acara hari Sabtu aku mengambil shift sore sampai malam karena pagi sampai siang aku di warung makan dulu.


Kalau untuk yang acara resepsi hari Minggu semua panitia harus datang jam 10.00 wib. Resepsinya dimulai jam 11.00 karenanya kita mesti bersiap-siap lebih dulu.


" Baiklah teman-teman, sudah jelas semua ya jadwalnya. Untuk Aira besok menyumbang lagu ya, ini permintaan dari calon pengantin lho," kata kak Vicky.


" Wah, dobel job ini judulnya. Sudah jadi sinoman tambah menyanyi pula, haha ! " celetuk mas Hari tetangga dekatku.


Usai pembagian tugas kita istirahat minum dan makan yang sudah disuguhkan tuan rumah. Tentunya sambil bercengkerama, apalagi para senior sudah lama tak saling berkumpul seperti ini.


"Kita pulang duluan ya Kak." Sebagian remaja yang masih sekolah berpamitan. Aku sendiri masih betah mengobrol dengan kak Vicky dan kak Agus. Tidak ada Eva, Mira, Dewi, Rio apalagi Niko. Dulu aku selalu bersama mereka.


" Mbak Aira, mau pulang sekarang atau nanti ? " tanya Ernest mendekatiku.


" Oh iya, kamu duluan aja Dek. Aku masih ingin mengobrol sama yang lain." Kuminta dia pulang duluan.


Tapi ternyata Ernest tidak beranjak. Ia kembali duduk dan memainkan handphone. Sempat kulihat Novi dan Ninik berbisik-bisik sambil melirikku. Kemudian Novi mendekati Ernest dan mengajaknya mengobrol. Ninik bergabung dengan Erna dan yang lain.


Setengah jam tak terasa, aku berniat pulang. Ernest berulang kali melihat ke arahku. Kudekati dia. " Pulang yuk Dek ;" ajakku. Ia pun bangkit dan mengikutiku keluar.


Teman-teman yang lain juga ikut pamit. Aku berjalan di samping Ernest. Novi dan Erna di belakangku karena rumah kami searah. Sedangkan Ninik pulang lewat gang lain. Kudengar Novi bicara pelan dengan Erna, tapi tetap terdengar olehku.


" Bener Er, tadi Ninik cerita sama aku. Katanya tempo hari ibunya melihat mereka berdua lagi ngobrol sampai malam."


Aku tak berniat menyambung omongannya. Pantas saja dari tadi Novi selalu memandang sinis padaku. Aku mempercepat langkahku tanpa menghiraukan Ernest yang mengikutiku di belakang.


********


Sabtu berikutnya, saat hendak berangkat ke warung makan.


" Mbak Aira, nanti pulang jam berapa ? " tanya Ernest di depan pintu pagar. Hari ini sepertinya ia libur sekolah.


" Jam setengah tiga., kan siap-siap dulu baru nanti jam 3 ke rumah kak Agus." Aku memberitahunya.


" Kok nggak sama aku aja sih Mbak, biar bisa berangkat dan pulang bareng, hehe ! " bujuknya sambil terkekeh.


" Nggak bisa lah, aku kan juga punya tugas rutin."


" Kalau gitu aku ikut yang nanti sore aja gimana." Ernest masih terus merengek. Maksudnya apa sih ini anak ?

__ADS_1


" Hei, kamu kan masih junior. Tugasmu pagi jam 11.00 sampai nanti jam 15.00. Sudah jangan ngeyel. " Kujelaskan padanya biar nggak tawar menawar lagi.


Aku bergegas pergi karena sudah jam 7 lebih, gara-gara Ernest menghadangku tadi. Beruntung begitu sampai gapura langsung dapat angkot.


" Mbak Sri, nanti aku pulang jam setengah tiga ya. Tetangga ada yang hajatan, aku ikut jadi panitia hari ini sama besok. Mbak Sri sendiri yang bantuin ibu ya. " Aku menyampaikannya pada mbak Sri saat tiba di warung makan.


" Siap Mbak Aira, aku sudah harus membiasakan ini. Hitung-hitung persiapan jika mbak Aira menikah. Pasti nanti tidak boleh membantu di warung sama mas Raka."


" Enggak lah, kalau di rumah terus nanti malah gabut, bete. Mas Raka selalu mengerti kok, tentu aku dibolehin tetap bantuin di warung. " Kutepis kekhawatiran mbak Sri.


...Sebelum pulang kuselesaikan dulu pekerjaanku supaya nanti mbak Sri nggak kewalahan. Jam setengah tiga aku pamit pulang....


Sampai rumah kusiapkan baju yang akan kupakai lalu mandi. Pukul 14.50 Jerry dan mas Hari menjemputku.


" Waah Aira yang menjemput langsung dua cowok !" celetuk teman yang lain ketika kami sampai di tempat.


" Aira kalau tidak dijemput takutnya nggak bakal datang. Ingat nggak dulu waktu mau latihan band." Anto menimpali. Yang lain tertawa.


" Jangan mengingatkan yang sudah berlalu. Nanti merembet ke mana-mana jadi sedih lagi," tegurku pada Anto.


Ernest yang tengah duduk di pojokan dengan rekan kelompok pagi menatapku tak berkedip saat aku datang bersama Jerry dan mas Hari. Kulambaikan tangan ke arahnya.


" Gaes, sebelum pergantian shift sebaiknya kalian semua makan dulu ya," Kata kak Vicky.


Seluruh anggota sinoman beranjak ke meja prasmanan untuk mengambil makan. Seusai makan bersama kelompok shift pagi meninggalkan tempat.


Tamu-tamu mulai berdatangan. Biasanya lebih banyak daripada yang tadi siang. Sampai menjelang Magrib baru lah mulai agak berkurang.


" Teman-teman, aku sama Erna sholat duluan ya. Nanti kita gantian," ujarku pada rekan-rekan cewek.


Kebetulan di rumah kak Agus tersedia mushola. Kami pun sholat bergiliran tiap dua orang. Usai sholat aku dan Erna kembali ke tempat semula. Namun tak kusangka di situ ada Niko. Padahal waktu rapat dia nggak ada, kupikir ia tidak ikut jadi panitia.


" Hai Aira, habis sholat ya? " sapanya saat aku berjalan melewatinya yang tengah duduk.


" Iya, kamu kok baru datang." Aku pun berbasa basi membalas sapaannya, lalu mengambil tempat duduk di ujung. Dia pun mendekat dan duduk di sebelahku. Tak berapa lama muncul teman-teman yang lain yang baru selesai sholat.


" Waah, ada yang CLBK nih ! " celetuk Anto. Lagi-lagi dia meledekku. Niko hanya tersenyum.


____________

__ADS_1


Sudah dulu ya say, besok dilanjut lagi.


Vote like n komen ya , lope u pull !


__ADS_2