
"Kenapa Rubby bisa membuat sketsa wajahku? Bukannya kami pertama kali bertemu saat melamar Intan? Apa aku pernah bertemu Rubby sebelumnya?" Tanya Arya pada dirinya sendiri. Ia kembali membuka halaman buku itu.
"Tanpa sengaja aku bertemu dengan seorang pria, ia menolongku saat aku nyaris terserempet motor di pinggir jalan. Dan anehnya sejak pertemuan pertama itu, aku tidak bisa melupakan wajahnya. Padahal aku tidak mengenalnya sama sekali."
"Terserempet motor?" Arya mencoba menggali kembali ingatannya, apa benar dirinya pernah menolong seseorang yang hampir terserempet motor dua tahun yang lalu? Sepasang netranya melebar, iya ia ingat dulu ia pernah menolong seorang gadis berhijab yang terjatuh di pinggir jalan karena nyaris terserempet kendaraan roda dua itu.
"Jadi gadis itu Rubby?"
Arya kembali membuka halaman berikutnya. Lagi, ada gambar sketsa wajahnya.
"Aku baru menyadari, ternyata aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan lelaki itu. Pantas saja aku tidak bisa melupakannya. Dia cinta pertamaku, dan cinta pandangan pertama."
Arya membelalakan matanya, rasanya tidak percaya membaca tulisan istrinya di sana.
"Jadi Rubby sudah jatuh cinta padaku saat itu?" Gumamnya tak percaya.
__ADS_1
Ia kembali membuka halaman buku itu, hanya ada gambar sketsa wajahnya saja di sana. Hingga halaman cukup banyak, yang di temui hanya gambar sketsa wajahnya saja. Hingga akhirnya Arya kembali menemukan tulisan Rubby, dan tetap saja gambar sketsa wajahnya masih tergambar di sana.
"Ya Tuhan, kenapa aku tidak bisa melupakannya? Sudah enam bulan aku tidak pernah bertemu lagi dengannya, tapi wajahnya masih saja terekam jelas dalam ingatanku."
"Adikku berbuat kesalahan, Ayah dan Bunda berharap aku untuk menikah secepatnya. Ayah akan mencarikan jodoh untukku. Sepertinya aku harus mulai untuk melupakanmu."
"Arya Firaz. Akhirnya aku tahu namanya, dan aku tidak pernah menyangka ternyata dia adalah lelaki yang akan menikah denganku. Ya Tuhan, sungguh semuanya di bawah kuasaMu. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam fikiranku, aku akan menikah dengannya. Tapi takdir menyatukan kami. Dan aku sangat bersyukur akhirnya aku bisa menikah dengan lelaki yang ku cintai."
Setitik air mata Arya menetes, jantungnya berdegub kencang. Nyatanya Rubby sudah mencintainya sejak lama.
"Mas Firaz, itu panggilanku khusus untuk suamiku tercinta. Walau aku tahu, ternyata dia mencintai perempuan lain. Mega, wanita yang nyatanya sudah lama menjadi kekasih Mas Firaz. Tidak apa, yang penting aku tetap berada di sisinya. Mencintainya dalam diam adalah pilihanku, ku rasa itu lebih baik daripada harus kehilangannya."
"Tanpa sengaja Mas Firaz menyakitiku, karena ia melihatku membuat gambar sketsa seorang wajah pria. Padahal yang ku buat adalah sketsa wajahnya. Bagaimana caranya agar dia tahu bahwa wajahnya lah yang ku buat dan selalu ada di dalam ingatanku? Tapi setidaknya ini lebih baik, Mas Firaz jadi sedikit lebih perhatian terhadapku. Aku rela, jika untuk mendapat perhatiannya aku terus terluka."
"Kenapa nama Mega yang kau sebut, Mas? Padahal aku yang ada di sisimu? Sebegitunya kah kau mencintainya sampai tidak bisa melihat diriku yang selalu ada di sampingmu? Walau kau tidak mencintaiku, tapi aku ini istrimu. Tolong hargai perasaanku sedikit saja..."
__ADS_1
Arya mengusap kasar wajahnya, menyesali kebodohannya yang tanpa sengaja mengigau menyebut nama Mega.
Arya kembali membuka halaman buku itu, tapi ternyata tanggalnya sudah melompat jauh, itu adalah tanggal setelah di mana dirinya menjatuhkan talak pada Rubby. Lagi, dan lagi, gambar sketsa wajahnya bertebaran di halaman itu.
"Kenapa Mas Firaz menalakku? Apa salahku? Padahal aku ikhlas jika harus merawatnya seumur hidupku."
"Aku akan tetap menunggu Mas Firaz mau selama apapun itu. Karena aku mencintainya, sangat mencintainya. Bagaimanapun keadaannya, mau dirinya tidak bisa melihat atau bahkan tidak bernyawa lagi, aku akan selalu mencintainya. Dan aku yakin, kami akan bersama kembali."
Arya menutup buku itu, lelaki itu menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan. Mencoba mengurangi rasa sesak di hatinya. Mengetahui satu fakta yang di dapatnya, Rubby mencintainya, bahkan sejak lama.
"Kenapa? Kenapa aku tidak bisa melihat cinta Rubby yang begitu besar padaku?"
"Maafkan aku, Rubby. Dulu aku selalu membuatmu bersedih. Aku janji, aku akan menebus semua kesalahanku padamu. Aku akan memberikan seluruh cintaku untukmu, aku akan membahagiakanmu semampuku."
******
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊