Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
CDS 145


__ADS_3

"Arya, mungkin untuk beberapa bulan ini kau harus bersabar." Mama Dewi ikut bicara membuat kerutan di kening Arya semakin dalam. Apa yang sedang di bahas oleh para orang tua ini? Sedangkan Rubby hanya bisa menahan senyumnya.


"Bersabar untuk apa, Ma?" Tanya Arya bingung.


"Bersabar karena kau sedang mengalami sindrom kehamilan simpatik, mungkin sampai beberapa bulan ke depan. Atau mungkin juga sampai Rubby melahirkan nanti." Kali ini Bunda Maya yang bicara. Seketika fikiran Arya mendadak kosong.


Sindrom kehamilan simpatik? Rubby melahirkan? Bagaimana bisa Rubby tiba-tiba melahirkan? Kecuali istrinya itu tengah hamil?


Tunggu!


Arya beralih menatap istrinya yang ternyata tengah menatapnya juga.


"Maksudnya?" Tanyanya. Senyum lebar tercetak di wajah cantik Rubby.


"Aku hamil, Mas. Selamat, Mas Firaz akan menjadi seorang Ayah." Jawabnya. Arya mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Kau hamil?" Ulangnya dengan nada tak percaya. Rubby mengangguk dengan binar di matanya.


"Iya, Mas."


"Alhamdulillah ya Allah..." Arya langsung menarik Rubby ke dalam pelukannya. Tanpa mempedulikan orang-orang yang ada di sana, Arya memeluk erat istrinya.


"Terima kasih, Rubby. Aku mencintaimu." Ucap Arya, Rubby hanya bisa mengangguk di dalam dekapan suaminya. Para orang tua tersenyum melihatnya.

__ADS_1


"Dika lihat!" Intan menepuk lengan suaminya.


"Lihat apa?" Tanya Andika.


"Kak Arya romantis sekali. Kenapa kau tidak seperti itu ketika aku bilang aku hamil lagi?" Intan balik bertanya. Ia ingat ketika bilang sedang hamil untuk kedua kalinya, Andika hanya terbengong saja. Pemuda itu tidak menyangka kalau istrinya akan hamil lagi secepat itu.


"Aku kan terkejut waktu itu, Intan." Jawab Andika membela diri.


"Tapi waktu kau hamil pertama kan, aku memelukmu juga." Sambungnya.


"Tapi keadaanya dulu tidak romantis, yang ada kita malah ketakutan." Timpal Intan, Andika hanya bisa menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Di mata Intan, dirinya selalu saja kalah dari Arya.


Arya dan Rubby melerai pelukannya. Satu kecupan hangat mendarat di kening Rubby, menatap Rubby dengan penuh cinta.


"Mas tahu?" Tanya Rubby.


"Calon anak kita tidak hanya satu." Jawab Rubby.


"Maksudmu?"


"Di sini." Rubby mengarahkan tangan Arya ke perutnya yang masih rata.


"Ada tiga calon anak kita." Ucapnya. Arya kembali mengerjap-ngerjapkan matanya.

__ADS_1


"Tiga?!" Arya menganga tak percaya.


"Iya, Arya. Rubby hamil anak kembar, tiga sekaligus." Sambung Mama Dewi.


"Jadi calon anak kita ada tiga?" Ulangnya.


"Iya, Mas."


Arya kembali memeluk singkat istrinya.


"Alhamdulillah. Aku tidak menyangka kau hamil, bahkan langsung kembar tiga. Terima kasih Rubby."


"Maka dari itu kau harus mulai bersabar. Karena kau yang mengalami gejala kehamilan." Ucap Ayah Bakti.


"Jadi tadi Arya mual karena..."


"Iya, Arya. Semua sindrom kehamilan simpatik karena kehamilan Rubby. Kau yang merasakan keluhan ibu hamil, sedangkan Rubby tidak." Ucap Bunda Maya. Arya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Pantas saja Arya merasa aneh belakangan ini." Ujarnya.


"Sabar ya. Tidak akan lama, paling lama sampai istrimu melahirkan nanti. Itu sekitar enam sampai tujuh bulan ke depan." Ucap Mama Dewi.


Enam sampai tujuh bulan, sebentar katanya? Arya hanya bisa menghela nafas kasar. Tapi tidak apa, yang penting Rubby sehat dan selamat sampai melahirkan nanti. Biarlah dirinya yang mengalami semua gejala itu. Pengorbanan Rubby untuk hamil anaknya juga tidaklah mudah.

__ADS_1


......................


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊


__ADS_2