Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
Jangan Mendekat!


__ADS_3

"Masa? Kalau biasa saja wajahnya tidak perlu merona begitu, Mba..." Ucap Ela dengan nada meledek, Rubby cemberut.


"Sudah pulang sana..." Ujar Rubby sambil mendorong Ela agar keluar dari dapur.


"Iya, iya. Selamat menunggu suami datang menjemput ya Mba..." Ela melambaikan tangannya. Rubby tersenyum saja, ia kembali fokus pada kuenya.


Setelah beberapa menit kue itupun matang, aromanya sungguh menggugah selera.


"Mas Firaz pasti suka." Rubby memandangi kue yang baru saja ia angkat dari pemanggang. Suara dering ponsel mengalihkan perhatian Rubby. Diambilnya ponsel yang terletak di atas meja. Ada nama Mas Firaz di sana. Rubby segera mengangkat panggilannya.


"Assalamuala'ikum, Mas..." Sapa rubby.


"Waalaikumsalam. Rubby aku sudah dalam perjalan untuk menjemputmu, tapi ban mobilku bocor. Jadi aku harus menggantinya dulu. Mungkin aku agak terlambat sampai di tempatmu." Ucap Arya di balik ponselnya.


"Oh begitu? Tidak apa-apa, Mas. Aku tunggu, aku juga baru selesai membuat kue muffinnya." Jawab Rubby.


"Ya sudah. Kau tunggu saja. Aku mau mengganti ban mobilnya dulu."


"Iya, Mas. Assalamuala'ikum."


"Waalaikumsalam." Arya menutup panggilannya.


Rubby menyimpan kembali ponselnya di meja dapur. Ia mengambil kue yang baru saja matang dan memindahkannya di meja pelanggan.


"Sebaiknya tunggu dingin dulu baru ku masukkan ke dalam box."


Rubby kembali ke dapur dan mencuci peralatan yang tadi di pakainya untuk membuat kue. Tanpa ia sadari, seseorang membuka pintu toko yang memang tidak terkunci dan menyelinap masuk.


Sedangkan di sisi lain, Arya baru saja selesai mengganti ban mobilnya.


"Akhirnya selesai juga." Arya menghela nafas lega. Ia merapikan kembali peralatannya.


"Arya..." Terdengar suara seseorang memanggilnya. Arya menoleh, ia langsung membuang nafas berat melihat siapa yang berdiri di belakangnya.


"Ada apa?" Tanya Arya datar.


"Sayang, jangan jutek begitu." Sahut Mega dengan nada manjanya.


"Berhenti memanggilku sayang, Mega! Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa!" Seru Arya, ia hendak masuk kembali ke dalam mobilnya namun Mega malah menarik lengannya.


"Lepaskan!" Hardik Arya.


"Arya, aku masih mencintaimu. Aku ingin kembali denganmu." Pinta Mega memelas, ia kembali menggelayuti lengan Arya.

__ADS_1


"Mega!" Arya kembali menyentak tangan Mega hingga wanita itu mundur beberapa langkah.


"Arya, kenapa kau kasar sekali padaku?" Sepasang netra Mega terlihat berkaca-kaca. Arya menarik nafasnya dalam, dan menghembuskannya perlahan. Mega selalu saja memancing emosinya.


"Mega, sudah ku katakan padamu. Hubungan kita sudah berakhir! Jadi jangan pernah lagi ganggu hidupku!" Tegas Arya.


"Dan satu lagi, jangan pernah coba untuk mempengaruhi istriku dengan fitnah murahanmu itu!" Sambungnya penuh penekanan.


"Jadi kalian tidak bertengkar ya? Sayang sekali, padahal aku sudah mengarang cerita yang sangat bagus." Sahut Mega dengan santainya, sedangkan Arya menatap tajam padanya.


"Aku heran kenapa kau bisa menikah dengan wanita kampungan seperti Rubby?" Tambah Mega.


"Jangan hina istriku!" Seru Arya. Pria itu mencoba menahan emosinya, jangan sampai dirinya berbuat kasar pada mantan kekasihnya itu. Arya berbalik, hendak membuka pintu mobilnya. Tapi suara Mega menghentikan gerakannya.


"Apa kau tahu, Arya? Istrimu kini tengah bersama pria lain."


Arya kembali menoleh ke arah Mega.


"Apa maksudmu?" Tanyanya datar.


"Aku baru tahu kalau ternyata Bara menyukai wanita kampungan itu." Jawab Mega. Arya menautkan kedua alisnya, ke mana arah bicara Mega?


"Mungkin sekarang mereka berdua sedang..." Mega sengaja menggantung ucapannya. Arya menatap tajam pada Mega.


"Apa kau fikir aku akan diam saja jika ada perempuan lain yang berani mendekatimu bahkan sampai menikah denganmu?" Mega balik bertanya dengan senyum sinis di wajahnya.


"Mega! Jangan berani kau sakiti istriku!" Bentak Arya. Mega tetap terlihat tenang, ia melipat tangannya di depan di dada.


"Mungkin sekarang wanita kampungan itu hanya tinggal nama." Ucapnya.


"Kau!" Arya menggeram mengepalkan tangannya. Seandainya bukan wanita, Arya mungkin sudah menghajar Mega dari tadi.


"Jika terjadi sesuatu dengan istriku, aku tidak akan pernah memaafkanmu!" Arya memilih untuk masuk ke dalam mobilnya dan bergegas menemui Rubby.


_


_


_


Rubby sudah selesai dengan pekerjaannya, ia kembali ke meja pengunjung. Gadis itu mendadak terdiam, melihat sosok yang berdiri di depan pintu masuk tokonya.


"Tuan Bara?" Gumamnya. Untuk apa pria itu datang di saat tokonya sudah tutup?

__ADS_1


"Hai, Rubby." Sapa Bara, ia melangkah menghampiri Rubby.


"Mau apa Tuan kemari?" Tanya Rubby.


"Apa tidak boleh aku kemari? Aku hanya ingin bertemu denganmu." Jawab Bara sambil terus berjalan mendekat pada Rubby.


"Tapi toko kueku sudah tutup, Tuan." Sahut Rubby, ia menatap waspada pada Bara.


"Aku tidak peduli, aku kemari bukan untuk membeli kue." Timpal Bara acuh.


"Jangan mendekat!" Hardik Rubby saat menyadari posisi Bara yang sudah tak jauh darinya.


"Kenapa Rubby? Kau takut padaku?" Bara memandang Rubby dari atas sampai bawah dengan pandangan yang tak biasa membuat Rubby bergidik.


"Tuan, sebaiknya anda pergi dari sini." Usir Rubby menunjuk ke arah pintu. Bara tersenyum miring, dan itu terlihat menyeramkan bagi Rubby.


"Rubby, aku sengaja datang kemari untuk bertemu denganmu. Aku merindukanmu..." Selorohnya.


"Tuan silakan pergi. Sebentar lagi suamiku datang. Dan aku tidak mau suamiku salah paham." Rubby melangkah mundur karena Bara terus mendekat.


"Arya maksudmu?" Bara menghentikan langkahnya.


"Kenapa kau menolakku dan lebih memilih Arya daripada aku? Aku benar-benar mencintaimu sedangkan Arya? Dia tidak mencintaimu sama sekali." Lanjutnya.


"Tuan Bara!"


"Rubby, sebaiknya kau akhiri pernikahanmu dengan sahabatku itu. Percuma juga kau mempertahankan pernikahan ini. Arya sama sekali tidak mencintaimu, dia bahkan tak mau menyentuhmu." Bara kembali memandang Rubby dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Ku beri tahu, tipe wanita Arya itu seperti Mega. Wanita cantik dan seksi. Bukan sepertimu. Jadi sebaiknya kau menikah denganku saja." Lanjutnya dengan senyum seringai.


"Tuan Bara tolong jaga ucapan anda." Seru Rubby penuh penekanan.


"Asal kau tahu Rubby, suamimu kini sedang bersama Mega. Dia hanya mengarang cerita untuk telat menjemputmu." Bara mencoba untuk mempengaruhi. Rubby memejamkan matanya singkat untuk meredam emosinya, dirinya tidak boleh terpengaruh lagi.


"Tuan Bara sekali lagi aku minta padamu, silakan keluar dari sini." Titahnya kembali menunjuk ke arah pintu.


"Tidak, aku tidak mau." Bara kembali melangkah.


"Mau apa kau?!" Sentak Rubby saat Bara sudah semakin dekat dengannya.


"Aku hanya ingin menjadikanmu milikku sebelum Arya benar-benar menyentuhmu. Jadilah milikku Rubby, tenang saja aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahimu jika Arya menceraikanmu."


Sepasang netra Rubby terbelalak di balik kacamatanya. Ia benar-benar takut sekarang, pria di hadapannya itu pasti akan berbuat sesuatu pada dirinya.

__ADS_1


"Mas Firaz cepatlah datang...." Lirihnya dalam hati.


__ADS_2