
"Indah, dengar! Aku sudah menikah! Jadi jangan pernah ganggu aku lagi!" Seru Arya.
DEG
Tubuh Indah berdiri kaku mendengar apa yang baru di ucapkan Arya. Perlahan gadis itu menggeleng.
"Kak Arya pasti bohong kan?" Ucapnya dengan nada tak percaya.
"Untuk apa aku bohong, aku memang sudah menikah!" Timpal Arya penuh penekanan. Terdengar nafas Indah memburu, gadis itu menatap tajam pada Arya. Lalu berjalan mendekatinya, hingga mereka berdua saling berdiri berhadapan.
"Kak Arya tidak boleh menikah! Kak Arya hanya boleh menjadi milikku!" Pekik Indah, ia mengangkat tangannya dan mendaratkan pukulan bertubi-tubi di dada Arya.
"Kak Arya jahat! Kak Arya jahat!" Racau Indah dengan wajah yang sudah di banjiri air mata.
"Hentikan, Indah!" Arya menggenggam satu tangan Indah, tapi langsung menghempaskannya kembali hingga gadis itu mundur beberapa langkah.
"Aku sudah lama mencintai Kak Arya, tapi kenapa Kak Arya malah menikah dengan wanita lain?" Lirih Indah.
"Dengar, Indah..."
Indah langsung menutup telinganya dan menggeleng kuat.
"Aku tidak mau dengar apapun! Kak Arya jahat!" Pekik Indah yang langsung berlari keluar dari sana.
__ADS_1
Nyatanya suara Indah tadi terdengar hingga keluar, para pegawai di sana hanya bisa saling pandang dengan bahasa isyarat masing-masing apalagi ketika melihat seorang gadis yang keluar sambil menangis dari ruangan atasan mereka.
Sementara Andika sudah mengepalkan kedua tangannya, Kakak lelakinya itu pasti sudah berbuat macam-macam pada Indah hingga gadis itu menangis.
Sedangkan di dalam ruangan, Arya terduduk lemas di kursinya. Tidak habis fikir dengan kejadian tadi. Indah benar-benar nekat ternyata.
Pitu ruangan itu kembali terbuka.
"Kak!" Panggil Andika yang sudah berdiri di ambang pintu. Arya hanya menatap datar pada adiknya, sudah bisa di pastikan Andika akan mengintrogasinya.
Andika menutup pintu dan menghampiri Arya.
"Apa yang Kakak lakukan dengan Indah di ruangan ini?" Tanya Andika yang melayangkan tatapan mengintimidasinya. Benarkan, Andika langsung mengitrogasinya.
"Aku bertanya, kakak malah balik bertanya." Dengus Andika, ia menghampiri Arya hingga berdiri di hadapannya.
"Kenapa Indah bisa berada di ruangan Kakak?" Tanya Andika, Arya hanya mengendikkan bahunya.
"Aku tidak tahu, seharusnya aku bertanya padamu. Kau kan yang berada di depan, kenapa bisa tidak tahu ada orang yang menyelinap masuk ke ruanganku?" Arya balik bertanya dengan nada kesal. Bisa-bisanya mereka kecolongan. Andiika mengerutkan keningnya, kenapa jadi dirinya yang di salahkan? Kan ia yang sedang mengintrogasi Arya?
"Tadi kami sedang sibuk, banyak pelanggan di depan." Jawab Andika.
"Jadi apa yang kalian lakukan?" Tanya Andika melipat tangannya di depan dada dan masih menatap curiga pada sang Kakak. Arya membuang nafas beratnya ke udara, memang apa yang ada di fikirannya adiknya itu?
__ADS_1
"Silakan kau cek cctv untuk melihat apa yang kami lakukan." Jawab Arya sekenanya, jari telunjuknya menunjuk ke arah cctv yang berada di atas pintu. Ia malas jika harus di tambah berdebat dengan adiknya, Indah saja sudah membuatnya naik darah tadi.
"Baiklah aku percaya Kakak tidak berbuat macam-macam. Tapi kenapa tadi Indah berteriak? Kami yang berada di depan sampai bisa mendengar suaranya." Tanya Andika kemudian.
"Aku mengatakan Indah, kalau aku sudah menikah dan dia langsung histeris." Jawab Arya apa adanya. Kedua alis Andika saling bertaut mendengar uapan Arya.
"Jadi benar Indah menyukai Kakak?"
"Ya, dia menyukaiku sejak awal kuliah."
Andika hanya bisa menggeleng sambil memijat keningnya.
"Aku heran pada wanita-wanita itu, tidak Mega, Kak Rubby, dan sekarang Indah. Mereka begitu menyukaimu. Apa sih bagusnya dirimu Kak?" Tanya Andika bingung, sementara Arya sudah menatap tajam padanya.
"Kau bertanya atau mengejekku?" Tanya Arya datar.
"Andai aku jadi wanita, aku tidak akan menyukai pria kaku dan suka marah-marah sepertimu." Timpal Andika membuat Arya menggeram kesal.
"Andika!!!" Seru Arya, ia sampai bangun dari duduknya. Andika menelan salivanya, melihat kakaknya sudah akan mengamuk.
"Saya permisi, Pak. Saya masih banyak pekerjaan." Andika langsung mengambil langkah seribu keluar dari ruangan itu.
*****
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊