
"Calon suamimu itu tampan, lebih tampan di banding Dokter Malik." Ucap Bunda Maya. Jemari Rubby saling bertaut, kenapa juga jadi bawa-bawa Dokter Malik? Atau jangan-jangan pria itu adalah Dokter Malik yang datang kembali melamarnya?
"Rubby tidak ingin menikah." Lirih Rubby. Terlihat gurat kecewa di wajah sang pria. Tapi dia masih bingung, jadi lamarannya di tolak atau di terima? Sementara orang tua Rubby sudah setuju jika mereka langsung menikah hari ini.
"Jangan seperti ini, Rubby. Sebaiknya kau lihat dulu wajah calon suamimu." Ujar Ayah Bakti. Rubby menggeleng kembali, ia tidak ingin melihat pria itu apalagi jika benar pria itu adalah Dokter Malik. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Ayah Bakti dengan pandangan memohon, matanya sudah basah oleh air mata.
"Ayah, jangan paksa Rubby..." Lirihnya memohon, tapi pria di hadapannya malah mengulum senyum melihatnya. Pun dengan Ayah dan Bundanya.
"Rubby Az Zahra, apa kau menerima lamaranku dan bersedia menikah denganku?" Pria itu akhirnya bersuara.
DEG
Rubby membeku mendengar suara yang sangat di kenalnya. Detak jantungnya seakan terhenti. Tidak mungkin ia lupa suara itu. Perlahan Rubby mengalihkan pandangannya. Seorang pria tampan tengah tersenyum menatapnya.
"Kau mau menikah denganku?" Pria itu kembali mengulang pertanyaannya. Tenggorokan Rubby seakan tercekat, ia tak sanggup berkata-kata. Hanya air mata yang lolos membasahi pipinya.
"Namanya Arya Firaz. Dia adalah pria yang melamarmu, dan jika kau bersedia Arya akan menikahimu hari ini juga. Bagaimana apa kau mau menerimanya?" Tanya Bunda Maya sambil mengusap air mata putrinya.
Tidak ada kata yang bisa Rubby ucapkan, ia hanya mampu mengangguk. Rasanya seperti mimpi, tapi ini nyata! Arya ada di hadapannya.
"Jadi kau menerimanya? Tidak jadi di tolak?" Tanya Ayah Bakti dengan nada meledek. Tidak menjawab, gadis itu langsung menghambur memeluk kedua orang tuanya. Sempat-sempatnya sang Ayah menggodanya dalam keadaan seperti ini.
_
_
__ADS_1
_
Hari itu juga Arya kembali menikahi Rubby. Hanya dengan gamis dan hijab putih serta riasan wajah yang sangat sederhana. Tapi bagi Arya, Rubby terlihat sangat cantik.
"Saya terima nikah dan kawinnya Rubby Az Zahra binti Bakti Ibrahim dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" Arya mengucap ijab qabul dengan lantangnya.
"Sah....!" Suara para saksi menyambutnya.
Kini mereka menjadi sepasang suami istri kembali. Rubby meraih tangan Arya dan mencium punggung tangannya, kemudian Arya mencium kening Rubby.
Rubby menatap Arya penuh haru, tidak di sangka akhirnya mereka bisa bersama lagi. Cinta pertamanya telah kembali. Arya menarik Rubby ke dalam pelukannya.
"Apa kau bahagia?" Tanya Arya dengan berbisik.
"Sangat." Jawab Rubby yang menyandarkan kepalanya di dada suaminya dan membalas pelukannya.
"Aku akan selalu menunggu Mas mau selama apapun itu." Rubby mengeratkan pelukannya. Seakan tidak peduli pada keberadaan orang-orang di sana, mereka begitu larut dalam pelukan.
"Ehm! Sepertinya mereka sudah tidak malu-malu lagi." Celetuk Mama Dewi, membuyarkan momen haru antara sepasang pengantin itu. Mereka melepas pelukannya.
"Bukannya itu bagus, mereka pasti akan gerak cepat setelah ini." Timpal Bunda Maya. Terdengar tawa dari Ayah Bakti, Andika dan juga Intan.
Arya menatap datar pada Mamanya. Mama Dewi masih saja senang menggodanya.
"Jangan cemberut begitu." Suara Rubby mengalihkan perhatian Arya.
__ADS_1
"Kenapa para orang tua senang sekali menggoda kita?" Arya menghembuskan nafas berat.
"Tidak apa. Yang penting mereka senang." Kata Rubby sambil tersenyum simpul.
"Ya, kau benar. Yang penting orang tua senang." Sahut Arya.
Mereka menghampiri para orang tua tersebut.
"Arya, apa perlu Ayah mengulang kembali kata-kata Ayah yang dulu?" Tanya Ayah Bakti begitu Arya selesai mencium punggung tangannya.
"Tidak perlu, Ayah. Tapi kali ini Arya benar-benar berjanji akan menjaga Rubby dan memperlakukan Rubby dengan baik." Jawab Arya.
"Dan jika kau membuat kesalahan lagi?" Tanya Ayah Bakti lagi.
"Ayah marahi Mama saja." Jawab Arya cepat. Sontak Mama Dewi protes.
"Enak saja, kau yang buat salah Mama yang di marahi." Sahutnya.
"Hehe... Tidak Mama." Timpal Arya, kemudian beralih lagi pada Ayah Bakti.
"Ayah, Insya Allah Arya tidak akan melakukan kesalahan lagi. Arya janji pada Ayah." Ucapnya dengan sungguh-sungguh.
"Ya, ya. Ayah percaya padamu. Ayah titip Rubby."
*****
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA YA 😊