
"Ya mungkin saja, Mas tidak... Hmmpt..." Ucapan Rubby langsung terhenti karena Arya membungkam bibir istrinya dengan miliknya.
Ciuman itu berlangsung cukup lama, posisi tubuh Arya bahkan sudah berpindah di atas tubuh Rubby. Dengan satu tangannya menahan tengkuk Rubby membuat wanita itu tidak bisa bergerak.
Arya melepas pagutannya setelah pasokan oksigen untuk keduanya hampir habis. Rubby menormalkan nafasnya yang tersengal-sengal, menghirup udara sebanyak-banyaknya mengisi rongga paru-parunya.
"Kau masih meragukanku?" Tanya Arya yang tidak berpindah dari posisinya, Rubby menggeleng cepat. Ibu jari Arya mengusap bibir Rubby yang basah karena ulahnya, dan menyatukan kembali pagutan mereka yang sempat terlepas.
Tanpa terasa pakaian yang melekat di tubuh keduanya sudah terlepas seluruhnya. Arya menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
"Kau sudah siap, Rubby?" Suara Arya terdengar parau, matanya sudah menggelap dan berkabut. Rubby hanya mengangguk, ia tidak dapat berkata-kata.
Rubby menggigit bibir bawahnya dan meringis saat merasakan sesuatu di bawah sana yang memaksa masuk. Ia memejamkan matanya kuat-kuat.
"Rubby." Panggil Arya, ia merasa tidak tega melihat Rubby yang menahan sakit. Netra Rubby kembali terbuka.
"Apa sakit sekali?"
"Tidak, Mas. Teruskanlah." Lirih Rubby yang kemudian memeluk leher Arya, sementara Arya terus berusaha.
__ADS_1
Hingga akhirnya Arya berhasil melakukannya. Bulir bening mengalir di sudut mata Rubby, dengan cepat Arya menghapusnya.
"Maaf..." Ucap Arya, ia merasa bersalah membuat Rubby kesakitan. Tapi ia juga senang karena berhasil mendapatkan sesuatu yang sangat berharga. Rubby menggeleng pelan.
"Tidak apa, Mas."
Arya melanjutkan tindakannya. Perlahan rasa sakit yang di rasakan Rubby berubah menjadi rasa yang tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.
Arya memeluk erat punggung Rubby sementara Rubby membenamkan wajahnya di ceruk leher suaminya merasakan sesuatu yang akan meledak di bawah sana.
Dan akhirnya mereka menjadi suami istri seutuhnya. Satu kecupan hangat Arya daratkan di kening istrinya.
_
_
_
Pagi harinya. Kedua pengantin baru itu baru saja menyelesaikan sholat subuh berjamaah. Rubby merapikan kembali peralatan sholatnya, dan duduk di sisi tempat tidur.
__ADS_1
"Apa masih sakit?" Tanya Arya yang ikut duduk di sampingnya. Rubby menggeleng pelan tanpa menjawab, sementara wajahnya masih menunduk. Rasanya ia malu untuk bersitatap dengan Arya, apalagi mengingat kegiatan semalam mereka dan setelah itu Arya memaksanya untuk membersihkan tubuh bersama.
"Kenapa Rubby?" Arya meraih dagu istrinya, membuat mereka saling bertatapan, rona nampak menyembur di pipi Rubby.
"Sepertinya istriku masih malu-malu." Ucap Arya dengan nada meledek.
"Mas!" Pekik Rubby, wanita itu nampak cemberut membuat Arya gemas.
"Jangan cemberut begitu."
Cup. Kecupan singkat mendarat di bibir Rubby, membuatnya terbelalak.
"Apa boleh aku memintanya lagi?" Ucap Arya setengah berbisik membuat tubuh Rubby meremang. Di tatapnya sepasang netra pria itu, sudah menggelap seperti awan mendung. Pelan Rubby mengangguk, ia juga menginginkan kembali sentuhan suaminya. Kedua sudut bibir Arya terangkat, secepat kilat ia kembali mengungkung tubuh Rubby hingga kembali di bawah kuasanya. Tidak ada penolakan dari Rubby, justru ia menarik tengkuk Arya hingga bibir mereka menyatu. Terjadilah sesi kedua di antara mereka.
Dan selanjutnya hanya suara manja Rubby yang terdengar, kini Arya lebih mudah melakukannya di banding semalam.
*****
"sudah di revisi total, karena susah sekali lulus reviewnya"
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊