Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
Sesi Kedua Dan Ketiga


__ADS_3

Apa boleh aku memintanya lagi?" Ucap Arya setengah berbisik membuat tubuh Rubby meremang. Di tatapnya sepasang netra pria itu, sudah menggelap seperti awan mendung. Pelan Rubby mengangguk, ia juga menginginkan kembali sentuhan suaminya. Kedua sudut bibir Arya terangkat, secepat kilat ia kembali mengungkung tubuh Rubby hingga kembali di bawah kuasanya. Tidak ada penolakan dari Rubby, justru ia menarik tengkuk Arya hingga bibir mereka menyatu. Terjadilah sesi kedua di antara mereka.


Dan selanjutnya hanya suara manja Rubby yang terdengar, kini Arya lebih mudah melakukannya di banding semalam.


_


_


_


Arya bangkit dari atas tubuh Rubby sesaat setelah pelepasan itu terjadi, keduanya nampak menormalkan nafasnya. Dan lagi, Arya menghujani puncak kepala Rubby dengan kecupannya sementara Rubby menyandarkan kepalanya di dada Arya yang masih nampak basah dengan peluh. Sepertinya itu sekarang menjadi tempat ternyaman untuk Rubby bersandar.


"Mas."


"Iya?"


"Apa Mas sudah siap untuk punya anak atau ingin menundanya?" Tanya Rubby sambil terus merangsek ke pelukan Arya.

__ADS_1


"Kalau masalah itu, aku tidak ingin menundanya tapi aku juga tidak akan memaksamu. Kita jalani saja apa adanya, aku tidak mau kau kepikiran dan merasa terbebani nantinya." Jawab Arya sambil mengusap lembut punggung polos istrinya.


"Baiklah, biar waktu saja yang menjawabnya." Timpal Rubby, suaminya pengertian juga ternyata. Senyum usil tiba-tiba tercetak di wajahnya. Tangan Rubby yang semula memeluk pinggang suaminya ia angkat dan mendarat di dada Arya.


"Rubby..."


"Hm..."


"Jangan nakal!" Arya menggeram saat merasakan jemari lentik Rubby bermain di dadanya yang terbuka, membuat tulisan abstrak tak kasat mata. Bukannya berhenti, Rubby makin menjadi. Ia mengecupi dada bidang itu, bahkan terdengar suara tawanya yang tertahan.


"Kau sengaja menggodaku?" Tanyanya.


"Kalau iya memang kenapa? Apa Mas tergoda?" Rubby balik bertanya. Arya menggeram gemas. Istrinya sudah berubah drastis.


"Jangan salahkan aku kalau menerkammu lagi." Suara Arya sudah berubah parau, pun dengan sorot matanya.


"Dengan senang hati aku rela kau terkam, Mas." Balas Rubby dengan nada sensual.

__ADS_1


Arya tersenyum miring, sepertinya istrinya sudah tidak malu-malu lagi. Dan terjadilah sesi ketiga di antara pengantin baru itu, tanpa mempedulikan sinar mentari yang mulai mengintip dari kaca jendela. Mereka tetap fokus dengan surga dunia yang mereka selami.


Sementara itu di lantai bawah.


Nasi goreng sudah terhidang di meja, ada juga roti dan berbagai selai di sana. Mama Dewi sudah selesai menata semuanya di bantu dengan pelayan. Ia melirik ke arah tangga, tidak ada tanda-tanda anak dan menantunya akan turun.


"Ke mana Arya dan Rubby? Kenapa belum turun juga? Ini sudah jam tujuh." Gumam Mama Dewi heran. Dulu biasanya setelah subuh, Rubby akan langsung turun dan membantunya membuat sarapan. Mama Dewi mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi.


"Apa mereka...." Senyum lebar terbit di wajah wanita paruh baya itu. Tidak salah lagi anak dan menantunya pasti sedang berkembang biak di dalam kamar, makanya mereka belum turun untuk sarapan.


"Akh... Akhirnya mereka melakukannya juga! Sebentar lagi cucuku akan bertambah!" Soraknya sambil bertepuk tangan.


Mama Dewi kemudian memutuskan untuk sarapan sendiri saja, jika menunggu pengantin baru itu selesai bisa-bisa penyakit lambungnya kambuh.


*****


JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊

__ADS_1


__ADS_2