
"Apa sebenarnya isi dari buku itu, Rubby?" Tanya Arya pura-pura tidak tahu.
"Rahasiaku dan Mas tidak boleh tahu!" Seru Rubby, ia menatap tajam pada suaminya. Sedangkan Arya malah menarik satu sudut bibirnya dan tersenyum miring.
"Rahasia apa? Bukannya kita ini suami istri? Seharusnya tidak ada rahasia di antara kita bukan?" Tanya Arya mencoba menyudutkan istrinya.
"Tapi tidak untuk yang satu ini!" Sergah Rubby yang masih menatap tajam padanya.
"Apa rahasia tentang cintamu? Tentang seseorang yang kau sukai?" Terka Arya.
"Mas tidak perlu tahu!" Rubby masih memasang wajah galaknya, dan itu malah membuat Arya ingin tergelak sebenarnya.
"Akh, iya aku ingat. Dulu kau pernah menggambar sketsa wajah seorang pria kan? Dan kau bilang, kalau kau menyukainya? Apa yang kau tulis di buku itu adalah tentang dirinya?" Terka Arya lagi. Rubby ingat, saat itu ia membuat gambar sketsa wajah Arya, tapi Arya malah tidak mengetahui kalau itu adalah sketsa wajahnya sendiri dan menyangkanya menyukai pria lain.
"Kenapa diam, Rubby? Apa aku benar?" Tanya Arya yang melihat istrinya terdiam.
"Itu..." Rubby jadi bingung sendiri. Seandainya Rubby menjawab iya, Arya pasti marah padanya. Karena Arya tidak tahu kalau itu adalah gambar dirinya. Dan jika menjawab tidak, Arya pasti akan terus bertanya.
"Itu apa?" Arya masih setia menunggu jawaban istrinya.
__ADS_1
"Tidak tahu, akh..." Rubby melengos, dan berniat menyimpan buku itu kembali ke lemari. Baru saja hendak membuka pintu lemarinya, Arya menarik lengannya. Ia menghimpit tubuh Rubby hingga punggungnya membentur lemari dengan pelan.
"Mas...?"
"Kenapa kau tidak pernah mau jujur padaku?" Tanya Arya dengan datarnya.
"Jujur tentang apa?" Tanya Rubby, wajahnya terlihat bingung.
"Tentang apa yang ada di buku itu." Tanya Arya, menunjuk buku itu dengan tatapannya.
"Mas, yang ada di buku ini adalah rahasiaku sebelum menikah denganmu. Jadi Mas tidak berhak untuk tahu." Jawab Rubby takut-takut karena melihat tatapan mata Arya yang berbeda.
"A... Apa maksudmu... Mas?" Tanya Rubby tergagap, pura-pura tidak mengerti.
"Kau jatuh cinta pada seorang pria dua tahun yang lalu, pada pandangan pertama." Ucap Arya menatap lekat pada wanita di hadapannya. Sepasang netra Rubby kontan membulat di balik kacamatanya.
"Pria yang menolongmu. Kau tidak tahu namanya, tapi kau tidak bisa melupakan wajahnya. Karena itu setiap hari kau selalu membuat sketsa wajah pria itu." Lanjut Arya. Rubby menelan salivanya yang seakan tersangkut di tenggorokannya, wajahnya berubah memucat.
"Arya Firaz. Akhirnya kau tahu nama pria itu. Bahkan ternyata dia adalah pria yang akan menikah denganmu. Kau sangat bersyukur karena akhirnya bisa menikah dengan pria yang kau cintai." Ucap Arya menirukan yang Rubby tulis di bukunya.
__ADS_1
Rubby membeku dengan wajah yang berangsur berubah memerah. Jangan katakan kalau suaminya itu sudah membaca isi dari bukunya? Ini akan sangat memalukan. Rubby menggeleng pelan.
"Mas... Sudah membaca... Bukuku?" Tanya Rubby terbata-bata. Sedangkan Arya terlihat tenang.
"Menurutmu?" Arya balik bertanya, salah satu sudut bibir terangkat membentuk senyum miring. Jantung Rubby berdetak cepat, seiring dengan nafasnya yang memburu.
"Mas Firaz !!!" Rubby memekik, suaranya seakan memecahkan gendang telinga yang mendengarnya. Ia mendorong tubuh suaminya hingga mundur beberapa langkah.
"Kau menyebalkan! Kau benar-benar menyebalkan!" Rubby memukuli Arya tanpa ampun dengan bukunya. Buku itu berat dan bersampul tebal juga, membuat Arya meringis karena rasanya lumayan sakit.
"Rubby, hentikan! Ini sakit!" Arya mencoba menghalau serangan istrinya, tapi Rubby terus saja mendaratkan pukulan berkali-kali di tubuhnya.
"Rasakan! Salah sendiri kenapa membaca bukuku, Mas harus menerima akibatnya!" Serunya.
"Arya, Rubby, ada apa ini?" Bunda Maya sudah berdiri di ambang pintu, entah sejak kapan wanita paruh baya itu ada di sana. Rubby langsung berhenti, sementara Arya mengusap-usap anggota tubuhnya yang terasa sakit dan memerah akibat pukulan istrinya.
"Kenapa kau memukuli suamimu, Rubby?" Tanya Bunda Maya yang sudah berdiri di hadapan putri dan menantunya.
*****
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊