Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
CDS 135


__ADS_3

Mobil hitam itu berhenti di depan sebuah rumah makan. Niatnya tadi Arya akan kembali ke coffe shopnya, tapi dirinya mendadak mengingat dengan teman lamanya, hingga membuatnya memutar arah.


Arya keluar dari mobilnya, memandangi bangunan di depannya. Dulu sewaktu kuliah, dirinya dan Indra sering menghabiskan waktu di sana untuk menumpang makan siang, karena lokasi rumah makan milik Bara letaknya paling dekat dengan kampus mereka.


Senyum getir terlihat di wajah tampannya. Sudah cukup lama ia tidak bertemu dengan teman lamanya itu. Terlepas dari apa yang sudah Bara lakukan padanya, Arya masih menganggap Bara sebagai temannya. Dengan langkah lebar Arya melangkah masuk.


"Selamat siang,Tuan? Mau pesan apa?" Tanya seorang pelayan menyambut kedatangannya.


"Apa Bara ada?" Tanya Arya yang terlihat ragu.


"Tuan cari Pak Bara? Maaf Tuan siapa ya?" Tanya pelayan tersebut.


"Iya, apa Bara pemilik rumah makan ini. Apa dia ada? Aku teman kuliahnya dulu." Tanya Arya lagi.


"Pak Bara nya sudah tidak kemari lagi,Tuan." Jawab pelayan itu membuat Arya mengernyit heran.


"Kenapa? Apa Bara sudah pindah?" Tanya Arya penasaran.


"Itu... Sebaiknya Tuan tanyakan saja pada istri Pak Bara." Jawab pelayan wanita tersebut.


"Bara sudah menikah?" Tanya Arya dengan nada terkejut. Kapan temannya itu menikah? Kenapa tidak mengundangnya?"


"Iya, Tuan. Pak Bara baru menikah tiga hari yang lalu. Sekarang istrinya Pak Bara yang mengurus rumah makan ini. Tuan bisa menemuinya kalau ada perlu. Beliau ada di ruangannya." Ucap pelayan tersebut sambil menunjuk ke arah pintu yang ada di sudut ruangan.


Arya berfikir sejenak, antara menemui istri Bara atau pergi saja. Tapi ia penasaran dengan temannya yang tidak ada kabar.


"Baiklah, aku ke sana." Jawabnya kemudian.


"Silakan, Tuan. Mau saya antar?" Tawar pelayan itu.


"Tidak perlu, aku sendiri saja." Jawab Arya.


"Silakan Tuan."


Arya kembali melangkah menuju ruangan itu. Tangannya terangkat hendak mengetuk pintu bercat coklat itu.

__ADS_1


"Untuk apa aku menemui istrinya Bara ya?" Arya terlihat ragu.


"Tapi kalau aku tidak menemuinya, aku tidak tahu kabar tentang Bara." Arya melanjutkan niatnya mengetuk pintu.


Tok Tok Tok


"Masuk!" Terdengar suara sahutan dari dalam, kedua alis pria itu saling bertaut. Sepertinya suara itu tidak asing untuknya. Dengan perlahan Arya membuka pintu itu, terlihat seorang wanita duduk di sana tengah serius membaca selembar kertas di tangannya. Karena posisinya menunduk, Arya jadi tidak jelas melihat wajahnya.


"Permisi, saya temannya Bara." Ucap Arya membuat Mega membeku seketika. Mega tidak mungkin lupa suara itu.


"Arya..." Lirihnya, kertas di tangannya terjatuh. Wanita itu mengangkat wajahnya yang semula menunduk.


Kedua pasang mata bertemu dan saling menatap.


"Mega?!" Sepasang netra Arya terbelalak melihat sang mantan kekasih ada di sana.


"Arya... Kau... Kemari...?" Tanya Mega terbata, ia bangun dari duduknya. Sementara Arya masih menatapnya tak percaya.


"Kau istrinya Bara? Kalian sudah menikah?" Arya balik bertanya.


Mega mencoba menetralkan detak jantungnya dan bersikap biasa saja. Ia melangkah ke arah Arya.


"Silakan duduk." Mega mempersilakan Arya untuk duduk, tapi pria itu diam saja.


"Kenapa kau bisa menikah dengan Bara? Bukannya kau melarikan diri setelah kejadian itu?" Tanya Arya, ia memandang penampilan Mega yang tampak berbeda. Penampilan wanita itu terlihat jauh lebih sederhana di banding dulu.


"Arya, sebaiknya kau duduk dulu. Aku akan menjelaskan semuanya." Kata Mega. Arya menghela nafas kasar ke udara, kemudian duduk di ujung sofa yang berada di sana. Sedangkan Mega duduk di sudut yang berlawanan dengan pintu yang terbuka sebagian.


"Arya, aku..."


"Di mana Bara? Aku kemari untuk bertemu dengannya." Sela Arya lebih dulu.


"Bara ada di rumahnya." Jawab Mega.


"Kenapa kalian bisa menikah? Apa kau merencanakan sesuatu lagi?" Tanya Arya.

__ADS_1


"Tidak, Arya. Justru aku kemari untuk menebus kesalahanku." Jawab Mega.


"Menebus kesalahan?"


"Iya, Arya. Aku benar-benar menyesal dengan semua yang telah terjadi. Sebenarnya aku ingin menemuimu dan istrimu, tapi aku takut, aku takut kalau kalian akan menolak kedatanganku." Jelas Mega dengan lirihnya.


"Sebaiknya kau minta maaf dengan istriku, bukan denganku." Ucap Arya.


"Apa Rubby bisa memaafkanku?" Tanya Mega yang memandang sendu pada Arya.


"Aku tidak tahu." Arya bangkit dari duduknya.


"Aku ingin bertemu dengan Bara."


"Arya, sebaiknya kau jangan menemui Bara dulu!" Seru Mega.


"Kenapa? Apa Bara tidak mau bertemu denganku?" Tanya Arya heran.


"Bukan begitu, tapi..." Mega bingung sendiri.


"Apa yang kalian sembunyikan?" Tatapan Arya berubah curiga, Mega seperti menutupi sesuatu. Apalagi wanita itu terlihat gugup.


"Tidak ada, Arya." Mega menggeleng cepat, membuat Arya semakin curiga.


"Katakan!" Sentak Arya.


"Bara tidak ingin bertemu denganmu karena ia tidak bisa melihat!" Ucapan itu refleks meluncur begitu saja, Mega langsung menutup mulutnya.


"Bara tidak bisa melihat? Apa maksudmu, Mega?" Cecar Arya, namun Mega tak menjawab dan hanya menggeleng.


Sepasang mata Arya melebar, ia baru menyadari sesuatu.


"Apa Bara yang melakukan itu?" Tanyanya dengan nada getir.


"A... Apa maksudmu?"

__ADS_1


******


JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊


__ADS_2