
Tiga hari berlalu...
Kini Mega yang menggantikan posisi Bara di tempat kerjanya. Pada awalnya Mega menolak, karena ia ingin melayani keperluan Bara saja. Tapi Bara memaksanya dan Mega tidak berani untuk menolak lagi.
Penampilan Mega kini berubah drastis, tidak ada lagi pakaian seksi yang membalut tubuh Indahnya. Hanya blouse berlengan panjang dan juga celana bahan yang di kenakannya. Sebenarnya Mega ingin memakai hijab seperti Rubby, tapi dia sendiri bingung bagaimana cara memakainya dan rasanya ia belum pantas untuk memakai pakaian seperti itu.
Bukan hanya penampilan, tapi sikap Mega juga berubah. Ia jadi lebih ramah dan juga bertutur kata lembut. Mega benar-benar ingin memperbaiki dirinya. Hanya satu yang belum Mega lakukan, meminta maaf pada Arya dan Rubby. Entahlah, rasanya ia merasa takut saja. Takut kalau kedua orang itu menolak kedatangan dirinya. Tapi Mega sudah berencana akan meminta maaf jika suaminya sudah bisa melihat lagi.
_
_
_
Rubby Cake's.
"Bagaimana, Mas? Apa enak?" Tanya Rubby sambil meletakan secangkir teh hangat di atas meja.
"Enak." Jawab Arya sambil kembali menyuapkan sepotong cheese cake ke dalam mulutnya. Rubby mengernyit heran. Selera suaminya kembali berubah setelah dari taman beberapa hari yang lalu.
"Bukannya Mas Firaz suka cake red velvet? Kenapa sekarang jadi suka cheese cake?" Tanyanya.
"Aku tidak tahu, Rubby. Tiba-tiba aku ingin makan cheese cake." Jawab Arya apa adanya.
"Mas mau lagi?" Tawar Rubby.
"Tidak, Rubby. Ini sudah cukup, lagipula kita kan baru selesai siang." Sahut Arya yang kemudian menyesap tehnya yang sudah hampir dingin.
"Mas mau tetap di sini atau kembali ke coffe shop?"
"Sebenarnya aku ingin di sini, tapi aku harus kembali." Arya beranjak dari duduknya, rubby ikut berdiri kemudian melirik ke arah cangkir teh yang masih tersisa setengah.
"Habiskan dulu tehnya." Pinta Rubby membuat Arya kembali duduk.
"Iya istriku." Lelaki itu patuh dan menegak teh di cangkirnya hingga tak bersisa.
"Sayang rasa tehnya kurang manis." Kata Arya sambil meletakan kembali cangkir itu di tempat semula.
"Oh ya? Rasanya tadi aku sudah memasukkan gula yang cukup." Sahut Rubby yang terlihat bingung, Arya menarik satu sudut bibirnya lalu menatik tangan istrinya hingga wanita itu jatuh di atas pangkuannya.
"Mas!" Pekik Rubby.
Cup. Kecupan singkat mendarat di bibir Rubby membuat netranya terbelalak.
"Sekarang manisnya sudah pas." Kata Arya yang langsung mendapat cubitan di dadanya.
__ADS_1
"Suamiku sudah pintar merayu sekarang." Ucap Rubby gemas.
"Aku hanya merayu istriku sendiri." Lagi, Arya berhasil mencuri satu kecupan.
"Mas, bagaimana kalau ada orang yang masuk?" Tanya Rubby tapi tangannya malah melingkar di leher suaminya.
"Bukannya mereka selalu mengetuk pintu dulu?" Sahut Arya dengan jemari yang membelai lembut wajah istrinya. Keduanya saling menatap lekat dan akhirnya bibir mereka menyatu dengan lembut.
BRAK
"Kak Rubby... Eh!" Intan langsung terdiam melihat adegan itu, sedangkan Rubby langsung melepaskan ciumannya dan bangkit dari pangkuan suaminya.
"Intan?"
"Maaf, Kak. Seharusnya aku ketuk pintu dulu." Intan kembali menutup pintu itu. Rubby dan Arya saling pandang.
"Mas sih!"
"Intan saja masuk tidak ketuk pintu dulu." Timpal Arya.
Tok Tok Tok
"Kak Rubby, ini Intan. Boleh Intan masuk?" Tanya Intan di balik pintu. Sedangkan Arya hanya bisa menggeleng melihat kelakuan adik iparnya.
Telat Intan! Batinnya.
"Rubby, aku harus kembali ke coffe shop." Arya bangkit dari duduknya, ia melirik ke arah Intan sekilas yang tengah menundukkan wajahnya.
"Iya, Mas. Hati-hati di jalan." Seperti biasa Rubby mengecup punggung tangan suaminya.
"Assalamuala'ikum."
"Waalaikumsalam."
Intan langsung menghampiri sang Kakak begitu Arya pergi dari sana.
"Kak, maaf. Tadi Intan tidak sengaja." Ucap Intan merasa tidak enak, sedang Rubby merasa malu, ia seperti tertangkap basah.
"Sudahlah Intan, tidak perlu di bahas." Tukas Rubby.
"Oh ya, ada apa kau kemari? Mana anakmu?" Tanya Rubby mengalihkan pembicaraan sambil mengedarkan pandangannya, tapi sepertinya Intan datang sendiri.
"Aku sendiri, Kak. Baby Dikta aku titipkan pada Bunda." Jawab Intan.
"Oh. Lalu kenapa kau kemari? Apa ada sesuatu?" Tanya Rubby.
__ADS_1
"Intan... Duduk dulu, Kak." Intan menarik tangan Kakaknya agar duduk, karena sedari tadi mereka berdiri saja.
"Kenapa?" Tanya Rubby lagi.
"Intan ingin cheese cake, Kak." Jawab Intan malu-malu.
"Cheese cake? Oh, kau ngidam cheese cake?" Tanya Rubby.
"Iya, Kak." Intan tersenyum lebar.
"Masih ada kan?" Tanyanya.
"Sepertinya masih ada, sebentar Kakak ambilkan dulu ya." Rubby beranjak pergi dari sana.
"Iya, Kak." Sahut Intan, wajahnya berbinar karena sebentar lagi akan menikmati cheese cake yang di idamkannya. Tadi mendadak Intan menginginkan cheese cake, jika meminta pada Andika itu terlalu lama. Ia harus menunggu suaminya itu pulang kerja dulu sedangkan sekarang masih siang. Jadilah Intan berangkat sendiri ke toko kue kakaknya.
Tidak lama Rubby kembali denga membawa satu piring kue ynag di minta intan dan juga segelas coklat hangat.
"Cheese cakenya hanya ada dua potong, Intan. Tadi sudah di makan Mas Firaz, sedang yang lain masih di oven." Jawab Rubby sambil meletakan barang yang di bawanya di atas meja.
"Tidak apa, Kak." Sahut Intan, ia langsung mengambil sepotong cake itu.
"Boleh aku makan kan?" Intan meminta izin dulu.
"Tentu saja, tadi kan kau yang minta." Jawab Rubby. Intan langsung melahapnya.
"Ini enak sekali." Kata Intan dengan mulut penuhnya.
"Jangan bicara jika sedang makan, Intan. Takutnya kau tersedak." Ucap Rubby menasehati, ibu hamil itu mengangguk saja sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.
"Kenapa Mas Firaz dan Intan terlihat sama ya?" Rubby bertanya dalam hati. Ia ingat tadi Arya memakan begitu lahap cake itu dan sekarang Intan.
"Kenapa, Kak?" Tanya Intan yang melihat Kakak perempuannya terdiam.
"Em, tidak apa-apa. Apa kuenya enak?" Rubby balik bertanya.
"Sangat enak, Kak. Oh ya, tadi Kak Rubby bilang kalau Kak Arya makan cheese cake juga? Memangnya Kak Arya suka ya?" Tanya Intan. Rubby menggeleng pelan.
"Tidak begitu sih. Mas Firaz sukanya cake red velvet." Jawabnya.
"Mungkin Kak Arya hanya ingin saja." Timpal Intan.
"Ya, sepertinya begitu. Ayo habiskan, Intan."
"Tanpa di minta pun akan ku habiskan Kak." Intan kembali mneyantap cheese cake di hadapannya hingga tak bersisa.
__ADS_1
*****
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊