Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
CDS 113


__ADS_3

Sore harinya.


Semua pekerjaan Rubby sudah selesai, ia sudah bersiap untuk pulang. Baru saja keluar dari ruangannya, ia di kejutkan dengan seseorang yang berdiri di ambang pintu. Nampak seorang gadis menangis di sana.


"Indah? Kau kenapa?" Rubby menghampiri Indah. Ya, gadis itu adalah Indah. Ia memutuskan untuk pergi ke toko kue Rubby setelah kejadian di coffe shop tadi.


"Kenapa kau menangis?" Raut wajah Rubby terlihat khawatir.


"Rubby..." Tanpa segan Indah memeluk Rubby, wanita berhijab itu sedikit terkejut.


"Izinkan aku memelukmu sebentar, karena aku tidak tahu harus ke mana." Ucap Indah di sela isak tangisnya. Rubby membalas pelukan Indah. Sepertinya teman barunya itu sedang ada masalah. Tangan Rubby terangkat mengusap-usap lembut punggung Indah, berharap gadis itu segera tenang.


Tak lama kemudian indah melepas pelukannya. Ia menghapus kasar air matanya yang membasahi pipi.


"Ayo duduk dulu." Rubby menarik Indah untuk duduk di kursi pelanggan.


"Maaf Rubby, aku..." Suara Indah terdengar begitu lirih.


"Tidak apa, kau pasti sedang ada masalah." Rubby tersenyum menenangkan. Indah mengangguk pelan.


"Ya, aku memang sedang ada masalah. Dan aku bingung, aku harus ke mana. Kedua orang tuaku sudah meninggal dan Kakakku sedang sibuk dengan pekerjaannya. Aku tidak ada tempat berbagi, jadinya aku kemari. Maaf jika kedatanganku mengganggumu, Rubby." Ucap Indah dengan nafas yang masih terisak.


"Tidak apa-apa, Indah. Kau boleh datang ke sini kapanpun. Bukannya kita berteman?"

__ADS_1


Indah tersenyum mendengarnya, Rubby memang wanita yang baik. Tutur katanya juga begitu lembut.


"Terima ksaih, Rubby." Ucapnya.


"Kau ada masalah apa? Kau bisa berbagi cerita denganku, itupun kalau kau percaya padaku." Ujar Rubby. Indah menatap Rubby sejenak, kemudian menundukkan pandangannya.


"Pria yang ku sukai ternyata sudah menikah..." Lirih Indah, Rubby tersentak mendengarnya.


Padahal yang di maksud Indah adalah suaminya sendiri.


"Jadi dia sudah menikah? Apa kau tidak tahu tentang itu?" Tanya Rubby, Indah menggeleng.


"Aku tidak tahu, karena sudah lama aku tidak bertemu dengannya." Indah kembali mengangkat wajahnya, dan menatap Rubby.


"Memangnya kau sakit apa?" Tanya Rubby.


"Kanker hati." Jawab Indah.


"Ya Tuhan, tapi bagaimana keadaanmu sekarang? Apa kau sudah benar-benar sembuh?" Tanya Rubby yang terlihat khawatir, Indah tersenyum melihatnya, teman barunya cukup perhatian ternyata.


"Aku sudah sembuh, Rubby. Aku sudah melalukan operasi pencangkokan hati."


"Syukurlah."

__ADS_1


"Kau tahu, Rubby. Selama aku sakit, hanya dia yang menjadi penyemangatku untuk sembuh. Aku bahkan selalu membawa fotonya selama aku menjalani perawatan di rumah sakit." Ucap Indah sendu.


"Apa dia tidak tahu kalau kau menyukainya?" Tanya Rubby, Indah menggeleng pelan.


"Dia tidak tahu tentang perasaanku, Rubby. Selama ini aku hanya mencintainya dalam diam, karena aku tahu dia memiliki seorang kekasih." Jawab Indah. Rubby mengerutkan keningnya.


"Jadi dia sudah punya kekasih sebelumnya?" Tanya Rubby bingung, ia belum paham dengan kisah cinta teman barunya itu.


"Ya, Rubby. Dia adalah teman Kakakku kuliah dulu, aku jatuh cinta padanya saat awal aku masuk kuliah. Tapi ternyata dia sudah memiliki kekasih, jadi aku hanya bisa memendam perasaanku. Apalagi tiba-tiba aku jatuh sakit, sampai harus menjalani perawatan dalam waktu yang lama di luar negri. Dan saat aku kembali, ternyata dia sudah menikah. Padahal aku sangat ingin menjadi pendamping hidupnya." Indah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, sementara Rubby tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa memberi rasa simpati pada gadis di depannya.


"Kemarin aku nekat menemuinya, aku sangat merindukkan. Tapi bahkan dia tidak mengenalku, sikapnya pun begitu dingin." Lanjut Indah.


"Dan tadi saat aku menemuinya kembali, dia mengatakan padaku kalau dirinya sudah menikah. Dia juga melarangku untuk tidak menganggunya lagi." Indah kembali terisak, Rubby bangun dari duduknya dan berdiri di samping Indah. Ia mengusap-usap bahu Indah, merasa prihatin dengan kisah cinta teman barunya.


"Sabar Indah, mungkin dia memang bukan jodohmu." Tutur Rubby.


"Tapi aku ingin menikah dengannya, sudah terlalu lama aku memendam perasaanku dan itu rasanya sangat menyakitkan." Lirih Indah.


"Indah, jodoh tidak bisa di paksakan. Yakinlah jika ada lelaki yang lebih baik darinya dan akan menjadi jodohmu kelak."


*****


JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊

__ADS_1


__ADS_2