
"Tapi aku ingin menikah dengannya, sudah terlalu lama aku memendam perasaanku dan itu rasanya sangat menyakitkan." Lirih Indah.
"Indah, jodoh tidak bisa di paksakan. Yakinlah jika ada lelaki yang lebih baik darinya dan akan menjadi jodohmu kelak." Rubby mencoba menghibur sekaligus memberi pengertian pada gadis cantik itu. Dan berhasil, Indah sudah lebih tenang sekarang.
"Kau ini cantik, Indah. Pasti banyak di luar sana pria yang menyukaimu." Imbuhnya.
"Entahlah, Rubby. Aku tidak yakin bisa melupakan perasaanku padanya." Indah menghapus air matanya dengan sebelah tangan dengan nafas yang masih sesegukan. Rubby mengangkup wajahnya, hingga Indah mengadah.
"Walaupun sulit, tapi aku yakin kau pasti bisa. Jangan merusak rumah tangga orang lain, Indah. Apalagi jika mereka menikah karena saling mencintai. Seandainya kau ada di posisi istrinya, bagaimana perasaanmu?"
Gadis itu terdiam, setiap kata yang Rubby ucapkan semua mengena di hatinya. Ya Rubby benar, seandainya ia yang jadi istri Arya dan tiba-tiba ada wanita yang menyukai suaminya, tentu dirinya tidak akan terima. Lagipula lelaki tidak hanya Arya yang ada di dunia ini.
Indah menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan, mendengar tutur kata Rubby membuat hatinya mudah tenang. Tapi kenapa saat Indra menasehatinya ia malah tidak terima?
Mungkin karena mereka sama-sama perempuan, jadi lebih mudah memahami perasaan masing-masing.
"Aku akan mencobanya, Rubby." Ucap Indah kemudian, Rubby tersenyum simpul.
__ADS_1
"Ini baru namanya gadis baik!" Seru Rubby memberi semangat.
"Sepertinya aku datang ke tempat yang tepat. Terima kasih Rubby. Walaupun kita baru saling mengenal, tapi kau bersedia menjadi temanku dan mendengar curahan hatiku. Kau benar-benar gadis yang baik, aku tidak salah memilih teman." Ucap Indah tulus.
"Sama-sama, aku juga senang berteman denganmu." Rubby membelai rambut panjang Indah dengan sayang.
"Kau juga gadis yang baik, dan gadis yang baik tidak akan menjadi perusak hubungan orang lain." Sambungnya, ia kembali duduk di kursinya. Indah tertawa kecil.
"Ya ampun, aku lupa." Rubby menepuk keningnya sendiri.
"Aku belum memberimu minum, Indah. Kau pasti haus, apalagi sudah kau sudah bicara banyak tadi. Sebentar ya aku ambil minum dulu." Rubby kembali beranjak dari kursinya.
"Rubby, tidak perlu..." Indah hendak mencegahnya, ia tidak mau merepotkan Rubby lagi. Tapi Rubby sudah lebih dulu berlalu.
"Hanya sebentar, Indah." Rubby setengah berteriak karena dirinya sudah berada di dapur. Indah mengulum senyum, ia senang mendapat teman sebaik Rubby.
Tak lama Rubby kembali dengan dua cangkir teh hangat di tanganya.
__ADS_1
"Aku jadi merepotkanmu. Padahal dengan kau menjadi pendengar ceritaku, itu sudah cukup bagiku." Ujar Indah merasa sungkan.
"Hanya sekedar minum, Indah. Dan ini sama sekali tidak merepotkan." Sahut Rubby yang kembali duduk di kursinya.
"Ayo di minum." Sambungnya. Indah langsung mengiyakan, bagaimana juga dirinya memang haus setelah bercerita panjang lebar. Dengan hati-hati Indah meletakan kembali cangkir itu di tempatnya semula.
"Yang kau katakan benar, Rubby. Kak Arya dan Mega memang saling mencintai. Mereka juga sudah lama berpacaran." Tutur Indah kembali melanjutkan curahan hatinya, gadis itu mengira jika Arya menikah dengan Mega. Karena yang ia tahu, Arya memang berpacaran dengan Mega.
Rubby mengerutkan keningnya mendengar nama yang tidak asing baginya, ia meletakan kembali cangkirnya, tidak jadi meminum tehnya.
"Arya? Mega?" Ulang Rubby berfikir dirinya salah dengar.
"Iya Rubby. Nama pria itu Arya, Arya Firaz. Dan kekasihnya bernama Megalicha Audrey, seorang model yang cukup terkenal. Aku memang tidak ada apa-apanya di banding dia." Ucap Indah sambil tersenyum miris, sedangkan sepasang netra Rubby membulat sempurna.
*****
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊
__ADS_1