
"Bagaimana, Dok?" Tanya Mama Dewi yang antusias sekaligus penasaran.
"Dugaan ibu benar. Selamat Bu Rubby sedang mengandung." Ucap sang dokter. Sudut kedua bibir Mama Dewi terangkat membentuk senyuman. Sedangkan Rubby masih belum sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya.
"Maksudnya bagaimana, Dok?" Tanya Rubby.
"Bu Rubby sedang hamil sekarang. Usia kandungannya sudah sembilan minggu, atau dua bulan." Terang dokter wanita itu.
Rubby terpaku, masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Hamil? Dokter bilang dirinya tengah hamil?
"Rubby, kenapa diam saja? Apa kau tidak senang?" Tanya Mama Dewi melihat menantunya yang mematung.
"Rubby... Hamil, Ma?" Tanya Rubby terbata, Mama Dewi mengangguk cepat.
"Iya, sayang. Kau sedang hamil." Jawab Mama Dewi.
Sepasang netra Rubby berkaca-kaca, akhirnya dirinya hamil setelah beberapa bulan menunggu.
"Lihat, ini adalah gambar calon bayinya." Dokter menunjuk ke arah monitor. Rubby dan Mama Dewi langsung mengalihkan pandangannya.
"Sebentar." Ucap Dokter yang menatap serius pada layar itu.
"Kenapa Dok? Apa ada masalah?" Raut wajah Mama Dewi berubah khawatir.
"Tidak, tidak ada masalah. Tapi sepertinya calon bayi Bu Rubby lebih dari satu." Kata Dokter.
"Lebih dari satu? Maksud Dokter kembar?" Tanya Mama Dewi lagi.
"Ya kembar. Lihat, ada tiga kantong janin di sini. Dan semua sudah terisi dengan bakal janinnya dan juga sudah ada detak jantungnya." Dokter menjelaskan.
"Tiga?" Tanya Mama Dewi dan Rubby serentak.
"Ya, tiga. Bisa di pastikan bayi yang Bu Rubby kandung kembar tiga." Jawabnya.
"Alhamdulillah ya Allah." Rubby dan Mama Dewi mengucap syukur bersama, tidak di sangka mereka di beri kebahagiaan tiga kali lipat.
Akhirnya Rubby pun selesai dengan pemeriksaannya.
"Sekali lagi selamat. Karena ini masih trimester awal, apalagi Bu Rubby hamil anak pertama dan kembar saya sarankan untuk Bu Rubby banyak istrihat dan tidak melakukan pekerjaan berat dulu. Karena kondisi kandungan masih sangat rentan. Saya juga akan resepkan vitamin penambah darah dan asam folat. Jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan bergizi." Ucap Dokter panjang lebar. Rubby dan Mama Dewi mengangguk.
"Apa Bu Rubby ada keluhan?" Tanyanya. Rubby menggeleng.
"Saya tidak merasakan keluhan apapun, Dok. Makannya saya tidak sadar kalau saya sedang hamil." Jawab Rubby.
"Ya, itu bagus. Jadi Bu Rubby bisa mengkonsumsi berbagai makanan yang bergizi tanpa harus mengalami mual."
__ADS_1
"Tapi sepertinya suamimu yang akan merasakannya, Rubby." Celetuk Mama Dewi.
_
_
_
Setelah dari klinik mereka menuju rumah Ayah Bakti, Rubby sudah tidak sabar menyampaikan kabar bahagia ini pada kedua orang tua dan juga adiknya.
"Bagaimana Mama bisa tahu kalau Rubby sedang hamil?" Tanya Rubby, mereka kini sedang dalam perjalanan menuju rumah Ayah Bakti.
"Mama curiga saat kau bilang kalau selera suamimu berubah, Rubby." Jawab Mama Dewi. Rubby menautkan kedua alisnya, wanita itu tak paham.
"Memang ada hubungannya, Ma?" Tanyanya.
"Tentu ada, Rubby. Yang kau alami namanya couvade syndrom atau kehamilan simpatik. Di mana nanti suamimu yang akan merasakan gejala kehamilan. Seperti mual, muntah, atau mengidam dan lain sebagainya." Mama Dewi menerangkan.
"Tapi kalau Mas Firaz yang mengalami semua itu, kasihan Mas Firaz, Ma." Ucap Rubby yang terlihat tidak tega, ia sudah membayangkan apa yang terjadi pada suaminya nanti.
"Ya memang kasihan, Rubby. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Lagipula hanya sebentar, beberapa bulan saja." Sahut Mama Dewi.
"Sudah, jangan kau fikirkan. Biar itu menjadi derita Arya nanti. Sekarang kau fokus saja pada kehamilanmu." Imbuhnya, Rubby tercengang mendengarnya. Tega juga ternyata ibu mertuanya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di kediaman Ayah Bakti. Bunda Maya menyambut kedatangan mereka berdua.
"Sengaja, May. Kami berdua tadi habis pergi. Lalu mampir ke mari." Jawab Mama Dewi sambil melangkah masuk.
"Oh kalian habis pergi, berarti hari ini kau tidak ke toko ya Rubby?" Tanya Bunda Maya pada putrinya.
"Tidak Bunda." Jawab Rubby. Mereka menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu.
"Sepi sekali, May? Mana yang lain?" Tanya Mama Dewi sambil mengedarkan pandangannya.
"Ayah Bakti kan sudah berangkat kerja, Dew. Kalau Intan ada di taman belakang. Dia sedang menanam bunga." Jawab Bunda Maya.
"Sejak kapan Intan suka menanam bunga, Bunda?" Tanya Rubby heran, karena setahunya adiknya tidak menyukai yang namanya bercocok tanam kecuali dengan Andika.
"Sejak Intan kehamilan kedua ini, Rubby. Hobby dan seleranya jadi berubah drastis." Jawab Bunda Maya sambil terkekeh.
"Kalian tahu, Intan juga jadi suka memasak." Tambahnya.
"Oh ya?"
"Dan masakannya Bunda akui memang enak."
__ADS_1
"Rubby jadi ingin coba masakan Intan."
"Nanti siang juga dia akan memasak. Kita makan siang sama-sama ya."
"Iya, Bunda."
"Sebentara ya, aku buatkan minum dulu." Bunda Maya beranjak dari sana.
Beberapa saat kemudian Bunda Maya datang membawa dua gelas teh hangat.
"Di minum, Dew."
"Ya terima kasih, May." Mama Dewi menyesap tehnya sedikit.
"Bunda, sebenarnya kami kemari ada yang mau di sampaikan." Kata Rubby.
"Ada apa, Rubby? Apa kau sedang ada masalah dengan Arya?" Tanya Bunda Maya, Rubby langsung menggeleng.
"Tidak, Bunda. Sebenarnya..." Rubby menjeda ucapannya, dan menoleh ke arah ibu mertuanya.
"Sebenarnya cucu kita akan bertambah, May." Sambung Mama Dewi.
"Cucu kita bertambah?" Bunda Maya terdiam sejenak, tak lama senyum lebar muncul di wajahnya.
"Apa itu artinya Rubby sedang hamil?" Tanyanya memastikan.
"Iya, May. Rubby sedang hamil, usia kandungannya sekarang sudah semblan minggu." Sahut Mama Dewi antusias.
"Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah." Bunda Maya menarik Rubby ke dalam pelukannya.
"Selamat ya sayang, akhirnya putri Bunda hamil." Bunda Maya megusap rambut Rubby yang tertutup hijab dengan sayang. Dan menghujani wajahnya dengan kecupan.
"Terima kasih, Bunda."
"Kapan kalian tahu kalau Rubby sedang hamil?" Tanya Bunda Maya setelah melerai pelukannya.
"Baru saja, May." Mama ddewi menjawab.
"Baru saja?" Bunda Maya mengerutkan keningnya.
"Iya, sebenarnya tadi kami habis dari klinik. Aku ingin memastikan dugaanku, karena Rubby bilang kalau selera Arya berubah akhir-akhir ini." Terang Bunda Mama Dewi.
"Apa maksudmu Arya yang mengalami ngidam?" Tanya Bunda Maya. Mama Dewi mengangguk.
"Ya, sepertinya begitu. Tapi ku rasa Arya belum menyadari hal ini." Jawabnya.
__ADS_1
"Akh, itu bagus. Artinya Rubby bisa mencukupi nutrisinya dengan tidak pilih-pilih makanan." Sorak Bunda Maya.
Rubby melirik Bunda dan Mamanya bergantian, mereka sepertinya sama senangnya mendengar kalau suaminya lah yang mengalami kehamilan simpatik.