
"Karena aku bahagia. Kita sudah bersama lagi." Jawab Rubby. Arya ikut tersenyum mendengarnya.
"Sejak kapan Mas bisa melihat kembali?" Tanya Rubby yang baru teringat hal itu.
"Seminggu yang lalu." Jawab Arya.
"Seminggu yang lalu?" Ulang Rubby.
"Iya, Rubby. Sewaktu Intan melahirkan, Dokter Malik memberi tahu Mama kalau sudah ada donor kornea untukku. Dan seminggu kemudian aku menjalani operasi." Arya menerangkan. Rubby terdiam, seminggu yang lalu ia masih sempat berkunjung ke rumah Mama Dewi. Tapi saat itu tidak ada orang di rumah dan ternyata saat itu Arya sedang menjalani operasi?
"Kenapa tidak ada yang memberi tahuku?" Tanya Rubby.
"Memang sengaja." Jawab Arya jujur, Rubby menganga mendengarnya. Jadi keluarganya memang sengaja merahasiakan hal ini?
"Jadi kalian sengaja?" Tanya Rubby sambil menatap pantulan Arya di cermin.
"Ya, untuk memberi kejutan untukmu." Jawab Arya, satu kecupan ia daratkan di puncak kepala istrinya.
"Mas tahu, tadi ingin sekali rasanya aku menangis dan teriak sekencang-kencangnya saat Ayah mengatakan aku harus menikah hari ini juga. Apalagi aku tidak tahu menikah dengan siapa." Ujar Rubby jujur, Arya terkekeh. Ia masih ingat bagaimana reaksi Rubby tadi.
"Maaf." Sahutnya sambil mengusap lembut rambut hitam milik istrinya.
"Ini semua rencana orang tua kita, aku hanya mengikutinya saja." Lanjut Arya.
"Jadi sebenarnya Mas tidak ingin menikah lagi denganku begitu? Ini hanya karena orang tua kita saja?" Tanya Rubby yang mulai berfikiran buruk.
__ADS_1
"Bukan begitu, Rubby. Aku memang ingin kembali padamu setelah aku bisa melihat kembali. Tapi untuk memberi kejutan itu adalah rencana orang tua kita." Sahut Arya menerangkan agar istrinya tidak salah paham.
"Oh begitu, aku kira..."
"Jangan berfikian buruk pada suamimu sendiri." Ucap Arya.
"Sudah." Arya kembali menyimpan sisir itu di tempatnya. Rambut Rubby sudah terlihat rapi.
"Terima kasih, suamiku." Rubby beranjak dari duduknya.
"Hanya terima kasih saja?" Tanya Arya. Rubby mengerutkan keningnya.
"Lalu Mas maunya apa?" Rubby balik bertanya.
"Aku ingin menciummu." Jawab Arya membuat Rubby terbelalak.
"Boleh tidak?" Arya menangkup wajah istrinya yang semakin memerah, sungguh sangat menggemaskan. Rubby mengangguk pelan.
Arya meraih dagu Rubby, hingga keduanya saling bertatapan. Bibir Arya bergerak maju, satu kecupan hangat mendarat di kening Rubby.
Keduanya kembali saling menatap dalam. Jemari Arya membelai lembut pipi Rubby.
"Istriku, Rubby Az Zahra. Aku mencintaimu." Ucapnya tulus. Rubby langsung tersentak mendengarnya, matanya mengedip beberapa kali.
"Mas bilang apa?" Tanyanya dengan nada tak percaya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Rubby."
Rubby membeku, kata cinta yang selama ini ia nantikan dari seorang Arya Firaz akhirnya terucap.
Arya kembali meraih dagu Rubby. Dengan tangan satunya merengkuh pinggang gadis itu, mengikis jarak di antara mereka. Dan perlahan akhirnya kedua bibir itu saling bertaut. Mata keduanya terpejam, menikmati ciuman hangat mereka yang sarat akan kerinduan.
Setelah beberapa saat akhirnya ciuman mereka terlepas. Kening keduanya beradu. Saling menormalkan nafas dan detak jantung yang menggila.
"Aku mencintaimu, Rubby. Dan seharusnya sejak awal ku mengatakannya." Lirih Arya. Sedangkan Rubby seakan tak dapat berkata-kata. Hatinya terlalu bahagia mendengar ungkapan cinta dari suaminya.
Arya mengusap bibir Rubby dan kembali menyatukan bibir mereka. Namun tak selembut tadi, ciuman kali ini cukup liar dan saling menuntut balasan. Rubby mencengkram dada Arya saat di rasaka suaminya itu semakin memperdalam ciuman mereka.
Perlahan Arya membawa tubuh Rubby ke tempat tidur, hingga tubuh keduanya jatuh di sana. Ciuman itu terlepas, posisi Arya berada di atas Rubby.
Sepasang netra Arya seolah mengabsen setiap inci wajah yang berada di bawahnya. Jemarinya kembali membelai lembut wajah wanita yang dicintainya.
"Apa Mas Firaz akan meminta haknya sekarang?" Rubby bertanya-tanya dalam hati, gadis itu sudah gugup setengah mati.
Cup.
Arya mengecup singkat kening, pipi dan juga bibir Rubby. Kemudian ia bangkit dari tubuh istrinya.
"Sudah malam, ayo kita tidur."
*****
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊