Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
CDS 132


__ADS_3

Empat bulan yang lalu Indra dan Indah resmi melepas masa lajang mereka. Indra menikah dengan Mei, sedangkan Indah menikah dengan Dokter Malik. Mereka menikah secara bersamaan untuk menghemat waktu, biaya dan juga tenaga.


Pada awalnya Mei begitu terkejut, Indra tiba-tiba saja melamarnya saat dirinya akan pulang bekerja. Karena dirinya tidak terlalu mengenal Indra, ia hanya tahu sebatas Indra adalah teman dari suami atasannya.


Tapi Indra berusaha meyakinkan Mei, jika dirinya memang sungguh-sungguh dan ingin menikahi gadis itu. Hingga akhirnya Mei luluh dan menerimanya.


Tidak berbeda jauh dengan sang Kakak, Indah pun demikian. Ia juga terkejut karena Dokter Malik mendadak melamarnya. Ia hanya beberapa kali bertemu dengan dokter itu, tapi pria itu sudah berani untuk melamarnya.


Awalnya Indah ingin menolak, karena ia merasa tidak yakin. Tapi kemudian Indra menasehatinya, agar dirinya menerima lamaran Dokter Malik. Dengan begitu setidaknya Indah akan bisa segera melupakan perasaannya pada Arya. Dan akhirnya Indah menerima lamaran Dokter Malik.


Dan tanpa menunggu waktu lama, mereka berempat menikah secara bersamaaan.


Entah kebetulan atau bukan, Mei dan Indah di nyatakan hamil setelah satu bulan pernikahan mereka.


_


_


_


Empat pasang suami istri itu tengah menikmati es krim bersama. Mereka memang biasa seperti ini, melakukan kencan bersama jika hari libur tiba.


Rubby memperhatikan satu per satu wanita hamil di depannya.

__ADS_1


"Mereka hamil bersama, dan usia kandungan yang hampir sama. Tapi aku..." Rubby menghentikan gerakan tangannya yang hendak menyuapkan es krim ke dalam mulutnya. Tidak bisa di pungkiri, ada perasaan iri dalam hatinya walau ia senang adik dan sahabatnya sedang berbadan dua.


"Rubby..." Arya menggenggam tangan istrinya, membuat wanita berhijab itu sedikit terkejut.


"Es krimmu sudah mencair, kenapa tidak di makan?" Tanya Arya.


"Eh, iya Mas." Rubby hendak mengambil kembali sendoknya, tapi Arya mencegahnya.


"Aku suapi saja ya?" Tawarnya.


"Tidak perlu, Mas." Rubby menolak.


"Aku tidak menerima penolakan." Arya mengambil alih sendok itu dan mengisinya penuh dengan es krim.


"Ehm! Andika aku juga mau begitu." Rengek Intan sambil menarik-narik lengan kaus suaminya.


"Aku juga!" Ucap Indah dan Mei serentak pada suami mereka masing-masing.


"Iya, iya." Para suami hanya bisa pasrah dan menuruti permintaan istri mereka.


"Lihat, kau berhasil membuat mereka iri. Jadi kau tidak perlu merasa iri pada mereka." Ucap Arya dengan berbisik pada istrinya. Rubby menatapnya lekat, suaminya pasti tahu apa yang sedang di fikirkannya. Rubby tersenyum simpul. Kini gantian ia yang mengambil sendok.


"Aku juga ingin menyuapimu, Mas." Satu sendok es krim mendarat di dalam mulut Arya.

__ADS_1


"Lihat, sekarang Kak Arya yang di suapi. Apa kau juga mau menyuapiku, Intan?" Tanya Andika.


"Ck, kau bisa makan sendiri, Dika." Tukas Intan yang langsung mendapat tawa dari orang-orang di sana. Sedangkan Andika hanya bisa meggerutu dalam hati.


Selesai makan es krim, mereka berjalan-jalan mengelilingi taman dengan pasangan masing-masing.


"Rubby, ayo kita ke sana." Arya menarik tangan istrinya menuju penjual manisan buah. Arya menelan salivanya melihat manisan yang sudah terbungkus cup plastik terpajang rapi di atas meja.


"Sepertinya enak." Gumamnya. Rubby mengerutkan keningnya melihat wajah suaminya yang berbinar hanya karena manisan.


"Mas Firaz mau?" Tanya Rubby. Arya langsung mengangguk.


"Memangnya Mas suka manisan?" Tanya Rubby ragu. Ia tidak pernah melihat suaminya makan makanan seperti itu sebelumnya.


"Entahlah, tapi aku ingin." Jawab Arya.


"Baiklah, kita beli." Rubby mengambil satu dan langsung membayarnya.


"Kenapa hanya beli satu?" Tanya Arya.


"Untuk Mas saja, aku sedang tidak ingin makan manisan." Jawab Rubby.


*****

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊


__ADS_2