Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
CDS 129


__ADS_3

Karena tidak memiliki rencana apapun mereka kembali ke kamar setelah selesai sarapan. Arya mendaratkan tubuhnya di pinggir tempat tidur.


"Rubby, kemarilah ada yang ingin ku tanyakan padamu." Arya menepuk sisi kosong di sampingnya.


"Apa Mas? Jangan bahas tentang bukuku!" Ucap Rubby dengan nada mengancam, namun ia tetap duduk di samping suaminya.


"Ya ini memang ada kaitannya dengan bukumu. Di sana tertulis kau jatuh cinta padaku saat pertama kali kita bertemu dan itu jauh sebelum pernikahan pertama kita. Apa itu benar? Dan apa yang membuatmu jatuh cinta padaku?" Tanya Arya penasaran, ia menatap intens pada istrinya.


"Aku tidak tahu, Mas. Yang aku tahu, jantungku terasa berhenti berdetak saat pertama kali melihatmu." Jawab Rubby.


Kejadian dua tahun yang lalu masih terekam jelas dalam ingatannya.


Flashback on


Di mana saat itu Rubby hendak mengantarkan pesanan kue untuk pelanggannya. Karena tidak ada tempat parkir yang kosong, Rubby terpaksa memarkir motor maticnya di pinggir jalan. Kemudian ia mengambil kotak kuenya, mungkin karena posisinya yang terlalu ke tengah jalan tanpa sengaja ada sepeda motor yang hampir menyerempetnya. Rubby yang terkejut langsung jatuh terduduk, kotak kuenya ikut terjatuh untungnya tidak terbuka, kalau tidak isinya bisa berserakan di jalanan.


Arya yang kebetulan melintas, tidak sengaja melihat seseorang yang terjatuh. Ia langsung menepikan mobilnya dan berniat menolong. Di lihatnya seorang wanita berhijab terduduk di atas aspal sambil mengecek kotak barangnya yang terjatuh. Arya segera menghampirinya.


"Nona, anda tidak apa-apa?" Tanya Arya sambil mengulurkan tangannya membuat Rubby mengadah.


DEG

__ADS_1


Jantung Rubby seakan berhenti berdetak saat itu juga melihat pria tampan yang menunduk di hadapannya.


"Nona, ayo saya bantu untuk bangun." Tangan Arya masih menggantung di udara karena Rubby hanya diam saja, tidak menyambut uluran tangannya.


"Tidak apa-apa, Tuan. Saya bisa sendiri." Tolak Rubby yang melipat tangannya di depan dada. Arya mengernyit heran, tapi kemudian ia mengerti. Gadis itu pasti menjaga jarak dengan lawan jenisnya.


Rubby akhirnya bangun sendiri, ia membersihkan pakaiannya yang nampak sedikit kotor.


"Ini." Arya menyerahkan kotak kue miliknya.


"Terima kasih, Tuan." Ucap Rubby sambil menundukkan wajahnya.


"Tidak perlu berterima kasih, aku tidak melakukan apapun. Lain kali hati-hati." Ucap Arya yang kemudian pergi dari sana. Rubby memberanikan diri mengangkat wajahnya saat ia tahu pria itu sudah tidak ada di hadapannya.


"Siapa lelaki itu?" Batin Rubby, ia menggigit bibir bawahnya saat merasakan desiran aneh dalam hatinya.


Sejak saat itu, bayang-bayang wajah Arya selalu memenuhi fikiran Rubby. Ia tidak dapat melupakannya, Rubby selalu membuat sketsa wajah Arya setiap harinya. Ia ingin tahu, apakah dengan seiring berjalannya waktu ia bisa melupakan wajah itu?


Namun nyatanya, ia masih saja bisa mengingatnya. Hingga beberapa bulan berlalu, Rubby selalu membuat sketsa wajah Arya. Ia juga menyadari, jika dirinya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sosok pria itu walaupun ia tidak mengenalnya dan mereka tidak pernah bertemu kembali.


Sampai hari di mana tiba-tiba Intan memberi tahu kalau dirinya tengah hamil, dan meminta izin untuk menikah dengan kekasihnya. Hingga Rubby pun harus ikut menikah karena Bunda Maya tidak akan mengizinkan Intan menikah lebih dulu di banding sang kakak.

__ADS_1


Pada saat itu Rubby sudah pasrah, dan merelakan perasaan cintanya pada pria asing itu. Tapi siapa sangka, justru lelaki itulah yang di jodohkan dengannya.


Flashback Off


Cinta pada pandangan pertama? Tidak pernah Arya percaya sebelumnya. Tapi kini kenyataaan ada di depan matanya. Istrinya jatuh cinta pada pandangan pertama pada dirinya.


Jemari Arya membelai lembut pipi Rubby.


"Maafkan aku." Ucapnya.


"Minta maaf untuk apa?" Tanya Rubby tak mengerti.


"Karena dulu aku hanya bisa membuatmu bersedih. Aku tidak peka dengan perasaanmu, aku juga tidak bisa melihat cintamu." Jawab Arya dengan nada menyesal. Rubby menggeleng pelan, ia menggenggam jemari Arya yang tadi berada di wajahnya.


"Mas tidak perlu minta maaf." Lirih Rubby.


"Aku... Aku mencintaimu, Mas. Sangat mencintaimu..." Akhirnya keluar juga kata-kata itu dari mulut Rubby. Arya langsung menarik Rubby ke dalam pelukannya.


"Aku juga mencintaimu, Rubby." Arya menghujani puncak kepala istrinya dengan kecupan sayang. Ia benar-benar bahagia memiliki istri seperti Rubby yang begitu ikhlas mencintainya.


*****

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊


__ADS_2