Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
CDS 143


__ADS_3

"Oh ya, tadi Mama mengajakmu ke mana?" Tanya Arya.


"Ke klinik, Mas." Jawab Rubby jujur. Arya langsung tersentak mendengarnya.


"Klinik? Mama sakit apa?" Tanya Arya khawatir.


"Tidak, Mas. Mama hanya cek kesehatan saja." Jawab Rubby membuat Arya menghembuskan nafas lega.


"Benar Mama tidak sakit?" Tanyanya memastikan.


"Iya, Mas. Mama baik-baik saja. Kalau tidak percaya, lihat saja di kamarnya." Sahut Rubby.


_


_


_


Jam makan malam telah tiba, Rubby dan Bunda Maya beserta Mama Dewi sedang menyipakan hidangan di meja makan. Sedangkan Ayah Bakti sudah menunggu di sana.


"Mana suamimu, Rubby?" Tanya Ayah Bakti pada Rubby yang sedang menata piring di atas meja.


"Masih di kamar, Ayah. Mungkin turun sebentar lagi." Jawab Rubby.


"Lalu kapan kau akan memberitahu kabar ini?" Tanya Ayah Bakti lagi. Tadi Bunda Maya sudah memberitahunya begitu Ayah Bakti sampai di rumah. Dan pria paruh baya itu begitu senang mendengar putri pertamanya telah mengandung, terlebih lagi kembar tiga sekaligus.


"Nanti setelah makan malam, Ayah." Jawab Rubby dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Arya pasti senang." Sahutnya.


"Sudah pasti, Bakti. Mana ada suami yang tidak senang jika istrinya sedang mengandung." Sambar Mama Dewi yang duduk di kursinya. Rubby mengelus perutnya yang masih rata, kemudian melirik ke arah tangga. Ada suaminya yang baru saja menapaki anak tangga teratas.


"Sudah jangan di bahas dulu. Ada Mas Firaz." Ucap Rubby pelan.


"Iya, iya."


Arya sampai di meja makan bersamaan dengan Andika dan Intan. Sepasang suami itu langsung duduk di kursinya masing-masing, dan Arya hanya berdiri saja. Pria itu tertegun melihat makanan yang sudah tersaji di sana.


"Mas, kenapa diam saja?" Tanya Rubby ynag melihat suaminya mematung.


"Eh, tidak." Arya menggeleng cepat dan segera duduk. Entah kenapa ia merasa tidak selera melihat makanan di sana. Baru saja Rubby hendak mengambilkan makanan untuknya, Arya langsung menutup hidung dan mulutnya. Sup ayam yang masih mengeluarkan uap panasnya itu langsung membuatnya mual.


"Kenapa, Mas?" Tanya Rubby.


"Aromanya aneh, Rubby." Arya bangkit kembali dari kursinya. Sementara yang lain saling pandang dengan senyum tertahan di wajah masing-masing. Teermasuk Andika, ia sudah tahu karena Intan tak bisa menahan untuk tidak bercerita pada suaminya itu.


"Arya, kau belum makan." Tukasnya.


"Ma, Arya mual. Arya tidak makan saja ya?" Pinta Arya memelas.


"Tidak Arya. Kau harus tetap makan." Ucap Mama Dewi.


"Aku buatkan makanan yang lain saja ya?" Tanya Rubby.


"Apa di dapur ada mie instan?" Arya balik bertanya.

__ADS_1


"Sepertinya ada." Jawab Rubby.


"Ya sudah, aku masak mie instan saja." Arya beranjak menuju dapur.


"Sudah Rubby, duduk sini." Mama Dewi menarik tangan menantunya yang masih terbengong.


"Apa memang harus seperti itu, Ma?" Rubby bertanya.


"Memang begitu, Rubby. Suami yang mengalami sindrom kehamilan simpatik dia akan mengalami semua gejala dari wanita hamil." Jawab Mama Dewi.


"Tapi kasihan Mas Firaz kalau seperti itu." Ucap Rubby sendu.


"Tidak apa, Rubby. Itu artinya Arya sangat mencintaimu, jadi dia yang menggantikanmu." Ucap Bunda Maya.


"Andika, apa kau tidak mencintaiku?" Tanya Intan tiba-tiba membuat semua perhatian orang di sana langsung tertuju padanya.


"Kenapa bertanya seperti itu? Tentu saja aku mencintaimu." Jawab Andika.


"Tapi aku sudah dua kali hamil, tapi kau tidak pernah mengalami sindrom kehamilan simpatik seperti Kak Arya?" Tanya Intan. Matanya memicing, menatap curiga pada suaminya sendiri.


...****************...



Jangan lupa mampir di karya baruku ya...


Judulnya ELLIA IM SORRY

__ADS_1


Semoga kalian suka


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊


__ADS_2