Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
CDS 121


__ADS_3

"Jadi namanya Mei." Gumam Indra dalam hati, ia memperhatikan punggung Mei yang menjauh dari pandangannya. Dan ternyata Rubby juga memperhatikan pandangan Indra terhadap pegawainya, ia hanya bisa menahan senyumnya.


"Rubby, kenapa lama sekali?" Tanya Arya yang menyusul istrinya ke depan pintu.


"Indra?" Arya sedikit terkejut melihat sahabatnya yang berdiri di sana.


"Eh, Arya." Lagi, Indra baru tersadar setelah tadi malah memperhatikan Mei. Padahal niatnya ke sana untuk bertemu Arya dan Rubby, tapi malah bertemu dengan seorang gadis manis.


"Kau di sini?" Tanya Arya heran.


"Akh, iya. Tadi aku ke coffe shop tapi Andika bilang kau sedang makan siang dengan istrimu di sini, jadi aku kemari." Jawab Indra.


"Mas, sebaiknya ajak temanmu masuk dulu." Ujar Rubby menyela, karena mereka masih berdiri di depan pintu.


"Eh, iya. Aku lupa." Sahut Arya. Kemudian mereka mempersilakan Indra untuk masuk.


"Kau sudah makan siang? Kalau belum akan ku pesan kan." Tanya Arya begitu Indra mendaratkan tubuhnya di sofa yang berada di ruangan itu. Sedangkan ia dan Rubby baru saja selesai makan.


"Aku sudah makan." Jawab Indra.


"Sebenarnya ada yang ingin aku ingin bicara dengan kalian." Ucap Indra kemudian.


"Ada apa?" Tanya Arya. Sedangkan Rubby hanya menyimak saja dan duduk tenang di samping suaminya.


"Begini, Indah ingin bertemu denganmu dan juga istrimu." Jawab Indra. Arya dan Rubby saling melempar pandangan.


"Kenapa memangnya?" Tanya Arya lagi, ia merasa malas jika harus berurusan lagi dengan gadis itu, apalagi mengingat kejadian kemarin.

__ADS_1


"Ada yang ingin Indah bicarakan dengan kalian." Sahut Indra.


"Aku malas bertemu dengan adikmu." Timpal Arya jujur yang langsung mendapat cubitan di pinggangnya. Pria itu meringis. Dan itu tidak luput dari perhatian Indra.


"Rubby, kenapa kau mencubitku?" Tanya Arya setengah berbisik.


"Jangan bicara seperti itu, Mas. Bagaimanapun Indah adalah adik dari temanmu dan dia juga temanku." Jawab Rubby dengan berbisik juga. Tapi ternyata Indra masih bisa mendengarnya.


"Ehm." Indra berdehem menghentikan acara bisik-bisik sepasang suami istri itu.


"Arya, atas nama Indah aku minta maaf dengan apa yang sudah Indah lakukan padamu kemarin. Indah sudah menceritakannya padaku." Ucap Indra.


"Indah mengatakannya padamu?" Tanya Arya.


"Ya, Arya. Indah mengatakan semuanya padaku." Jawab Indra.


"Jadi apa bisa kalian bertemu dengan Indah?" Tanya Indra memastikan.


"Semalam Indah mengalami kecelakaan, dan dia di rawat di rumah sakit sekarang." Jawab Indra. Arya dan Rubby langsung tersentak mendengarnya.


"Innalillahi, Indah kecelakaan? Lalu bagaimana keadaannya?" Kali ini Rubby yang bertanya. Wanita berkacamata itu terlihat khawatir.


"Untungnya Indah baik-baik saja, Rubby. Dia tidak mengalami luka yang serius, tapi dokter bilang Indah harus tetap di rawat. Maka dari itu Indah tidak bisa datang kemari." Indra menjelasan agar temannya tidak salah paham.


"Makanya jangan berfikiran buruk, Mas." Kata Rubby pada suaminya.


"Aku tidak berfikiran buruk, tadi kan aku hanya bertanya." Sangkal Arya apa adanya.

__ADS_1


"Jadi bagaimana? Apa kalian bisa menemui Indah?" Tanya Indra kembali.


"Tentu saja, kami akan menemuinya." Jawab Rubby.


"Terima kasih, Arya, Rubby. Kalau begitu aku permisi dulu." Indra bangun dari duduknya.


"Kenapa buru-buru? Kami bahkan belum memberimu minum." Arya ikut bangkit diikuti Rubby. Mereka baru ingat belum memberi minum pada tamunya.


"Tidak apa, aku harus menemani Indah. Kasihan tidak ada yang menjaganya." Sahut Indra, tapi baru satu langkah Indra berhenti.


"Em... Rubby, boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Indra.


"Kenapa Tuan?" Rubby balik bertanya, Indra menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Antara malu tapi juga penasaran. Sedangkan Arya memperhatikan keduanya.


"Apa yang ingin kau tanyakan pada istriku?" Arya ikut bertanya karena Indra hanya diam saja.


"Itu..." Indra terlihat ragu, sedangkan Arya dan Rubby saling memberi kode dengan sorot mata mereka.


"Apa tentang Mei? Pegawaiku yang mengantar Tuan tadi?" Terka Rubby yang membuat Indra langsung salah tingkah.


"Akh iya. Mei... Apa dia sudah menikah?" Tanya Indra, pria itu nampak tersipu malu. Arya mengerjap-ngerjapkan matanya melihat tingkah aneh sahabatnya itu.


"Belum, Tuan. Mei belum menikah dan juga belum memiliki kekasih." Jawab Rubby yang terasa seperti angin segar untuk Indra. Pria itu langsung terseyum lebar.


"Jangan bilang kalai kau menyukainya, Indra?" Tanya Arya dengan tatapan mengintimidasinya.


"Ya sepertinya begitu." Jawab Indra jujur. Sepasang netra Arya langsung melebar. Jadi ceritanya sahabatnya itu jatuh cinta pada pandangan pertama?

__ADS_1


*****


JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊


__ADS_2