
"Iya Rubby. Nama pria itu Arya, Arya Firaz. Dan kekasihnya bernama Megalicha Audrey, seorang model yang cukup terkenal. Aku memang tidak ada apa-apanya di banding dia." Ucap Indah sambil tersenyum miris, sedangkan sepasang netra Rubby membulat sempurna.
DEG
Wanita berkacamata itu langsung terhenyak mendengar nama suaminya yang di sebut Indah. Jantungnya seakan mencelos dari tempatnya.
"Tapi aku heran, kenapa pernikahan mereka tidak di publikasikan ya? Padahal Mega cukup punya nama. Kau juga pasti tahu kan dengan model yang bernama Audrey?" Sambung Indah.
Sementara tubuh Rubby membeku, jadi sedari tadi lelaki yang ceritakan Indah adalah suaminya sendiri? Sudah dua hari ini gadis itu membeli cake padanya untuk di berikan pada suaminya?
Kenapa juga Arya tidak mengatakan hal ini padanya, sedangkan kemarin dirinya juga datang ke coffe shop dan menceritakan tentang Indah yang menjadi teman barunya. Atau jangan-jangan suaminya itu senang mendapat bingkisan cake dari Indah?
Dan kenapa Indah bilang kalau Arya menikah dengan Mega?
Berbagai pertanyaan langsung muncul di fikiran Rubby.
"Rubby, kau kenapa?" Tanya Indah yang melihat Rubby mematung dengan wajah pucat.
"Kau baik-baik saja?" Indah terlihat khawatir, seketika Rubby tersadar dari keterkejutannya.
"A... Aku tidak... Apa-apa." Jawab Rubby terbata, ia mencoba bersikap setenang mungkin.
"Kau tahu, Rubby. Tadi aku melakukan tindakan yang bodoh dan cukup nekat." Kata Indah sambil tertawa getir.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Rubby dengan dahi yang mengernyit.
"Aku tadi datang ke coffe shop milik Kak Arya, karena ku lihat tidak ada yang memperhatikan kedatanganku, aku menyelinap masuk ke ruangannya." Indah mulai bercerita kejadian tadi.
"Lalu?" Rubby terlihat penasaran.
"Lalu aku memeluk Kak Arya dari belakang." Jawab Indah jujur. Tenggorokan Rubby seakan tercekat, dengan susah payah dia menelan salivanya. Ada seorang gadis yang terang-terangan bicara sudah memeluk suaminya. Rubby langsung meraih minumannya dan menenggaknya hingga bersisa setengah.
"Lalu... Apa yang... Arya lakukan?" Tanya Rubby dengan suara tersendat-sendat. Awas saja jika Arya menikmati pelukan Indah atau sampai membalasnya, Rubby tidak akan memberi ampun!
"Kak Arya marah padaku..." Jawab Indah pelan sambil menundukkan wajahnya, ia merasa malu pada kelakuannya tadi. Tapi jawaban Indah membuat Rubby menjadi tenang, setidaknya suaminya itu tidak memanfaatkan keadaan.
Sementara di luar, mobil Arya baru sampai. Pria itu mengernyit heran melihat sebuah mobil merah terparkir di depan toko kue istrinya.
Suara dering ponsel mengalihkan perhatian dua wanita itu, Rubby mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Ada nama suaminya di layar ponsel itu, ia segera mengangkat panggilannya.
"Assalamuala'ikum, Mas."
"Waalaikusalam, Rubby. Aku sudah di depan tokomu, tapi ada mobil yang terparkir di sini, apa masih ada pengunjung?" Tanya Arya, Rubby melirik ke arah Indah sejenak sebelum menjawab.
"Bukan, Mas. Sebentar lagi aku keluar." Jawab Rubby yang langsung mengakhiri panggilannya.
"Siapa?" Tanya Indah.
__ADS_1
"Suamiku." Jawab Rubby sambil menyimpan kembali ponselnya.
"Suami? Kau sudah menikah?" Indah terlihat terkejut, di fikirnya Rubby masih lajang sama seperti dirinya. Tapi sebenarnya tidak mungkin juga wanita sebaik Rubby belum menikah.
"Iya, aku sudah menikah. Suamiku sudah datang untuk menjemputku pulang." Jawab Rubby.
"Oh, maaf. Aku sudah..." Indah jadi merasa tidak enak.
"Tidak apa, Indah. Lagipula suamiku baru sampai." Sela Rubby lebih dulu dan bangun dari duduknya.
"Ya sudah kita keluar saja. Ini juga sudah sore, aku harus pulang." Indah ikut beranjak. Kedua wanita itu berjalan beriringan, Rubby mengunci pintu tokonya begitu mereka berdua keluar.
"Apa itu mobil suamimu?" Tanya Indah menunjuk sebuah mobil hitam yang terpakir tak jauh dari sana. Rubby mengangguk.
"Iya, Indah." Jawabnya.
*****
Likenya tambah sepi, mungkin alur ceritanya menjenuhkan dan membosankan, maklum aja aku cuma penulis recehan😔
Terima kasih untuk yang masih setia membaca, memberi like dan komen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊