
"Sejak kapan kau bisa memasak?" Tanyanya.
"Sejak istriku ingin makan masakanku. Aku kan suami sayang istri. Jadi akan ku turuti apapun permintaan istriku." Jawab Andika.
"Jadi Kakak harus maklum jika aku datang terlambat jika bekerja, karena harus melayani istriku dulu." Sambungnya.
"Makanya kau cepat hamili istrimu. Agar kau bisa mengerti." Mama Dewi ikut bicara.
"Iya, Kak Arya itu benar. Buat Kak Rubby cepat hamil. Biar nanti anakku ada temannya." Intan ikut menimpali.
"Ya, pasti akan menyenangkan jika kami punya dua cucu yang lahir berdekatan." Imbuh Bunda Maya yang baru ikut bergabung bersama Ayah Bakti.
Arya hanya bisa menatap satu persatu orang-orang yang di sana dengan bingung. Kenapa mereka jadi menyuruhnya untuk cepat menghamili istrinya? Padahal tadi hanya membahas tentang sarapan Intan, jadi merembet ke mana-mana. Dan Rubby memilih untuk pura-pura tidak mendengar dan menikmati sarapannya saja.
_
_
_
Coffe Shop Arya
Mobil Arya baru saja sampai setelah tadi mengantar Rubby terlebih dahulu ke toko kuenya.
"Arya Firaz!" Arya yang baru turun dari mobilnya menoleh mendengar suara yang sangat di kenalnya. Pria itu membuang nafas berat melihat seseorang yang berdiri tak jauh darinya.
"Ada apa lagi? Bukannya sudah ku bilang padamu untuk tidak mengganggu hidupku lagi?" Tanya Arya pada seorang wanita cantik berpakaian seksi yang sedari tadi sengaja menunggu kedatangannya.
"Kau tidak bisa semudah itu mengakhiri hubungan kita!" Seru Mega.
"Lalu apa yang harus ku lakukan jika kekasihku telah mengkhiatiku lebih dulu, bahkan tidur dengan pria lain? Padahal selama ini aku sengaja menjaga jarak dengannya karena tidak ingin merusaknya?" Cecar Arya beruntun.
"Arya, aku terpaksa melakukan itu semua demi karirku. Tolong mengertilah, aku masih sangat mencintaimu..." Mega memelas, menggelayuti lengan Arya.
"Lepaskan!" Arya langsung menepisnya.
"Berhenti memohon seperti itu, karena tidak akan berpengaruh apapun untukku. Aku memang pernah mencintaimu, tapi sekarang rasa itu sudah hilang. Dan ingat aku sudah menikah!" Tegas Arya.
"Kita jalani hidup kita masing-masing. Kau lanjutkan saja karir modelmu, karena kau sudah mengorbankan segalanya untuk itu. Dan aku menjalani kehidupanku sendiri, bersama istriku."
Arya berlalu dari sana meninggalkan Mega yang mematung di tempatnya berdiri. Jemari Mega mengepal erat, rahangnya mengeras. Dirinya tidak terima jika Arya lebih memilih untuk bersama Rubby daripada bersamanya.
__ADS_1
"Wanita kampungan, awas kau." Geramnya.
Mega kembali masuk ke mobil mewahnya, meninggalkan halaman parkir itu dan menuju ke suatu tempat.
_
_
_
Rubby Cake's
Sepasang kaki jenjang itu melangkah lebar memasuki toko kue Rubby. Sepasang matanya langsung tertuju pada gadis berkacamata yang kebetulan sedang menjaga meja depan
"Hai Rubby." Sapa Mega dengan datarnya.
"Mega?" Rubby sedikit terkejut melihat kedatangan Mega. Mau apa wanita itu datang ke tokonya?
"Kenapa? Kau tidak senang melihat kedatanganku?" Tanya Mega. Rubby hanya memandangnya, kemudian tersenyum tipis.
"Nona mau pesan apa?" Tanya Rubby mencoba bersikap biasa saja seperti ke para pengunjung lainnya.
"Aku tidak ingin memesan apa-apa." Jawab Mega yang masih datar.
"Aku tidak ingin minum. Aku hanya ingin bertanya padamu!" Sahut Mega ketus. Rubby menghela nafas berat. Kemudian berucap,
"Apa yang ingin kau tanyakan? Ku harap itu sesuatu yang penting. Karena aku masih banyak pekerjaan." Timpal Rubby.
"Sudah berapa lama kau menikah dengan Arya?" Tanya Mega.
"Untuk apa kau menanyakan hal itu?" Rubby balik bertanya.
"Aku hanya ingin tahu saja." Sahut Mega.
"Lebih dari satu bulan." Jawab Rubby.
"Apa Arya mau menyentuhmu?" Tanya Mega lagi, Rubby menautkan kedua alisnya mendengar pertanyaan aneh dari Mega.
"Apa maksudmu?" Rubby balik bertanya.
"Kau pasti mengerti maksudku. Aku tahu betul bagaimana Arya, dia tidak akan menyentuh wanita sampai dia benar-benar mencintainya. Apa kalian menikah karena cinta? Ku yakin bukan. Mana mungkin Arya mencintai wanita yang sama sekali tidak menarik sepertimu." Seloroh Mega, matanya memandang rendah pada Rubby.
__ADS_1
"Mega, tolong jaga ucapanmu." Sahut Rubby, mencoba menahan emosinya.
"Kenapa? Aku pasti benar kan? Arya tidak mau menyentuhmu, karena dia tidak mencintaimu. Dan yang jelas, wanita kampungan sepertimu bukan tipenya." Cecar Mega lagi, senyum sinis nampak di sudut bibirnya. Rubby memejamkan matanya singkat. Ucapan Mega terasa menghujam jantungnya.
"Mega, silakan keluar dari sini." Rubby menunjuk ke arah pintu, tapi Mega mengabaikannya.
"Aku belum selesai bicara." Tukas Mega.
"Kau pasti tahu jika aku dan Arya sudah lama berpacaran. Dan asal kau tahu, hubungan kami sudah lumayan jauh." Mega melanjutkan ucapannya. Rubby hanya diam sambil menatapnya.
"Aku sudah pernah tidur dengan suamimu. Kami bahkan melakukannya beberapa kali." Kata Mega dengan bangganya.
"Itu masa lalu kalian, dan aku tidak peduli." Sahut Rubby datar. Wanita di hadapannya benar-benar memancing emosinya.
"Benarkah?" Mega menatap ragu pada Rubby.
"Aku juga sempat mengandung anak Arya. Tapi sayangnya aku tidak tahu kalau aku sedang hamil, hingga akhirnya aku keguguran. Arya sangat marah ketika itu." Lanjutnya dengan memasang wajah plos tanpa dosa. Rubby mengepalkan kedua tangannya, jangan sampai dirinya terpancing oleh ucapan Mega.
"Mega, tolong keluar dari sini." Sekali lagi Rubby menunjuk ke arah pintu tokonya.
"Ck, ck, ck. Aku kasihan padamu. Kau sudah lebih dari satu bulan menjadi istri Arya, tapi suamimu tidak mau menyentuhmu. Sedangkan aku sudah lebih dulu menikmati seluruh tubuhnya." Mega tersenyum smirk. Rubby terlihat menahan amarahnya, ucapan Mega sedari tadi begitu menyakiti hatinya.
"Aku hanya ingin mengatakan itu padamu. Selamat tinggal, Rubby." Akhirnya Mega pergi dari sana.
Wanita itu berjalan menuju mobilnya, senyum puas nampak di wajahnya.
"Ternyata dugaanku benar. Arya belum menyentuh Rubby. Hah, pasti Arya tidak tertarik dengan wanita kampungan itu. Tapi kenapa mereka bisa menikah? Ck, itu tidak penting sekarang. Setidaknya tadi aku sudah berhasil mempengaruhi Rubby, setelah ini mereka pasti akan bertengkar."
Setelah tidak berhasil memohon pada Arya, Mega memutuskan untuk menemui Rubby dan coba mempengaruhi gadis itu. Karena dirinya merasa yakin, Arya tidak mungkin mencintai Rubby. Dan melihat ekpresi Rubby tadi, Mega semakin yakin dengan dugaannya. Arya belum menyentuh Rubby. Hingga dirinya mengarang cerita tadi.
"Arya hanya milikku, dan tidak boleh ada wanita lain yang memilikinya selain aku."
_
_
_
Rubby terduduk lemas di kursinya, ia melepas kacamatanya. Dadanya terasa sesak mendengar ucapan Mega tadi.
"Aku sudah pernah tidur dengan suamimu, aku juga sempat mengandung anak Arya." Perkataan Mega kembali terngiang di benak Rubby. Gadis itu menggeleng pelan.
__ADS_1
"Tidak, Mas Firaz tidak mungkin melakukan itu."