
Pagi harinya.
Hari ini hari libur, hari untuk bermalas-malasan untuk sebagian besar orang di muka bumi ini. Begitupun dengan Arya dan Rubby, setelah menyeselaikan kewajibannya saat subuh tadi mereka kembali ke tempat tidur dan melaksanakan ritual suami istri yang melelahkan sekaligus menyenangkan.
Tangan Arya melingkar di pinggang ramping istrinya, memeluknya dari belakang. Sedangkan Rubby menormalkan nafasnya yang masih terengah-engah. Tubuh mereka masih sama-sama polos dan hanya terbalut selimut tipis.
"Apa rencanamu hari ini?" Tanya Arya tepat di telinganya.
"Entahlah. Apa kita menjenguk Indah lagi?" Rubby balik bertanya.
"Ku rasa tidak perlu. Sudah ada Indra dan Dokter Malik di sana. Kalau kita ke sana yang ada menghambat proses pendekatan mereka." Jawab Arya.
"Pendekatan?" Ulang Rubby.
"Ya, Indah dan Dokter Malik. Kemarin kan kita melihat sendiri bagaimana tatapan mereka berdua." Ujar Arya mengeratkan pelukannya.
"Sepertinya tidak lama lagi kakak beradik itu akan mengirim undangan pada kita." Sambungnya, Rubby tertawa pelan.
"Menurut Mas, siapa dulu yang akan menikah? Indra dan Mei atau Indah dan Dokter Malik?" Tanya Rubby.
"Em... Mungkin Dokter Malik, dia kan selalu bertindak cepat. Saat belum lama mengenalmu pun, dia sudah berani untuk melamarmu." Jawab Arya membuat Rubby kembali tertawa. Ia ingat, di mana hari itu tiba-tiba saja pria itu datang melamarnya padahal dirinya sudah melarang untuk datang ke rumahnya.
__ADS_1
"Kau pasti sedang mengingat kenangan manis dengannya." Celetuk Arya, membuat tawa Rubby langsung terhenti.
"Kenangan manis apa? Yang ada aku sebal dengannya." Tukas Rubby.
"Benarkah?" Tanya Arya yang mulai mengecupi bahu Rubby yang terbuka.
"Iya, tentu saja." Jawab Rubby yang berusaha menahan geli karena bibir Arya terus menghujaninya dengan kecupan.
"Hentikan, Mas." Rubby mencoba menghalau, tapi Arya tidak membiarkannya. Ia mengusak wajahnya di leher Rubby dan membalikkan tubuh istrinya hingga kembali berada di bawah kuasanya. Sepasang matanya seolah mengabsen setiap inchi pahatan wajah cantik sang istri.
"Mas Firaz..." Suara manja Rubby kembali terdengar. Jemarinya membelai wajah tampan suaminya.
"Mau lagi?" Tanyanya sambil mengedip genit, dengan tangan yang semakin beranjak turun bermain di dada bidang itu. Arya tersenyum lebar, tentu saja dia tidak akan menolak tawaran dari istrinya.
Sementara sinar mentari pagi mulai mengintip dari celah jendela, tapi suami istri itu tidak peduli dan tetap melanjutkan kegiatan mereka.
Rubby mengambil pakaian ganti untuk suaminya dari dalam lemari bajunya, tak sengaja pandangannya teralihkan pada buku tebal miliknya yang terletak di sana.
Setelah meletakan pakaian untuk Arya di tempat tidur, Rubby melirik ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup.
"Sepertinya Mas Firaz masih lama." Ia kemudian mengambil buku itu dan berdiri di samping lemari.
__ADS_1
Di bukanya buku itu, sebuah senyum terbit di wajah cantiknya. Ia memandangi gambar sketsa yang sudah hampir dua tahun di buatnya, dan tulisan yang merupakan curahan hatinya.
"Apa yang membuat aku menyukaimu? Aku sendiri tidak tahu, Mas. Yang ku tahu saat itu jantungku berdegup kencang saat melihatmu pertama kali." Rubby begitu fokus pada bukunya hingga tak sadar Arya sudah berdiri tidak jauh darinya.
"Dia sedang membaca buku itu? Andai dia tahu kalau aku juga sudah membacanya, bagaimana reaksinya ya?"
Arya melangkah pelan ke arah tempat tidur dan mengambil pakaiannya yang tadi sudah di siapkan oleh Rubby dan kembali ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Arya kembali keluar, dilihatnya Rubby masih fokus pada bukunya.
"Rubby!" Suara Arya membuat wanita berkacamata itu terjingkat kaget hingga bukunya terjatuh, untung saja posisinya tertutup.
"Mas Firaz?!" Rubby memperhatikan suaminya yang sudah berpakaian. Kapan suaminya itu selesai mandi? Ia sama sekali tidak mendengar dan melihatnya, apa karena tadi dirinya terlalu fokus dengan bukunya?
"Apa yang kau baca? Kenapa serius sekali?" Arya menunduk hendak mengambil buku Rubby yang terjatuh.
"Jangan!" Pekik Rubby yang langsung mengambil sendiri bukunya dan menyembunyikan di balik punggungnya. Arya mengernyit heran.
"Apa sebenarnya isi dari buku itu, Rubby?" Tanya Arya pura-pura tidak tahu.
"Rahasiaku dan Mas tidak boleh tahu!"
__ADS_1
*****
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊