Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
Hubungan Kita Sudah Berakhir


__ADS_3

Sementara di dalam rumah sedang terjadi perdebatan, Arya baru saja selesai dengan kegiatan lari paginya.


"Mobil siapa ini?" Arya melihat sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumahnya.


"Apa sedang ada tamu?" Arya bertanya-tanya sendiri, ia memperhatikan mobil yang nampak asing itu. Kemudian melanjutkan langkahnya kembali masuk ke dalam rumah.


"Assalamuala'ikum..." Arya terpaku melihat mamanya sedang berdiri berhadapan dengan Mega. Sedangkan istrinya berada di belakang Mama Dewi. Sepertinya sedang ada perdebatan sengit di sana.


Tapi kebetulan sekali Mega datang ke rumahnya. Dirinya jadi tidak perlu repot-repot menemui wanita itu nanti siang.


"Waalaikumsalam..." Jawab Rubby dan Mama Dewi. Mega yang melihat kedatangan Arya langsung menghampirinya.


"Ada apa ini?" Arya terlihat bingung.


"Arya, siapa wanita kampungan itu?" Tanya Mega sambil menunjuk pada Rubby.


"Wanita kampungan?" Ulang Arya.


"Iya, Arya. Wanita kampungan itu! Mamamu bilang kalau dia istrimu, itu tidak benar kan?" Cecar Mega. Kedua alis Arya nampak menyatu.


"Kau jangan menghinanya. Memang benar Rubby adalah istriku, aku sudah menikah dengannya." Jeas Arya, Mega merasa dirinya lemas seketika.


"Tidak mungkin..." Mega menggeleng pelan, matanya terlihat berkaca-kaca.


"Kau mengkhianatiku, Arya?" Tanyanya tak percaya.


"Aku begitu mencintaimu, kita juga sudah lama berpacaran. Tapi kenapa kau malah menikahi wanita lain? Kenapa?!" Seru Mega, wanita itu histeris dan memukuli dada Arya.


"Mega!" Bentak Arya, ia mencengkram tangan Mega. Mega begitu terkejut mendengarnya.


"Kau membentakku, Arya?" Lirihnya.


"Dengarkan aku." Tekan Arya, kemudian melepaskan tangan Mega. Ia melirik sejenak ke arah Mama Dewi dan juga istrinya.


"Dua bulan yang lalu aku datang ke Paris. Tapi kau tidak berada di apartemenmu." Mega tersentak mendengarnya. Ia sama sekali tidak tahu jika Arya pergi ke Paris.


"Kau... Ke Paris?" Tanyanya dengan nada terkejut.

__ADS_1


"Ya, aku ke Paris. Aku berniat melamarmu. Tapi apa yang ku dapat? Aku melihatmu sedang bermesraan dengan seorang pria asing. Aku bahkan melihat kalian berdua saling berciuman." Ucap Arya dengan penekanan di setiap katanya. Sepasang mata Mega melebar mendengarnya, wajahnya berubah pucat.


"Kau tahu? Aku merasa sangat sakit hati saat itu. Aku sudah mempersiapkan semuanya, aku sudah mempersiapkan pernikahan untuk kita, aku jauh-jauh datang ke Paris hanya untuk melamarmu. Tapi nyatanya? Wanita yang ku cintai malah mengkhianatiku hanya demi karir modelnya. Kau bicara tentang pengkhianatan, tapi ternyata kau lebih dulu yang mengkhiatiku. Kau bahkan sudah tidur dengan lelaki lain!"


Mega membeku, tak di sangka ternyata Arya sudah mengetahui semuanya.


"Dan selama ini aku sengaja diam. Aku tak mengatakan apapun padamu, karena aku ingin mengakhiri hubungan kita saat kau sudah kembali ke sini. Dulu aku memintamu menjadi kekasihku secara baik-baik dan sekarang aku juga memutuskanmu dengan cara yang sama."


Arya menarik nafasnya sejenak dan Mega masih mematung di hadapannya, tidak ada satu katapun keluar dari mulutnya.


"Megalicha Audrey, hubungan kita sudah berakhir. Itu semua karena perbuatanmu, kau sudah mengkhianatiku. Dan ku minta, jangan ganggu lagi hidupku. Aku sudah menikah dengan Rubby. Jadi jangan pernah hadir dan mengusik kehidupan kami." Tegas Arya. Mega merasa dunianya seakan runtuh, kakinya seolah tak menapak. Arya memutuskan hubungan mereka yang sudah terjalin selama enam tahun.


"Silakan pergi dari sini." Lanjut pria itu sambil menunjuk ke arah pintu.


"Arya kau salah paham. Aku tidak mengkhianatimu, aku tidak pernah tidur dengan pria lain..." Mega mencoba mengelak sambil menggelayuti lengan Arya. Arya langsung menyentaknya hingga wanita itu mundur beberapa langkah. Mama Dewi dan Rubby menjadi penonton adegan sepasang mantan kekasih itu tanpa ikut bicara. Biar Arya sendiri yang menyelesaikan masalahnya dengan Mega.


"Aku mendengar sendiri percakapan antara kau dan Thomas. Lalu di mana letak salah pahamnya?" Tanya Arya. Mega kembali tersentak, lelaki itu bahkan tahu nama Thomas.


"Arya, aku tidak ingin putus denganmu. Aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku." Mega tak menyerah, ia menggenggam erat kedua tangan Arya.


"Jangan menyentuhku!" Arya kembali menepis tangan Mega.


"Mega, hubungan kita sudah berakhir. Dan aku sudah menikah. Ku harap kau bisa menerimanya." Arya memilih untuk pergi dari sana, tidak lupa ia menarik tangan Rubby untuk mengikutinya.


"Arya..." Mega hendak mengejar Arya, namun Mama Dewi menghentikannya.


"Kau mau ke mana?" Mama Dewi menarik dress Mega.


"Tante, lepas. Aku mau mengejar Arya." Tukas Mega.


"Mereka berdua mau ke kamar. Kau dengar? Ke kamar. Kau pasti tahu apa yang di lakukan sepasang suami istri jika sudah di kamar kan? Kau juga sudah melakukannya dengan Thomas." Sindir Mama Dewi.


"Tante!" Seru Mega. Wajahnya nampak memerah.


"Sebaiknya kau pergi, dan ini kau bawa kembali. Tante tidak butuh." Mama Dewi menyerahkan kembali paper bag yang tadi di berikan Mega padanya.


"Silakan keluar." Usir Mama Dewi, Mega cemberut dan menghentakkan kakinya sebelum akhirnya pergi dari sana.

__ADS_1


"Selamat tinggal, Mega." Mama Dewi langsung menutup pintu rumahnya begitu Mega keluar.


Nafas Mega terdengar memburu, sepasang matanya nampak memerah. Gadis itu membanting pintu mobil mewahnya.


"Kenapa jadi seperti ini?! Argh!" Mega berteriak-teriak di dalam mobilnya, stir mobilnya menjadi sasarannya.


"Bodoh kau, Mega! Bodoh!" Dipukulinya stir mobil yang tidak bersalah.


"Bisa-bisanya kau tidak tahu jika Arya datang ke Paris!" Mega menangis histeris. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Arya... Aku tidak ingin putus darimu. Aku mencintaimu..." Isaknya dalam tangis. Tak lama Mega membuka kembali wajahnya. Terlihat sorot kebencian di matanya.


"Semua ini gara-gara wanita kampungan itu. Rubby, awas kau! Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja." Geramnya sebelum meninggalkan rumah Arya.


_


_


_


Air shower membasahi tubuh Arya. Pria itu memejamkan matanya menikmati air yang mengaliri tubuhnya. Ada perasaan lega dalam hatinya. Hubungannya dengan Mega benar-benar sudah berakhir.


Setelah beberapa menit, Arya menyudahi acara mandinya.


Klek, pintu kamar mandi terbuka. Arya keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Dilihatnya Rubby yang duduk di sisi tempat tidur. Arya menghampirinya.


"Ini baju gantinya, Mas." Ucap Rubby sambil menyerahkan baju ganti yang sudah di siapkannya.


"Terima kasih." Arya kembali masuk ke kamar mandi.


Kini Arya sudah berpakaian rapi, rambut tebalnya sudah di sisir. Arya masih berdiri di depan cermin.


"Rubby, kemarilah." Panggilnya.


"Kenapa Mas?" Rubby berjalan menghampirinya.


"Aku hanya ingin menagih janjimu saja." Ucap Arya begitu Rubby sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


"Janji apa?" Tanya Rubby heran. Rasanya ia tidak berjanji apa-apa pada suaminya.


__ADS_2