
Coffe Shop
Dua orang pria tampan sedang duduk berhadapan, masing-masing di depannya ada secangkir kopi panas yang menemani mereka.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Dokter Malik, siang ini ia sengaja berkunjung coffe shop milik Arya.
"Baik-baik saja, kau sendiri?" Arya balik bertanya.
"Yah, cukup baik." Sahut Dokter Malik, ia menyesap minumannya.
"Apa ada keluhan dengan matamu?" Tanyanya lagi. Arya menggeleng.
"Em, tidak ku rasa." Jawabnya.
"Oh ya, siapa sebenarnya yang menjadi pendonor untukku?" Tanya Arya yang memang tidak tahu tentang siapa yang mendonorkan kornea mata untuknya.
"Itu tidak penting Arya, yang penting kau bisa melihat lagi." Dokter Malik kembali menyesap minumannya.
"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih saja." Kata Arya.
"Orangnya sudah tidak ada." Jawab Dokter Malik, Arya mengerutkan keningnya.
"Tidak ada? Maksudmu?"
"Dia..."
"Selamat siang Kak Arya!" Sapa seorang gadis yang baru saja datang dan langsung ikut duduk bergabung bersama mereka. Menghentikan Dokter Malik yang akan bicara.
"Indah?" Arya menatap heran pada Indah, mau apalagi gadis itu datang ke coffe shopnya? Sedangkan Dokter Malik memandang keduanya bergantian.
"Siapa?" Tanya Dokter Malik pada Arya.
__ADS_1
"Dia..."
"Hai Tuan, perkenalkan namaku Indah." Sambar Indah yang langsung mengenalkan dirinya pada Dokter Malik.
"Indah?" Ulang Dokter Malik, ia menatap Indah dari atas sampai bawah. Gadis itu cantik, tapi apa hubungannya dengan Arya?
"Iya, Tuan. Tuan siapa? Apa teman Kak Arya?" Tanya Indah.
"Akh iya, aku teman Arya." Jawab Dokter Malik.
"Salam kenal Tuan, siapa namamu?" Tanya Indah.
"Malik." Jawab pria itu.
Indah hanya mengangguk, kemudian mengalihkan pandangannya pada Arya yang sedari tadi diam menyimak perkenalannya dengan Dokter Malik.
"Ini untuk Kak Arya." Indah menyodorkan kotak kue yang di bawanya ke hadapan Arya.
"Karena aku tahu Kak Arya suka cake red velvet." Jawab Indah jujur.
"Tapi aku tidak membutuhkannya, Indah. Kalau aku mau, aku bisa membelinya sendiri." Tukas Arya, ia kembali menyodorkan kotak kue itu ke hadapan Indah.
"Ini, sebaiknya kau bawa lagi." Ucapnya, gurat kecewa terlihat jelas di wajah Indah.
"Tapi aku sengaja membeli ini untuk Kak Arya." Indah kembali menyodorkan kotak kue itu ke hadapan Arya.
"Ck, Indah aku..."
"Bye Kak Arya!" Indah langsung saja pergi dari sana tanpa menunggu Arya selesai bicara. Arya memijat pelipisnya, merasa pusing dengan sikap Indah padanya. Ia mengalihkan pandangannya pada Dokter Malik yang ternyata tengah menatap curiga padanya.
"Siapa gadis itu sebenarnya?" Tanya Dokter Malik.
__ADS_1
"Dia adik temanku." Jawab Arya.
"Lalu untuk apa dia ke sini? Hanya untuk memberimu itu?" Tanya Dokter Malik lagi sambil menunjuk kotak kue yang berada di atas meja. Arya mengendikkan bahunya.
"Aku tidak tahu, dari kemarin dia memberiku cake." Jawab Arya apa adanya.
"Sepertinya gadis itu menyukaimu?" Dokter Malik melayangkan tatapan mengintimidasinya.
"Tidak mungkin, dia hanya adik teman kuliahku. Aku bahkan baru mengenalnya kemarin." Sangkal Arya.
"Kau baru mengenalnya kemarin? Tapi kalian sepertinya dekat?" Tanya Dokter Malik seakan mengintrogasi Arya.
"Dulu aku hanya sekedar tahu saja, tapi tidak mengenalnya. Apalagi sudah bertahun-tahun temanku itu tinggal di luar negeri, kami tidak pernah bertemu lagi. Tapi tiba-tiba saja kemarin dia datang kemari, aku juga tidak tahu kalau mereka sudah kembali." Arya menjelaskan, sementara Dokter Malik masih menatap curiga padanya.
"Jangan menatapku seperti itu!" Seru Arya.
"Aku hanya takut saja." Timpal Dokter Malik.
"Takut kenapa?" Arya balik bertanya.
"Gadis itu terlihat menyukaimu, dan bisa saja kau membalas perasaannya." Jawab Dokter Malik.
"Kau yang benar saja, aku sudah punya istri mana mungkin menyukai perempuan lain!" Sergah Arya.
"Hati manusia itu gampang berubah, Arya. Apalagi gadis itu cantik." Tekan Dokter Malik.
"Istriku wanita tercantik bagiku. Tadi kau bilang hati manusia mudah berubah? Lalu bagaimana denganmu? Apa kau sudah bisa melupakan perasaanmu pada istriku?" Tanya Arya.
*****
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊
__ADS_1