Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
CINTA DALAM SKETSA 149 (ENDING)


__ADS_3

Karena kondsinya semakin membaik setelah menjalani perawatan selama satu minggu, ketiga bayi itu akhirnya di iznkan pulang ke rumah. Setelah sebelumnya menjalani perawatan di ruang NICU. Kedatangan mereka di sambut dengan suka cita.


"Hei, lihat! Cucu Oma tampan dan cantik." Mama Dewi menggendong cucu lelaki yang pertama, sedangkan Bunda Maya yang kedua dan Ayah Bakti cucu perempuannya. Bayi-bayi kecil itu sungguh menggemaskan. Intan dan Andika ikut menoel-noel pipi bayi-bayi itu bergantian.


"Apa kalian sudah menyiapkan nama?" Tanya Mama Dewi.


"Ya, kami akan menamainya sesuai dengan nama kami, Ma." Jawab Arya yang diiringi anggukkan oleh Rubby. Memang dari jauh-jauh hari mereka sudah menyiapkan nama untuk para anak mereka. Tiga nama laki-laki dan tiga nama perempuan. Karena sebelumnya Arya dan Rubby meminta dokter untuk merahasiakan jenis kela*min anak-anak mereka agar menjadi kejutan nantinya. Jadi mereka menyiapkan masing-masing tiga nama. Dan kini akan di pilih yang terbaik.


"Siapa saja namanya?" Tanya Bunda Maya.


Putra pertamanya mereka beri nama Arby Ibrahim Firaz, putra kedua Zahfi Ibrahim Firaz, sedang untuk putri terakhir mereka beri nama Firza Mikaila Firaz.


"Wah, nama yang bagus! Assalamualaikum baby Arby." Mama Dewi mengucap salam sambil mengelus pipi merah baby Arby. Bunda Maya dan Ayah Bakti pun melakukan hal yang sama.


"Assalamualaikum baby Zahfi."


"Assalamualaikum baby Firza."


Intan mellirik ke arah suaminya dengan bibir cemberut.


"Andika! Aku juga ingin bayi kembar!" Rengek Intan yang mengundang gelak tawa anggota keluarga yang lainnya. Sedangkan sang suami hanya bisa terbengong.


"Fikirkan dulu yang ada di perutmu, Intan. Itu juga belum keluar, sudah minta anak lagi." Celetuk Mama Dewi.


_

__ADS_1


_


_


Beberapa minggu kemudian...


"Capek?" Tanya Arya pada istrinya yang baru saja membaringkan tubuhnya di atas pangkuannya.


"Ya, lumayan. Tapi aku senang." Jawab Rubby sambil mengusak wajahnya di perut suaminya. Memberi rasa nyaman tersendiri baginya setelah seharian ini di sibukkan dengan para bayi.


Rubby dan Arya memutuskan untuk mengurus sendiri anak-anak mereka. Mereka ingin menikamati masa-masa yang hanya berlangsung singkat itu. Dari pagi hingga sore hari, Rubby akan mengurus para bayi di bantu Mama Dewi dan Bunda Maya yang selalu menyempatkan waktu untuk datang ke sana. Sedangkan di malam hari, Arya yang akan menjaganya karena siang ia harus bekerja. Walau tak jarang Rubby ikut terbangun juga, tapi Arya selalu meminta Rubby untuk istirahat saja.


"Terima kasih, Rubby." Ucap Arya sambil membelai rambut hitam istrinya.


"Tidak perlu berterima kasih, Mas. Karena ini memang sudah menjadi kewajibanku."


"Aku juga mencintaimu, Mas Firaz." Rubby semakin menenggelamkan wajahnya dan tak lama terdengar suara nafas yang teratur darinya.


"Sudah tidur? Kau pasti sangat lelah."


Dengan perlahan Arya memindahkan posisi istrinya agar terbaring sempurna di tempat tidur kemudian ia ikut berbaring di sampingnya. Sepasang netra Arya memandangi wajah cantik yang kini tengah terlelap.


"Tidak ku sangka aku bisa menikah denganmu. Aku yang tadinya merasa kecewa dan sakit hati akibat pengkhiatan dari Mega, kini mendapatkan kebahagiaan yang utuh dan itu ku dapatkan darimu. Rubby Az Zahra, wanita yang awalnya ku lihat biasa saja. Bahkan tidak menarik sedikitpun di mataku, namun nyatanya mampu menaklukan hatiku. Aku mencintaimu, entah sejak kapan. Karena yang aku tahu, aku sudah jatuh cinta padamu. Sudah banyak yang kita lalui, suka dan duka. Hingga dulu aku terpaksa menalakmu. Namun ternyata takdir mempersatukan kita kembali. Karena memang hati akan kembali kepada pemiliknya. Kini kita sudah bersama lagi, dan kita sudah memiliki tiga buah cinta yang membuatku semakin mencintaimu."


Arya melabuhkan kecupan singkat di kening, pipi, dan bibir Rubby. Namun sama sekali tidak membuat wanita itu terusik karena Rubby sudah benar-benar terlelap dalam tidurnya. Tangan Arya melingkar di pinggang Rubby dan merapatkan posisi mereka. Ia harus cepat tidur karena tidak lama lagi pasti ketiga bayi itu akan bangun dan menangis.

__ADS_1


...---TAMAT---...


Untuk Cerita Arya dan Rubby cukup sampai di sini ya...


Nama anak-anak mereka itu di ambil dari singkatan nama mereka sendiri.


Arby : Arya - Rubby


Zahfi : Zahra - Firaz ( Rubby Az Zahra - Arya Firaz )


Firza : Firaz - Zahra


Ibrahim nama dari Ayah Bakti. Bakti Ibrahim.


Mikaila? Di ambil dari nama malaikat, tapi ga ada hubungannya sama keluarga mereka. Cuma pengen pakai aja.


*Udah ada singkatan nama Firaznya kok masih pake nama Firaz juga di belakangnya?


#Kan nama bapaknya, emang ga boleh di pake di belakang? Suka-suka Arya lah. Anak, anak dia.


Mau lanjut season 2 atau stop sampai di sini???


JANGAN LUPA LIKE dan KOMEN UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊


💙 Terima kasih atas untuk semua yang sudah dukung karya ini, tanpa para readers aku bukanlah apa-apa 💙

__ADS_1


......................


__ADS_2