Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
CDS 125


__ADS_3

Dokter Malik memang bisa di bilang sukses dalam karirnya, tapi tidak dengan kehidupan asmaranya. Entah kenapa ia merasa sulit untuk mendapatkan jodoh padahal dirinya sudah mapan secara materi dan siap untuk menikah.


Dokter Malik mengambil ponselnya dari saku celananya dan langsung menghubungi Arya. Cukup lama menunggu akhirnya Arya mengangkat panggilannya.


"Halo Dokter Malik, ada apa kau menghubungiku?" Tanya Arya di balik pomselnya.


"Kau ke mana saja, kenapa lama sekali mengangkat panggilanku?" Dokter Malik balik bertanya.


"Aku baru selesai makan malam dengan istri dan kedua mertuaku." Jawab Arya.


"Cih, yang punya mertua." Dokter Malik berdecih. Terdengar suara tawa Arya di sebrang sana.


"Kau iri? Makanya cepat menikah, agar kau punya mertua." Ledek Arya.


"Ck, sudah jangan bahas mertua." Tukas Dokter Malik.


"Iya, iya. Lalu ada apa kau meneleponku? Tidak biasa sekali. Ku harap ada sesuatu yang penting." Timpal Arya.


"Ya menurutku cukup penting. Arya, aku..." Ucapan Dokter Malik terhenti, pria itu bingung bagaimana cara mengatakannya.


"Kau kenapa?" Tanya Arya.


"Aku..." Lagi, ucapannya terhenti.

__ADS_1


"Iya, kau kenapa?" Tanya Arya yang mulai kesal.


"Aku, aku..."


"Apa, Malik?!" Pekik Arya membuat Dokter Malik terkejut dan menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Jangan berteriak, aku kaget!" Seru Dokter Malik.


"Ya kau membuatku kesal. Dari tadi aku, aku saja. Apa yang sebenarnya mau kau katakan?"


"Bagaimana caranya agar wanita mencintai kita?" Tanya Dokter Malik pada akhirnya. Sedangkan Arya menautkan kedua alisnya mendengar pertanyaan aneh itu.


"Maksudmu?" Arya balik bertanya.


"Aku bertanya padamu, Arya. Bagaimana caranya agar di cintai wanita. Ada Mega, Rubby dan Indah yang mencintaimu. Apa yang sebenarnya kau lakukan pada wanita-wanita itu?" Dokter Malik memperjelas pertanyaannya. Arya berfikir sejenak, rasanya ia tidak melakukan apapun. Ia juga tidak tahu apa yang membuat para wanita itu menyukainya.


"Itu tidak mungkin. Kalau kau tidak melakukan apa-apa, bagaimana bisa para wanita itu menyukaimu." Sergah Dokter Malik. Arya menggaruk rambutnya yang tidak gatal, memang benar dirinya tidak melakukan apa-apa.


"Apa kau merayu mereka?" Tanyanya lagi.


"Hei, aku bukan perayu. Aku tidak pernah menebar rayuan pada wanita manapun." Sangkal Arya.


"Lalu?"

__ADS_1


Klek, pintu kamar Rubby terbuka mengalihkan perhatian Arya.


"Sebentar." Arya melihat istrinya yang baru masuk kamar, ia langsung menghampirinya.


"Rubby, apa yang membuat kau menyukaiku?" Tanyanya pada Rubby. Wanita berkacamata itu menganga dengan mata yang berkedip-kedip mendengar pertanyaan suaminya.


Sedangkan di sebrang sana, Dokter Malik bisa mendengar apa yang di tanyakan Arya pada istrinya.


"Astaga, Arya. Kenapa dia malah bertanya pada Rubby?" Dokter Malik menepuk keningnya sendiri.


"Kenapa Mas bertanya seperti itu?" Tanya Rubby pada suaminya.


"Dokter Malik bertanya kepadaku, apa yang membuat wanita menyukaiku. Sedangkan aku merasa tidak melakukan apapun, dan dia tidak percaya bahkan mengira kalau aku merayu kalian." Jawab Arya.


"Arya!" Dokter Malik menggeram dalam hati, ini terasa memalukan untuknya. Ia langsung mematikan panggilannya.


Rubby mendengus kemudian mengambil alih ponsel Arya. Ia hendak bicara pada Dokter Malik, tapi ternyata Dokter Malik sudah mengakhiri panggilannya.


"Sudah mati." Rubby mengembalikkan kembali ponsel itu pada suaminya.


"Jadi apa yang membuat kau menyukaiku?" Arya kembali mengulang pertanyaannya.


"Entahlah. Aku juga tidak tahu, Mas." Jawab Rubby sekenanya sambil berjalan ke arah tempat tidurnya. Setelah dari rumah sakit tadi mereka pulang ke rumah Rubby dan menginap di sana.

__ADS_1


*****


JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊


__ADS_2