
"Selamat pagi menjelang siang Kak Rubby dan Kak Arya." Sapa Intan yang ikut bergabung di meja makan. Sedangkan Mama Dewi dan suaminya di ruang tamu.
"Intan? Kapan kau sampai?" Tanya Rubby yang baru selesai makan.
"Baru saja, Kak." Jawab Intan yang mengambil tempat duduk di samping Rubby.
"Apa Andika ikut denganmu?" Tanya Arya.
"Iya, tentu saja Kak. Andika sedang di ruang tamu bersama Mama." Sahut Intan.
"Kau mau sarapan, Intan?" Tanya Rubby.
"Ini sudah siang, Kak. Aku sudah sarapan, sebentar lagi juga masuk waktu makan siang." Jawab Intan.
"Kenapa Kakak baru sarapan?" Tanya Intan, sedangkan Rubby nampak salah tingkah.
"Kakak baru bangun, Intan. Tadi Kakak tidur lagi selesai sholat subuh." Jawab Rubby.
"Oh, begitu? Tapi tadi Mama bilang kalau kalian lembur." Sahut Intan.
"Ah, kalian ini seperti tidak pernah mengalami jadi pengantin baru saja." Sergah Arya yang kemudian bangkit dari duduknya, menuju ruang tamu tempat Mama dan Adiknya berada.
"Kak, bagaimana rasanya?" Tanya Intan begitu Arya sudah tidak ada di sana, Rubby mendelik mendengar pertanyaan adiknya.
"Ya sama saja seperti saat kau melakukannya dengan suamimu." Jawab Rubby sekenanya. Intan mengangguk-anggukan kepalanya.
"Waktu pertama kali, rasanya sakit tapi selanjutnya enak Kak." Timpal Intan.
"Astaga, Intan! Sudah jangan bahas itu!"
_
_
__ADS_1
_
Mama Dewi menoel-noel gemas pipi baby Dikta yang sudah mulai berisi.
"Wajahnya mirip denganmu, Dika." Ucapnya.
"Ya tentu saja, aku kan ayahnya." Sahut Andika dengan bangganya.
"Jangan sampai mirip dengan Kak Arya." Sambungnya.
"Kenapa bawa-bawa namaku?" Sambar Arya yang baru datang bergabung.
"Mama bilang, baby Dikta mirip denganku." Jawab Andika.
"Memangnya kalau mirip denganku kenapa?" Tanya Arya.
"Jangan sampailah, aku yang membuatnya masa mirip Kakak." Sahut Andika tidak terima, Arya hanya bisa menggeleng mendengarnya.
"Oh ya, Kak. Semalam berapa kali?" Tanya Andika sambil menaik turunkan kedua alisnya, tapi Arya malah mengerutkan keningnya.
"Dika, Kakakmu dan istrimu sama saja. Telat paham jika membicarakan hal itu." Mama Dewi menyahut lebih dulu. Sementara Andika sudah tergelak. Ya mereka memang mirip!
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Arya bingung.
"Malam pertama, Kakak. Berapa kali kalian melakukannya? Astaga, bahkan aku harus menjelaskannya secara detail." Geram Andika menjelaskan dengan sejelas-jelasnya.
"Kenapa masih saja membahas hal itu." Tukas Arya. Lelaki itu cemberut.
"Karena kalian sudah menikah dua kali tapi baru melakukannya." Timpal Mama Dewi.
"Aku kan menunggu datangnya cinta dulu, Mama. Tidak melakukannya begitu saja hanya karena nafsu sesaat." Jawab Arya.
"Jadi artinya, kau sudah mencintai istrimu?" Tanya Mama Dewi.
__ADS_1
"Kalau tidak cinta, aku tidak akan menikahinya lagi, Ma." Jawab Arya.
"Syukurlah kalau begitu. Oh ya, apa kalian ingin berbulan madu?" Tanya Mama Dewi.
"Bulan madu?" Arya balik bertanya.
"Ya, Arya. Dulu kalian kan tidak sempat berbulan madu."
"Sepertinya tidak perlu, Ma."
"Arya, kau ini kenapa selalu menolak untuk bulan madu?"
"Arya malas, Ma. Di rumah juga sama saja." Ujar Arya
"Sebaiknya kau tanyakan dulu istrimu, mungkin Rubby ingin pergi." Usul Mama Dewi.
"Ada apa, Ma?" Tanya Rubby yang baru datang bergabung bersama Intan, tidak sengaja ia mendengar namanya di sebut tadi.
"Ini, Mama mau tanya. Apa kau dan suamimu mau pergi berbulan madu?" Tanya Mama Dewi padanya. Rubby langsung melirik ke arah suaminya yang duduk di sampingnya.
"Mas Firaz maunya bagaimana?" Tanya Rubby pada suaminya.
"Aku kira itu tidak perlu, Rubby. Lebih baik kita menghabiskan waktu di rumah, atau jalan-jalan di sekitar sini saja. Tidak perlu jauh-jauh." Jawab Arya.
"Tapi Rubby, kalau kau ingin pergi ke berlibur juga tidak apa-apa. Suamimu pasti akan ikut." Timpal Mama Dewi. Rubby terdiam sejenak sambil berfikir.
Liburan bersama suaminya? Yah itu cukup menyenangkan. Tapi jika di fikir lagi, sebaiknya mereka menghemat pengeluaran untuk masa depan mereka nanti. Apalagi kalau tiba-tiba dirinya hamil, itu akan memerlukan banyak biaya nantinya.
"Em... Sepertinya Rubby setuju dengan Mas Firaz saja, Ma. Lebih baik uangnya kita tabung saja, kita kan tidak tahu apa yanga akan terjadi kedepannya nanti." Jawab Rubby.
"Yah, baiklah kalau itu mau kalian. Yang penting Mama sudah menawari kalian untuk berbulan madu." Ucap Mama Dewi pasrah, ia juga tidak bisa memaksa mereka untuk pergi.
*****
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊