
"Indah?" Gumam Arya yang melihat istrinya keluar bersama Indah.
"Mau apa gadis itu kemari?"
Rubby dan Indah berjalan beriringan.
"Ayo, ku kenalkan kau pada suamiku." Ajak Rubby yang memang sengaja ingin mempertemukan mereka berdua.
"Apa tidak apa-apa?" Indah terlihat ragu.
"Tentu saja tidak apa-apa. Suamiku baik." Ucap Rubby sambil menarik tangan Indah agar mengikuti langkahnya. Akhirnya mereka sampai di samping mobil Arya, karena kaca mobil Arya tidak tembus pandang, Indah jadi tidak bisa melihat orang yang berada di dalamnya.
"Untuk apa Rubby mengajak Indah?" Batin Arya.
Tok tok tok, wanita berhijab itu mengetuk kaca jendela mobil suaminya.
"Mas, bisa tolong keluar sebentar? Ada seseorang yang ingin ku kenalkan padamu." Ucap Rubby setengah berteriak. Arya menghela nafas kasar, mau apa sebenarnya istrinya itu? Kenapa juga bawa-bawa Indah?
Melihat gadis itu, Arya kembali ingat kejadian di coffe shop tadi. Dan itu membuatnya kesal. Tapi walaupun begitu, Arya tetap menuruti permintaan sang istri. Ia membuka pintu mobilnya dan segera turun.
Indah menganga tak percaya melihat sosok yang baru turun dari mobil.
"Kak Arya?" Gadis itu terperangah, memandang Arya tak berkedip dengan tubuh mendadak kaku.
__ADS_1
"Indah, perkenalkan ini suamiku namanya Arya Firaz. Dan Mas Firaz, ini teman baruku, namanya Indah." Rubby saling mengenalkan kedua orang itu. Arya melirik singkat ke arah Indah kemudian membuang pandangannya.
"Jadi kalian..." Lidah Indah kelu, gadis itu tak mampu untuk sekedar bicara.
"Iya, Indah. Mas Firaz adalah suamiku, dia menikah denganku bukan dengan Mega." Ujar Rubby. Indah menatap Rubby dan Arya bergantian, masih tidak percaya dengan semua ini.
"Indah, aku senang kau sudah mau berbagi cerita denganku hari ini. Jujur saja, awalnya aku tidak tahu jika lelaki yang kau maksud adalah suamiku sendiri. Tapi setelah kau menyebutkan namanya, aku sempat terkejut tadi." Rubby menjeda ucapannya, sedangkan kedua orang itu masih sama-sama diam.
"Terima kasih karena kau mau mendengar saranku, dan ku harap kau akan melakukannya. Ingat, gadis yang baik tidak akan menjadi perusak hubungan orang lain." Lanjutnya. Indah menggeleng pelan.
"Maaf, aku permisi." Indah memilih untuk pergi dari sana.
"Indah..." Rubby mencoba memanggil Indah, tapi gadis itu tidak menggubrisnya dan terus masuk ke dalam mobilnya. Indah langsung memacu kendaraannya meninggalkan tempat itu. Tinggallah sepasang suami istri di sana.
"Nanti saja kita bicara di rumah." Jawab Rubby, suara wanita itu berubah datar. Ia segera masuk ke dalam mobil Arya.
Sepanjang perjalanan pulang Rubby membisu, sesekali Arya melirik istrinya yang memasang wajah dingin dan datar.
"Ada apa sebenarnya?" Batinnya bertanya-tanya.
_
_
__ADS_1
_
Malam harinya.
Dokter Malik sudah dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, ia memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, jalanan tidak begitu ramai malam ini.
Tapi tiba-tiba saja terdengar suara dentuman yang cukup keras mengejutkannya, dilihatnya sebuah mobil berwarna merah menabrak pagar pembatas jalan. Bagian depan mobil itu terlihat ringsek.
"Ya Tuhan, ada kecelakaan." Dokter Malik dan beberapa pengendara yang melintas mendekati mobil tersebut.
Orang-orang itu mencoba membantu sang pengemudi mobil yang ternyata seorang wanita dan sudah tidak sadarkan diri. Sepasang netra milik Dokter Malik terbelalak melihat sosok itu.
"Indah?!" Seru Dokter Malik.
"Tuan kenal?" Tanya salah seorang dari mereka.
"Iya, saya kenal." Jawab Dokter Malik.
"Tolong pindahkan saja ke mobil saya. Saya akan membawanya ke rumah sakit."
*****
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊
__ADS_1