
"Assalamuala'ikum." Andika mengucap salam sambil mengetuk pintu. Tak perlu menunggu lama pintu itu langsung terbuka.
"Waalaikumsalam." Seorang wanita muda berperut buncit menyambut kedatangannya.
"Hai sayang." Andika mengecup kening istrinya, sepertinya dia lupa ada Dokter Malik di sampingnya.
"Dika..." Intan memberitahu lewat lirikan matanya.
"Eh." Andika tersadar ada orang di sebelahnya.
"Maaf, Dok. Aku lupa ada orang." Ucap Andika sungkan, Dokter Malik malah tersenyum.
"Tidak apa. Bukannya kemesraan suami istri itu hal yang wajar?" Tanyanya biasa saja, tapi tetap saja Andika jadi merasa tidak enak.
"Ehm, Dokter ada di sini?" Intan bertanya.
"Akh, iya. Aku ingin mengenal keluarga Rubby. Aku ingin bersilahturahmi, boleh kan?" Tanya Dokter Malik, memandang Intan dan Andika bergantian. Intan menjawab dengan anggukan.
"Tentu boleh, Dok. Silakan masuk."
Dokter Malik mendaratkan tubuhnya di sofa setelah Intan mempersilakannya duduk.
"Intan..." Bunda Maya baru saja datang dari belakang bermaksud mengajak Intan Andika makan malam. Tapi pandangannya terarah pada seseorang yang tengah duduk di sofa.
__ADS_1
"Eh ada tamu?" Tanyanya. Dokter Malik langsung bangkit dari duduknya.
"Ini Dokter Malik, Bunda." Intan memperkenalkan pria itu pada Bundanya. Dokter Malik menyalami tangan Bunda Maya.
"Dokter Malik ini..." Perkataan Intan terputus, ia bingung mengenalkan lelaki itu sebagai siapa.
"Saya temannya Rubby, Tante." Sambung Dokter Malik yang melihat Intan kebingungan.
"Temannya Rubby?" Bunda Maya sedikit heran, pasalnya Rubby tidak memiliki teman pria apalagi sampai datang ke rumah.
"Iya, saya temannya Rubby." Ulang Dokter tersebut.
"Bunda..." Rubby baru saja datang dari dapur, tadi dirinya membantu Bunda Maya memasak untuk makan malam.
Mau apa lelaki itu datang di sini? Bukannya dia sudah menolaknya saat Dokter Malik mengatakan ingin datang ke rumahnya?
"Rubby, ini ada temanmu." Kata Bunda Maya.
"Dia bukan teman Rubby, Bunda." Jawab Rubby pelan. Bunda Maya mengernyitkan keningnya.
"Dia hanya pelanggan baru di toko kue Rubby." Lanjut Rubby, sementara Dokter Malik masih menatap intens padanya. Sementara orang-orang di sana hanya saling pandang.
"Bunda, apa makan malamnya sudah siap?" Ayah Bakti ikut bergabung.
__ADS_1
"Ada apa ini?" Tanya Ayah Bakti bingung, karena orang-orang di ruang tamu terdiam semua.
"Tidak ada apa-apa, Yah." Bunda Maya menjawab.
"Ayah, ini ada temannya Rubby." Sambungnya.
"Teman Rubby?" Reaksi Ayah Bakti sama seperti istrinya tadi.
"Om, kenalkan nama saya Malik." Dokter Malik bangun dari duduknya dan menyalami Ayah Bakti.
"Saya Bakti, ayah dari Rubby dan Intan." Sahut Ayah Bakti ramah.
"Om, Tante boleh minta waktunya sebentar?" Tanya Dokter Malik, Ayah Bakti dan istrinya saling pandang kemudian mengangguk.
"Tentu. Ada apa Malik?" Tanya Ayah Bakti yang mendaratkan tubuhnya di sofa, diikuti yang lainnya. Andika dan Intan yang penasaran pun jadi ikut bergabung. Sementara Rubby duduk di sudut sofa di samping Intan.
"Ehm, mungkin Om dan Tante baru mengenal saya. Tapi saya sudah mengenal Rubby beberapa bulan ini." Dokter Malik membuka pembicaraan.
"Saya adalah dokter yang dulu menangani Arya." Lanjutnya. Ayah Bakti mengangguk-anggukkan kepalanya. Pantas saja rasanya wajah pria itu tidak asing, ternyata mereka memang pernah bertemu sebelumnya.
"Sejak pertama kali melihat Rubby di rumah sakit, saya sudah tertarik dengannya."
*****
__ADS_1
Jangan lupa likenya