
Malam harinya.
Indah hanya mengaduk-aduk makanannya, gadis itu terlihat tidak bersemangat.
"Indah, makanannya di makan. Jangan di aduk-aduk saja." Ujar Indra yang sedari tadi memperhatikan adiknya.
"Kak, kenapa Kak Arya sikapnya dingin sekali?" Tanya Indah. Indra langsung memijat keningnya, lagi-lagi adiknya memikirkan Arya!
"Indah, Arya memang seperti itu. Sebaiknya kau jangan mengejarnya lagi, atau kau akan sakit hati." Jawab Indra.
"Tapi aku sudah lama mencintainya, Kak."
"Tapi Arya tidak mencintaimu, bahkan tidak mengenalmu. Ingat, dia sudah punya kekasih." Ucap Indra penuh penekanan.
"Selama ini, rasa cintaku padanya yang menjadi semangat hidupku. Aku tidak akan bisa melupakannya!" Balas Indah.
"Indah, masih banyak lelaki di dunia ini. Jangan mengharapkan kekasih orang!" Seru Indra. Mereka berdua tidak tahu saja, jika hubungan Arya dan Mega sudah berakhir dan Arya sudah menikah.
"Hanya kekasih, Kak. Bahkan jika Kak Arya sudah menikah pun aku akan tetap memperjuangkannya." Kata Indah dengan penuh semangat, Indra hanya bisa menganga tak percaya mendengarnya.
"Jangan pernah jadi pelakor, Indah. Itu benar-benar hina!"
"Aku tidak peduli." Indah bangkit dari duduknya, dan meninggalkan meja makan. Indra hanya bisa membuang nafasnya ke udara.
"Sepertinya aku harus menemui Arya."
_
__ADS_1
_
_
Di rumah Mama Dewi.
Rubby bersandar pada dada suaminya yang masih basah dengan peluh, keduanya baru saja selesai melakukan kegiatan yang melelahkan tapi juga menyenangkan. Jemari Arya mengusap lembut rambut panjangnya.
"Rubby..."
"Ya, Mas." Rubby mengadahkan wajahnya.
"Siapa cinta pertamamu?" Tanya Arya tiba-tiba.
"Cinta pertama?" Ulang Rubby, Arya mengangguk.
"Em, itu tidak penting, Mas." Jawabnya, ia kembali menunduk dan merangsek ke dalam pelukan suaminya.
"Aku hanya ingin tahu saja, Rubby. " Ucap Arya sedikit memaksa, ia mengangkat dagu Rubby hingga keduanya saling bertatapan kembali.
"Tidak perlu tahu." Tukas Rubby. Arya menyipitkan matanya, pandangannya berubah curiga.
"Kenapa? Apa kau masih mencintainya?" Tanyanya.
"Tentu saja aku selalu mencintainya!" Ucap Rubby tanpa sadar.
"Eh!" Rubby langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.
__ADS_1
"Jadi kau mencintai pria lain?" Tanya Arya dengan nada kecewa, pun dengan sorot matanya. Rubby menggeleng cepat.
"Bukan begitu, Mas..."
"Lalu?"
"Sudahlah, Mas. Jangan bahas itu." Rubby berbalik dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, tanpa ia sadari di belakangnya Arya tengah menahan tawanya.
"Sulit sekali ternyata membuatmu mengatakan cinta." Gumamnya dalam hati.
"Rubby, aku belum selesai bicara." Arya mencoba menarik selimut yang menutupi tubuh polos istrinya.
"Aku tidak mau membahas hal itu." Rubby memegang selimutnya dengan erat. Dan terjadilah tarik menarik selimut di antara mereka.
Beberapa menit kemudian....
"Baiklah, aku menyerah..." Ujar Arya mengalah, istrinya kuat juga pertahanannya selimut itu sama sekali tidak berpindah posisinya.
"Aku tidak membahasnya lagi." Lanjutnya. Sementara Rubby masih bergeming.
"Rubby, ayo kita mandi dulu sebelum tidur." Ajak Arya membuat Rubby membuka selimutnya sampai sebatas leher, dan berbalik.
"Mas duluan saja yang mandi." Ucapnya.
"Kita berdua saja." Tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Arya langsung menggendong tubuh polos istrinya ke kamar mandi. Dan mereka melakukan hal yang seharusnya, yaitu mandi!
*****
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊