Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa
Kau Mengenalku?


__ADS_3

Satu bulan berlalu....


Arya sudah mulai bekerja kembali di coffe shop miliknya, sementara Andika memilih untuk kembali pada pekerjaannya semula. Padahal Arya sudah menawarinya untuk mengelola rumah makan miliknya, tapi Andika meolaknya. Ia sudah betah bekerja di coffe shop.


Mobil hitam itu berhenti tepat di depan toko kue Rubby, seperti biasa Arya akan mengantar istrinya dulu sebelum ia ke tempat kerjanya.


"Apa Mas mau mampir dulu?" Tanya Rubby sambil melepaskan sabuk pengamannya.


"Sepertinya tidak, aku langsung berangkat saja." Jawab Arya.


"Baiklah, hati-hati di jalan." Rubby mengadahkan tangannya, dan Arya menyambutnya. Rubby mencium punggung tangan suaminya dan Arya mencium kening istrinya.


"Ingat Mas, Mas Firaz sudah punya istri. Jangan nakal di luar sana!" Pesan Rubby sebelum turun dari mobil suaminya.


"Aku hanya nakal padamu, Rubby." Sahut Arya. Pipi Rubby langsung memerah mendengarnya.


"Sudah, akh." Wanita berhijab itu nampak salah tingkah.


"Sebentar, Rubby." Arya menarik lengan Rubby yang hendak membuka pintu mobil.


"Kenapa, Mas?" Tanyanya.


Cup. Satu kecupan singkat mendarat di bibir Rubby.


"Sebagai bukti kalau aku hanya nakal padamu." Bisik Arya di telinganya.


"Mas!" Satu cubitan mendarat di paha Arya membuat pria itu meringis.


"Ck, Rubby. Seharusnya kau membalas menciumku bukan menyubitku." Pria tampan itu menggerutu sambil mengusap-usap pahanya.


"Makanya jangan berbuat yang aneh-aneh." Rubby segera turun dari mobil suaminya.


"Awas saja di rumah nanti, aku akan membalasmu." Timpal Arya.


"Oh ya? Dengan senang hati aku menunggunya, Mas Firaz." Sahut Rubby dengan senyum menantang di wajahnya.

__ADS_1


Dan setelah itu tawa keduanya pecah.


_


_


_


Siang harinya.


Seorang gadis muda memasuki toko kue Rubby.


"Selamat siang di Rubby Cake's, Nona mau pesan apa?" Sapa Rubby yang kebetulan sedang menjaga meja depan. Sepasang netra gadis muda itu mengedar memperhatikan setiap sudut toko. Kemudian berhenti pada Rubby.


"Em... Apa di sini menjual cake red velvet?" Tanyanya.


"Tentu saja, Nona. Nona mau pesan?"


"Iya, boleh." Gadis itu mengangguk.


"Sebentar ya." Ruby beranjak dari sana.


"Ini Nona, pesanannya."


"Terima kasih." Gadis itu memberikan beberapa lembar uang pada Rubby.


"Terima kasih kembali, Nona. Di tunggu kunjungannya kembali." Gadis itu hanya tersenyum sambil melangkah pergi dari sana.


"Semoga Kak Arya suka." Gumamnya.


Sedangkan di coffe shop.


Arya sudah bersiap-siap untuk ke tempat istrinya, ia berencana untuk mengajak Rubby makan siang.


"Kak!" Panggil Andika begitu Arya keluar dari ruangannya membuat Arya terjingkat kaget.

__ADS_1


"Andika! Kau mengagetkanku saja!" Seru Arya, ia begitu kaget Andika ada di hadapannya.


"Kakak mau ke mana?" Tanya Andika, ia memperhatikan penampilan Arya dai atas sampai bawah. Sepertinya Kakaknya itu akan pergi.


"Aku mau makan siang bersama istriku." Jawab Arya.


"Cih, yang baru punya istri." Andika berdecih meledek.


"Tidak usah iri." Arya meraup wajah adiknya.


"Kakak, singkirkan tanganmu!" Andika menepis tangan Arya.


"Sudah bekerja yang benar, sana." Usir Arya dengan gerakan tangannya. Andika cemberut tapi tetap menuruti perintah sang Kakak. Arya kembali melanjukan langkahnya, sambil mengetik sesuatu pada ponselnya. Ia ingin mengirim pesan pada Rubby, tapi kemudian ia urungkan.


"Sebaiknya tidak usah beritahu Rubby, aku akan memberi kejutan untuknya." Gumamnya sambil menyimpan ponsel itu kembali ke saku celananya.


Bruk.


Karena tidak fokus, Arya menabrak orang baru saja masuk coffe shopnya.


"Maaf, aku tidak sengaja." Ujar Arya. Ia berjongkok membantu orang itu mengambil kotak kuenya yang terjatuh.


Rubby Cake's? Ada nama toko kue istrinya di kotak kue itu.


"Tidak apa-apa, aku yang salah." Ucap gadis yang di tabraknya, gadis itu mengadah.


"Kak Arya?!" Serunya dengan wajah berbinar. Sedangkan Arya mengerutkan keningnya.


"Kau mengenalku?" Tanya Arya, ia memandang gadis itu dari atas sampai bawah. Tapi rasanya ia tidak mengenalnya.


"Ini aku Indah, Kak." Jawabnya.


"Indah? Rasanya aku tidak punya kenalan yang bernama Indah." Sahut Arya.


"Aku Indah adiknya Kak Indra, Kak. Teman Kak Arya waktu kuliah dulu."

__ADS_1


*****


JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊


__ADS_2