
"Kau sudah tahu tentang cerita mereka berdua, jadi ku harap kau akan benar-benar melupakan Arya, jangan ganggu rumah tangga mereka." Ujar Dokter Malik, Indah mengangguk pelan.
"Aku tidak akan mengganggu mereka lagi." Lirih Indah.
"Syukurlah. Kalau begitu aku pergi dulu, aku harus bekerja." Pamit Dokter Malik yang kemudian beranjak dari sana.
Indah dan Indra terdiam dengan fikirannya masing-masing.
Indah merasa malu dan bersalah pada Arya dan Rubby. Sedangkan Indra tidak habis fikir dengan Bara. Kenapa bisa temannya itu berubah seperti itu hanya karena wanita? Walaupun pada akhirnya Bara menebus kesalahannya pada Arya, tapi tetap saja ia tidak menyangka.
"Kakak tidak bekerja hari ini?" Tanya Indah setelah keduanya terdiam cukup lama setelah kepergian Dokter Malik.
"Tidak, Indah. Kakak ingin menemanimu di sini, lagipula Kakak tidak ada pekerjaan penting hari ini." Jawab Indra. Indah mengangguk dengan senyum simpul di wajahnya. Ia tahu jika Indra begitu menyanyanginya, apalagi setelah orang tua mereka meninggal dunia.
"Kak..." Panggil Indah.
"Ya? Kau ingin sesuatu?" Tanya Indra, Indah menggeleng.
"Aku ingin minta maaf pada Kakak. Selama ini aku selalu menentang nasihat Kakak, maafkan aku Kak..." Ucap Indah dengan suara bergetar, tangan Indra terangkat menangkup wajahnya.
"Tidak apa, Indah. Kakak bisa mengerti, melupakan orang yang kita cintai terlebih itu cinta pertama memang sulit. Tapi Kakak tenang sekarang karena akhirnya kau bisa menerima semua ini dengan lapang dada." Jemari Indra menghapus air mata yang mengalir di pipi adiknya.
"Terima kasih, Kak. Karena selalu mengerti aku." Ucap Indah tulus.
"Kau adik Kakak satu-satunya, Kakak sangat menyayangimu." Indra meraih Indah ke dalam pelukannya.
"Kak, boleh aku minta tolong?" Tanya Indah setelah pelukan mereka terurai.
__ADS_1
"Apa?"
"Aku ingin minta maaf pada Kak Arya dan juga Rubby. Bisa Kakak menolongku?" Jawab Indah.
"Tentu, Kakak akan membantumu."
_
_
_
Mobil putih yang di kendarai Indra baru saja tiba di toko kue milik Rubby, tadi dirinya sudah datang ke coffe shop Arya tapi Andika bilang jika Arya sedang pergi ke toko kue milik istrinya untuk makan siang.
"Aku baru tahu ada toko kue di sini." Gumam Indra seraya turun dari mobilnya. Dengan langkah lebar ia melangkah masuk. Salah seorang pegawai Rubby menyambut kedatangannya.
Gadis ini wajahnya manis sekali, dan juga masih sangat muda, usianya pasti di bawah Indah. Batin Indra menggumam.
"Tuan? Ada yang bisa saya bantu?" Mei melambaikan tangannya di depan wajah Indra, membuat pria itu tersadar dari adegan terpesonanya.
"Eh, maaf." Indra jadi merasa canggung, tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja.
"Aku ingin bertemu dengan Arya dan Rubby. Apa mereka ada di sini?" Tanya Indra.
"Maaf, Tuan siapa ya?" Mei balik bertanya.
"Aku Indra, temannya Arya. Aku ada perlu dengan mereka." Jawab Indra.
__ADS_1
"Oh, Mba Rubby dan Mas Arya sedang makan siang di ruangannya Mba Rubby." Terang Mei.
"Tuan silakan ke sana saja." Sambungnya.
"Ruangan Rubby? Di mana itu?" Tanya Indra.
"Mari saya antar Tuan."
Mei berjalan lebih dulu sedangkan Indra mengekor di belakangnya. Mereka kemudian berhenti di depan pintu yang berada paling belakang.
"Permisi, Mba Rubby." Panggil Mei sambil mengetuk pintu. Tak lama benda bercat putih itu terbuka.
"Ada apa Mei?" Tanya Rubby.
"Maaf, Mba. Ada yang cari Mba Rubby dan Mas Arya." Jawab Mei. Rubby mengalihkan pandangannya pada sosok pria yang berdiri di samping pegawainya.
"Aku Indra, aku kakaknya Indah." Indra mengenalkan dirinya.
"Oh, Tuan kakaknya Indah?" Ulang Rubby, Indra mengangguk.
"Mba, aku permisi ya. Mau kembali ke depan." Di rasa tugasnya sudah selesai gadis muda itu mohon diri.
"Iya, Mei." Sahut Rubby.
"Jadi namanya Mei." Gumam Indra dalam hati, ia memperhatikan punggung Mei yang menjauh dari pandangannya. Dan ternyata Rubby juga memperhatikan pandangan Indra terhadap pegawainya, ia hanya bisa menahan senyumnya.
*****
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKENYA YA, UNTUK SUPPORT AUTHORNYA 😊